Rabu, 01 Februari 2017

Sinopsis Lengkap Film Agent Vinod (2012)

Agent Vinod (2012)

Rilis
23 Maret 2013
Negara
India
Bahasa
Hindi, Arabic, Inggris, Urdu, Rusia
Sutradara
Sriram Raghavan
Produser
Dinesh Vijan, Saif Ali Khan
Pemeran
Saif Ali Khan, Adil Hussain, Kareena Kapoor, Ravi Kishan, Prem Chopra, B.P. singh, Ram Kapoor, Maryam Zakaria, Gulshan Grover, Rajat Kapoor, Dhritiman Chaterji, Arif Zakaria, Anshuman Ajaj Singh
Sinematografi
C.K. Muraleedharan
Music
Pritam
Distributor
Eros Entertainment, Illuminati Films.


Sinopsis Agent Vinod


Di gurun Dasht E- Margoh, Afghanistan di dalam kamp Taliban Col. Huzefa (Shabhaz Khan) official dari ISI menginterogasi Vinod (Saif Ali Khan) yang kemudian Vinod dapat bebas dengan membunuh pasukan ISI dengan dibantu oleh Major Rajon (Ravi Kissen). Pada saat adu tembak di luar kamp, dia menolong seorang wanita bernama Farah (Maryam Zakaria) yang kemudian mereka kabur bersama. Di New Delhi Agent Vinod bertemu dengan pemimpin RAW bernama Hassan Nawaz (B.P. Singh).

Nawaz menunjukkan video Major Rajan yang memberikan pesan dari Rusia. Rajan memberikan pesan kepada Vinod untuk menemukan kode #242 lalu kemudian dia tewas tertembak. Vinod terbang menuju St, Petersburg menemui Abu Nazer (Ram Kapoor) yang telah membunuh Major Rajan. Agent Vinod melakukan interogasi terhadap Abu Nazer lalu membunuhnya.



Agen Vinod kemudian terbang menuju Tangiers, Maroko. Menggunakan nama palsu Freddie dia menemui boss mafia bernama David Kazan (Prem Chopra) yang memiliki dokter pribadi bernama Ruby Mendes (Kareena Kapoor). Kazan menyekap Vinod lalu Ruby menyuntikkan serum ke tubuh Vinod. Agent Vinod merasa pusing dia mengaku dirinya Freddie Khambatta dan menjelaskan telah membunuh Abu Nazer untuk melindungi sebuah misi. 

Agen Vinod dibebaskan kemudian dia menghacker handphone milik Kazan dengan menemukan informasi seorang agent MI6. Selain itu Agen Vinod menemukan informasi Ruby Mendes adalah Iram Parveen Bill seorang British-Pakistan yang bekerja dibawa organisasi ISI. Keesokan harinya, Agent Vinod sedang di restaurant hotel bersama dengan Ruby. 

Vinod lalu pergi sebentar untuk mencari keberadaan agent MI6  untuk mencari informasi mengenai kode #242. Agent Vinod terkejut  setelah menemui pembunuhan agent MI6 di dalam ruangan dia mencurigai Ruby. Agent Vinod lalu menunjukkan card yang dia temukan di tempat pembunuhan agent lalu menunjukkan kepada Ruby dan mengajaknya untuk pergi ke pelelangan barang antik.



Di pelelangan barang antik, mereka berdua lalau menghampiri Kazam. Agent Vinod menjelaskan barang antik  yang menarik dengan nomor pelelangan #242 yaitu buku puisi cinta abad 11 berjudul The Rubaiyat Omar Khayyam. Selanjutnya dia bertemu dengan Jagadishwar Metla (Dhritiman Chatterjee). Pada saat berbicara dengan Jagadishwar, agent Vinod bertemu dengan musuh lamanya dengan berusaha melumpuhkannya.

Dia lalu mendapatkan informasi kode #242 merupakan buku Rubaiyyat yang merupakan detektor bum Nuklir asal Rusia. Agent Vinod lalu berusaha untuk menemukan buku tersebut yang jatuh ke tangan Kazan yang telah memenangkan pelelangan benda tersebut. agent Vinod bertemu dengan kolonel (Adil Hussain) dengan menodongkan pistol tetapi agent Vinod dilumpuhkan oleh Kazan dari belakang.



Di Chamana, Pakistan Colonel Mr. Liftekhaar terbunuh oleh Col. Huzefa usai berbicara dengan Hazan terkait dengan detector bom. Di maroko, Ruby berusaha mencari Freddie Khambatta yang asli tetapi dia justru bertemu dengan Agent Vinod yang kemudian menangkapnya. Ruby diinterogasi oleh Vinod tetapi Ruby meyakinkan Vinod sehingga mereka berdua sepakat untuk bekerja sama untuk mengambil detector tersebut. Ruby lalu menuju kediaman Kazan, dia terkejut melihat Kazan sudah tewas oleh Colonel sehingga detektor bom jatuh ketangan Colonel. 

