Kamis, 16 Februari 2017

Sinopsis Lengkap Film Banjo (2016)

BANJO (2016)

Rilis
23 September 2016
Negara
India
Bahasa
India
Sutradara
Ravi Jadhav
Produser
Krishika Lulla
Pemeran
Riteish Deshmukh, Nargis Fakhri, Shruthi Mathur, Dharmesh Yelande, Aditya Kumar, Ray Menon, Luke Kenny
Music
Sourav Roy, Vishal-Shehkar
Distributor
Eros International.



Sinopsis Banjo

Chris (Nargis Fakhri) adalah seorang DJ di New York suatu hari, sahabatnya Mira (Shruthi Mathur) menunjukkan Soho Music Festival. Mira meminta Chris untuk mengikuti kompetisi tersebut. Di malam hari Chris menunjukkan music Banjo yang dimainkan oleh sebuah band dari India kepada Mira. Chris menginginkan bekerja sama dengan band tersebut dan dia ingin pergi ke Mumbai menemui pemain Banjo tersebut untuk dapat bekerja sama. 


Sementara Di Mumbai pemain music band yang memainkan music Banjo dengan beranggotakan Taraat (Riteish Deshmukh), Paper (Aditya Kumar), Vaiya (Ran Menon), dan Grease (Dharmesh Yelande) mereka memutuskan untuk sementara berhenti bermain band.



Chris tiba di Mumbai dia menemui sahabatnya bernama Mickey (Luke Kenny). Chris membicarakan tujuannya untuk menemukan Banjo professional. Dalam pencarian Banjo professional, Chris bertemu dengan Taraat yang menjadi tour guide untuk chris. Di saat itu Chris menanyakan kepada Taraat mengenai orang yang bisa bermain Banjo. Chris tidak menjawab dia hanya diam saja.  Keesokan harinya Banjo berpakaian rapi agar terlihat tampan di mata  Chris. 

Namun Chris tidak menyukai gaya Chris yang rapi dia lebih menyukai gaya Chris apa adanya. Suatu hari Pakya yang merupakan musisi Banjo yang tidak suka dengan Taraat, mendapatkan informasi dari Jagdish bahwa ada seorang wanita dari luar India yang mencari pemain Banjo. Pakya bersama dengan band-nya menampilkan permainan banjo di hadapan Chris dan Micky. Chris menyukai permainan Pakya namun dia tidak suka dengan sifat yang dimiliki Pakya.



Chris mulai merasa putus asa untuk mencari seseorang yang bisa memainkan Banjo. Suatu malam Chris mencari keberadaan Taraat. Saat itu dia mendengar suara music Banjo. Chris berusaha mencari asal music tersebut. Sampai tiba di sebuah ruangan terkejut melihat Taraat bermain Banjo bersama dengan band-nya. 

Chris lalu mengajak kerja sama dengan Taraat dan bandnya. Keesokan harinya Chris berlatih dengan Taraat, Vaiya , Graise, dan Paper berlatih. Awalnya mereka mengalami kesulitan namun perlahan mereka dapat memainkan music yang mereka inginkan. Suatu hari Chris berusaha untuk mendekati label music bernama Mr. Nair untuk dapat bermain di Club namun mendapatkan penolakan. 

Hari berikutnya Chris dan Taraat serta lainnya akhirnya mendapatkan persetujuan dari Mr. Nair tampil di Club namun tanpa bayaran. Permainan mereka rupanya disukai oleh penonton sehingga Mr. Nair menawarkan mereka untuk tampil kali ini dengan bayaran.  Kesuksesan mereka di muat  Koran hingga membuat warga sekitar Taraat merasa bangga kecuali Pakya yang tidak suka dengan kesuksesan mereka.



Suatu hari Mr. Patil yang sudah dianggap ayah oleh Taraat memintanya untuk tampil di hari ulang tahunnya. Di hari ulang tahun Mr. Patil sebuah insiden terjadi saat Taraat ingin memberikan hadiah kepada Mr. Patil dari Mr. Bulani, Patil tertembak dari dua orang pria suruhan dari Pakya yang berniat menembak Taraat yang justru mengenai dirinya. Taraat ditangkap polisi kemudian tidak lama kemudian dia dibebaskan oleh Chris dan Micky. 

Saat keluar dari sel, perselisihan terjadi dimana orang tua Paper dan Vaiya meminta untuk tidak lagi bermain dengan Taraat. Selain itu Taraat berkelahi dengan Greas teman bandnya. Keesokan harinya berusaha untuk membujuk Vaiya dan Paper serta Greas namun tidak disetujui keluarga mereka. Chris lalu menemui Taraat untuk mau membuat satu lagu untuk dapat tampil Soho Music Festival namun Taraat menolak sebab dia tidak ingin meninggalkan mereka. Taraat memohon kepada Chris untuk pergi.




Di rumah sakit, Mr. Patil menjelaskan kepada polisi bahwa bukan Taraat yang telah menembaknya.  Di hari berikutnya ayah Taraat meninggal. Vaiya, Paper dan Greas membantu Taraat melakukan pemakaman ayahnya. Setelah itu mereka berkumpul dan saling memaafkan. Tidak lama kemudian, mereka mendengar kabar bahwa Pakya telah ditangkap polisi atas tindakannya dalam kasus penembakan. Taraat dan lainnya menemui Pakya. 

Saat itu Pakya meminta maaf atas perbuatannya yang telah merusak karir Taraat dan lainnya. Hari berikutnya Taraat, Vaiya, Pape, dan Greas menemui Micky untuk meminta bantuan agar dia dapat tampil di Soho Music Festival. Micky mengajak mereka kembali menemui Mr. Nair agar mau mendukungnya untuk tampil di Soho Music Festival namun Mr. Nair menolak sebab dia menganggap akan merusak nama perusahaannya. 

Taraat emosi dia pun berjanji akan tampil di Soho Music Festival. Di acara music tersebut mereka menerobos masuk menggunakan truck besar dimana Taraat dan lainnya menyanyikan lagu yang membuat para penonton tertuju kepada mereka. Keesokan harinya Taraat menghubungi Chris yang berada di New York. Chris meminta Taraat dan lainnya untuk pergi menuju New York. 

Baca juga: Ashoka Great (2001)


loading...