Kamis, 09 Maret 2017

Sinopsis Lengkap Film Bajrangi Bhaijaan (2015)

Bajrangi Bhaijaan (2015)

Rilis
17 Juli 2015
Negara
India
Bahasa
Hindi
Sutradara
Kabir Khan
Produser
Parveez Shaikh, Salman Khan
Pemeran
Salman Khan, Kareena Kapoor Khan, Harshaali Malhotra, Nawazuddin Siddiqui, Kushaal Pawar, Meher Vij, Kamlesh Gill, Sharat Saxena, Om Puri, Adnan Sami, Alka Kaushal, Krunal Pandit, Rajesh Sharma, Manoj Bakshi, Mursaleen Qureshi, Harssh A. Singh
Music
Pritam, Julius Packiam
Sinematografi
Aseem Mishra
Distributor
Eros International.



Sinopsis Bajrangi Baijan

Di Sultanpur, di sebuah desa para warga sekitar menyaksikan sebuah televisi pertandingan Cricket Pakistan versus India. Diantara mereka terdapat seorang wanita (Meher Vij) sedang mengandung yang menyaksikan pertandingan tersebut. Wanita tersebut melahirkan anak perempuan yang diberi nama Shahida (Harshaalji Malhotra) diambil dari nama pemain cricket Pakistan yaitu Shahid Afridi. 


Shahida kini berusi 6 tahun dia mengalami insiden terjatuh ke jurang. Ibunya dan warga lainnya berusaha mencari keberadaan Shahida yang menghilang hingga akhirnya dia ditemukan tersangkut di sebuah pohon tepi jurang lalu Shahida di selamatkan. Keesokan harinya, Shahida yang tidak bisa berbicara membuat keluarganya mencari cara agar Shahida dapat disembuhkan. 

Seorang pria tua menyarankan agar Shahida dibawa ke tempat suci Hazrat Nizamuddin Auliya di Delhi, namun ayah Shahida yang merupakan mantan anggota militer Pakistan menolak sebab orang India tidak akan pernah memberi Visa. Ibu Shahida tetap memutuskan untuk membawa anaknya ke Delhi.


Di dalam kereta api, Shahida dan ibunya siap kembali ke Pakistan. Sesaat kemudian mesin kereta api mengalami masalah sehingga kereta api berhenti sejenak. Shahida yang terbangun dari tidurnya melihat dari jendela seekor anak kambing. Dia keluar dari kereta dan menghampiri kambing tersebut. Tidak lama kereta api berjalan, Shahida yang tidak bisa berbicara berusaha mengejar kereta api sementara di dalam kereta Ibu Shahida bangun dairi tidurnya dia menyadari Shahida telah menghilang. 

Sampai di perbatasan Shahida terus menangis meminta kepada anggota militer yang berjaga untuk membawanya kembali namun hal itu sulit dilakukan. Beberapa hari kemudian, Shahida berada di Kurukshetra, Haryana India dia bertemu dengan Pawan Kumar Chaturvedi "Bajrangi" (Salman Khan) beragama Hindu. Shahida terus mengikuti Bajrangi kemanapun dia pergi.


Bajrangi membawa Shahida ke kantor polisi tetapi polisi menolak menampungnya. Sehingga akhirnya Shahida dibawa Bajrangi untuk ikut menuju Delhi. Selama perjalanan Bajrangi menceritakan masa lalunya kepada para penumpang yang ada di dalam Bus. 

Flash back, Bajrangi selalu gagal dalam ujian hingga 10 kali. Di ujian ke 11 dia berhasil lulus tetapi ayahnya meninggal. Dia lalu memutuskan untuk pergi menemui Dayanand (Sharat Saxena) untuk menyetujui permintaan ayahnya. Tiba disana dia bertemu dengan Dayanand dan anak perempuannya bernama Rasika (Kareena Kapoor Khan) yang berprofesi sebagai guru sekolah. Dayanand meminta Bajrangi untuk ikut dengan Rasika ke sekolah untuk mengajar. 

Suatu hari Dividi bersama dengan anaknya berkunjung ke kediaman Dayanand dengan maksud membicarakan pertunangan anaknya dengan Rasika. Dihadapan semua keluarga Dayanand dan Dividi, Rasika menjelaskan bahwa dia ingin menikah dengan Bajrangi. Dayanand lalu meminta maaf kepada keluarga Dividi kemudian berjanji akan menyetujui permintaan Rasika asalkan dapat memenuhi syarat pertama yaitu Bajrangi harus memiliki rumah dalam tempo 6 bulan lamanya.


Bajrangi dan Shahida tiba di kediaman Dayanand. Suatu hari Bajrangi kehilangan Shahida saat sedang makan sehingga Bajrangi dan Rasika berusaha mencari. Shahida ditemukan di sebuah rumah seorang muslim yang sedang menikmati hidangan ayam goreng. Di hari berikutnya, Bajrangi mengajak Shahida untuk berdoa di kuil tetapi secara diam-diam Shahida menuju masjid. 

Bajrangi lalu melihat Shahida sedang berdoa di dalam masjid. Setelah itu Bajrangi menjelaskan kepada Rasika bahwa Shahida beragama muslim. Suatu malam di kediaman Dayanand sedang nonton bareng menyaksikan pertandingan cricket India melawan Pakistan. Saat itu Pakistan memenangkan pertandingan sehingga hanya Shahida seorang yang bersuka cita dia lalu mencium bendera Pakistan yang berada di layar TV. 