Colonel kemudian memperalat Ruby untuk bertemu dengan Vinod agar Vinod tewas ditangan shootter yang sudah diperintahkan oleh Colonel. Akan tetapi Vinod masih selamat meskipun dia harus dilarikan di rumah sakit. ketika berada di rumah sakit Vinod berusaha dibunuh oleh anak buah Colonel yang berpura-pura menjadi seorang dokter  tetapi Vinod dapat melumpuhkannya setelah dia melihat tattoo yang ada dipergelangan tangan ketika dia hendak menyuntikkan serum ke tubuh Vinod.



Di Latvia, Ruby diminta oleh untuk mendekati Anton Brega untuk dapat mengambil Id card miliknya untuk memuluskan Jimmy  yang merupakan agent dari Colonel untuk mengeluarkan bom dari Latvia. Id card milik Borges berhasil dimiliki, Ruby  lalu memberikan kepada Jimmy. Sementara itu Ruby berada di hotel bersama Borges. 

Ruby berusaha kabur dari Borges kemudian dia bertemu dengan Vinod yang meminta kejelasan Ruby yang bekerja sama dengan Kolonel. Tidak lama kemudian ledakan terjadi yang Ruby dan Vinod berhasil selamat. Ruby dan Vinod kembali bekerja sama dengan mengejar Colonel hingga mereka mendapatkan detektor tersebut tetapi detektor tersebut kembali jatuh ketangan colonel pada saat keduanya menginap di hotel.



Di karachi, Pakistan Ruby dan Vinod berusaha untuk menemui Taimur Pasha (Gulshan Grover) yang memiliki keterkaitan dengan nuklir. pada saat Ruby dan Vinod berada di depan acara pernikahan, mereka bertemu dengan Farah yang merupakan seorang penari. Farah merupakan wanita yang pernah di tolong oleh Vinod pad saat di Afghanistan. Vinod mendapatkan informasi dari perbincangan Col. Huzefa dengan Pasha terkait pengiriman nucklear dari jalur Karachi menuju India melalui jalur laut. Tidak lama kemudian Ruby dan Vinod tertangkap oleh Col. Huzefa tetapi keduanya berhasil lolos sementara Col. Huzefa dan pasukannya tewas oleh bom.



Di India, Colonel dan Jimmy mengaktifkan timer nuklir di rumah seorang professor (Lalit Parimoo). Sementara itu pihak pemerintah India berusaha untuk menemukan lokasi nuklir yang akan diledakkan. Akhirnya Ruby menunjukkan satu jalan dengan mendatangi kediaman milik Professor. Ruby mendatangi rumah Professor tersebut dan menemukan lokasi taget ledakan  tetapi Ruby ketahuan oleh Professor yang kemudian Ruby berusaha dibunuh namun dia dapat selamat setelah mendapatkan bantuan sementara itu professor tewas dibunuh. 

Setelah mengetahui lokasi tempat nuklir akan diledakkan Vinod mengejar Jimmy pelaku yang akan meledakkan nuklir sementara itu Ruby berusaha menemui Kolonel yang berpura-pura menjadi seorang pilot. Ruby dapat menemui kolonel tetapi dia tertembak. Colonel berusaha kabur dengan mengancam Jagadishwar yang kebetulan berada disana. Tetapi Colonel tewas setelah mendapatkan perlawanan. Sementara Vinod dapat melumpuhkan Jimmy tetapi dia tidak bisa melumpuhkan nuklir.




Vinod merelakan diri dengan membawa nuklir tersebut sejauh mungkin dengan menggunakan helicopter. Vinod menghubungi Ruby yang dalam keadaan sekarat dia menjelaskan kalau nuklir tidak dapat diatasi. Secara terbatah-batah Ruby memberikan kode nuklir yaitu “Zilleh” nama hewan kesayangan milik Kazan. Vinod berhasil menghentikan bom nuklir sementara itu Ruby tidak dapat tertolong sebab dua peluru bersarang di jantungnya. Selanjutnya Vinod mendapatkan rekaman planning penyerangan bom yang didalangi oleh Jagadishwar Metla dan The Zeus Group untuk membunuh ribuan orang untuk mengatur keuangan dunia dengan menciptakan sebuah nuklir. 

Vinod menuju London menemui Jagadishwar Metla dengan melakukan pembicaraan dimana Vinod sudah memasang alat penghubung dengan Lashkar E Toiba yang mendengarnya. Pihak Lashkar mengetahui dalang terjadinya masalah di India dan pihak pemerintah Pakistan yang menjadi tersangkanya. Jagadishwar Metla yang sulit diadili akhirnya tewas ditangan oleh seorang relawan dari Lashkar dengan meledakan diri di depan Metla.

Baca juga: Dawat E-Ishq (2014)


loading...