Bajrangi menghampiri Shahida menanyakan apakah Shahida berasal dari Pakistan lalu Shahida mengangguk. Dayanand dengan nada marah meminta kepada Bajrangi untuk membawa Shahida ke kedutaan Pakistan.


Bajrangi membawa Shahida menuju kedutaan Pakistaan dan saat itu terjadi demo besar-besaran oleh warga India. Bajrangi menemui seorang petugas menjelaskan maksud dan tujuannnya hanya saja Shahida tidak bisa dibawa ke Pakistan sebab dia tidak memiliki Passport. Di hari berikutnya, Bajrangi menuju agent travel atas permintaan dari Ayanand yang menganggap agent tersebut dapat membantu Bajrangi. 

Tetapi sang agent tidak bisa membantu untuk membuatkan passport. Namun sang agent menjelaskan kepada Bajrangi ada seseorang yang akan membantunya dengan bayaran 1,5 lach yang akan membawa shahida ke Pakistan. Tidak lama kemudian  Bajrangi kembali menemui sang agent dan memberikan 1,5 lach dan meninggalkan Shahida kepadanya. 

Ketika meninggalkan tempat tersebut, Bajrangi merasa kasihan dan kehilangan Shahida sehingga dia memutuskan untuk kembali namun saat itu dia melihat Shahida di bawa ke rumah bordil untuk dijual oleh sang agent kepada pemilik tersebut sehingga membuat Bajrangi marah. Dia menghabisi sang agent dan juga anak buah pemilik tempat tersebut. Bajrangi membawa kembali Shahida ke pelukannya.


Bajrangi memutuskan untuk menyebrang ke Pakistan membawa Shahida bertemu keluarganya. Dalam perjalanan di gurun pasir, Bajrangi bertemu dengan Boo Ali yang membawanya menyebrang ke perbatasan Pakistan lewat terowongan. Bajrangi yang merupakan menganut Bajrangbali yang selalu berkata jujur dia tidak ingin kabur begitu saja sehingga dia meminta izin kepada anggota militer yang sedang bertugas. 

Namun Bajrangi beberapa kali tidak diizinkan tetapi dia terus mencoba dan diizinkan masuk ke daerah Pakistan. Tiba di sebuah daerah, Bajrangi dianggap mata-mata India sehingga polisi Pakistan menangkapnya. Kejadian itu diliput oleh Chand Nawab yang berusaha mencari berita. Di kantor polisi, Bajrangi diinterogasi dan saat itu Shahida melihat calendar bergambarkan sebuah bukit dia terus menunjuk gambar tersebut. 

Bajrangi lalu menjelaskan kepada polisi bahwa daerah tempat tinggal Shahida berada di tempat tersebut sambil menunjuk ke kalender. Polisi yang tidak percaya menghampiri Shahida memegang mulutnya sehingga membuat Bajrangi marah dia pun memukuli polisi lalu kabur.


Di dalam bus, Bajrangi menjelaskan kepada kondektur bahwa dia ingin mengantarkan Shahida bertemu dengan keluarganya dan menanyakan lokasi daerah yang ada di kalender yang dibawa oleh Bajrangi. Saat itu Chand Nawab mengikuti Bajrangi dia menyadari bahwa Bajrangi bermaksud baik dan bukan mata-mata India. Chand membantu Bajrangi menjauhi kejaran polisi. 

Tiba di daerah Hazrat Amin Shah Dargah daerah yang dipercaya orang terpisah bisa dipersatukan. Di tempat tersebut, Chand Nawab melakukan liputan untuk disebarkan ke website sehingga Chand Nawab berharap aka nada yang menghubunginya. Malam harinya ketika sedang berada di kedai kopi, Bajrangi dan Shahida melihat rekaman Chand Nawab dan saat itu Shahida melihat ibunya ada di dalam rekaman baru turun dari bus.  

Shahida memberi isyarat kepada Bajrangi bahwa itu ibunya. Keesokan harinya, mereka bertiga menaiki bus yang mengarah Sultanpur. Dalam perjalanan, Chand Nawab membawa Shahida bertemu dengan keluarga sementara Bajrangi ditangkap oleh polisi dia mengalami luka tembak. Bajrangi yang berada di tahanan di siksa oleh polisi.


Suatu hari komisaris polisi Pakistan menghubungi Chand Nawab bahwa dia akan membebaskan Bajrang. Chand Nawab lalu membuat liputan yang di upload dan disaksikan oleh banyak orang baik itu di Pakistan dan India. Chand Nawab menjelaskan bahwa Bajrangi bukanlah mata-mata India melainkan seseorang bersifat mulia yang mengantar pulang Shahida menemui orang tuanya. 

Chand Nawab mengajak warga Pakistan dan India untuk bersama-sama pergi ke perbatasan Narowal untuk memastikan tidak akan ada yang menghentikan Bajrangi menyebrangi perbatasan. Tiba di perbatasan Narowal, ribuan orang telah berada di perbatasan baik itu di India dan Pakistan untuk menyaksikan Bajrangi kembali ke asalanya. 

Bajrangi tiba, dia dibantu oleh warga Pakistan menyebrangi perbatasan setelah menghancurkan gerbang perbatasan. Saat berjalan menuju kawasan India, Shahida yang tidak bisa bicara berusaha memanggil Bajrangi. Hingga akhirnya dia mengeluarkan suara memangil nama “Pawan” sehingga membuat Bajrangi menoleh dan menghampiri Shahida dan memeluknya.

Baca juga: Dilwale Dulhania Le jayenge


loading...

1 komentar :

sinopsis tidak lengkap hingga akhir cerita.