Kamis, 09 Maret 2017

Sinopsis Lengkap Film Haider (2014)

HAIDER (2014)

Rilis
2 Oktober 2014
Negara
India
Bahasa
Hindi
Sutradara
Visal Bhardwaj
Produser
Vishal Bhardwaj, Siddharth Roy Kapoor
Pemeran
Shahid Kapoor, Narendra Jha, Irrfan Khan, Tabu, Shraddha Kapoor, Kay Kay Menon, Kulbhushan Kharbanda, Aamir Bashir, Ashish Vidyarthi, Rajat Bhagat, Ashwath Bhatt, Sumit Kaul
Music
Vishal Bhardwaj
Sinematografi
Pankaj Kumar
Distributor
UTV Motion Pictures.

Sinopsis Haider

Tahun 1995 di Srinagar, India Hilaal Meer (Narendra Jha) seorang dokter membantu mengobati pemimpin anggota pasukan separatis yaitu Ikhlaq Latif di dalam rumahnya hal ini membuat khawatir Ghazala (Tabu) istrinya. Tidak lama kemudian Hilaal mendengar pengumuman bahwa seluruh pria diharapkan berkumpul untuk dilakukan interogasi. 


Saat iu Hilaal menjadi tersangka utama oleh anggota militer India atas tindakannya yang dianggap telah bekerja sama dengan anggota separatis. Meera ditangkap pihak anggota militer dan setelah itu anggota pemberontak yang berada di kediaman Hilaal diserang oleh anggota militer dengan menghancrukan kediaman Hilaal.



Beberapa hari kemudian anak Hilaal dan Ghazala bernama Haider (Shahid Kapoor) kembali ke Shrinagar setelah belajar di Aligarh Muslim University di Islamabad. Haider sempat ditahan namun dia bebas setelah mendapatkan bantuan dari Arshi (Shraddha Kapoor) seorang jurnalist. 

Setelah itu Arshi mengantar Haider menunju kediaman rumahnya yang hancur dan saat itu kakak Arshi yaitu Liyaqat datang meminta Haider untuk tidak mendekati Arshi. Setelah itu, Haider menuju rumah pamannya untuk menemui Ghazala ibunya. Haider terkejut ketika melihat ibunya bernyanyi dan tertawa dengan pamannya Khurram (Kay Kay Menon). 

Dia merasa kesal dengan ibu dan pamannya yang terlihat bahagia dengan kehilangan ayahnya. Haider lalu pergi meninggalkan mereka berdua untuk mencari keberadaan ayahnya. Ghazala dengan wajah sedih berusaha menghentikan Haider tetapi dia tidak dapat mencegah Haider.

Baca juga film Shraddha Kapoor lainnya "Klik Disni"


Suatu hari dalam pencariannya, dia kembali bertemu dengan pamannya yaitu Khurram dia menjelaskan bahwa dia mengikuti pemilu agar dapat menemukan ayahnya. Haider menjelaskan bahwa dia sudah memulai pertempuran tersebut mencari keberadaan ayahnya dia lalu meninggalkan pamannya. 

Haider mencoba menggali informasi mencari tahun tempat ayahnya dipenjara dengan bertanya kepada petugas polisi tetapi dia selalu gagal. Beberapa hari kemudian Khurram memenangkan pemilu kini dia menjadi pemimpin Kahsmir. Suatu hari Arshi bertemu dengan pria bernama Roohdar (Irrfan Khan) menjelaskan bahwa dia ingin memberikan pesan kepada Haider dari ayahnya. 

Roohdar lalu memberikan nomor handphone miliknya kepada Arshi. Keesokan harinya Haider yang ditemani oleh Arshi menghubungi Roohdar. Roohdar lalu meminta Haider untuk menemuinya di pusat kota di jembatan Zaina Kadal esok hari jam 9 pagi. Keesokan harinya Haider menuju tempat tersebut tetapi dia ditangkap untuk di bawah ke sebuah rumah dekat pemakaman di sanalah dia bertemu dengan Roohdar.



Roohdar menceritakan tentang ayahnya. Roohdar adalah satu tahanan dengan ayahnya. Suatu hari mereka dipindahkan ke kamp lain untuk diinterogasi di pulau Bo Bo, hotel 6 Faraz Cinema. Saat itu mereka melihat Khurram yang mengintim dari kejauhan. Khurram merupakan sosok yang menghianati ayahnya. Khurram bertugas mengurus hampir semua kasus penangkapan atau penahanan militer di Kashmir. 

Melalui bantuan Khurram, militer India membentuk milisi untuk membunuh para militant sebuah pasukan tandingan pemberontakan bernama Ikhwan Ul Mukhbireen. Di dalam penjara, Hilaal meminta kepada Roohdar jika bebas untuk dapat menyampaikan pesan kepada Haider membalaskan penghianatan yang dia terima kepada Khurram yang telah menjebak ibunya. 

Di hari berikutnya Roohdar dan Hilaal diserahkan kepada pasukan Mukhbireen yang kemudian membawa keduanya di sebuah jembatan dan menembak keduanya lalu membuangnya ke sungai. Dinginnya air membantu menghentikan pendarahan Roohdar sementara ayahnya tewas setelah itu penampang pasir menyelamatkan Roohdar.



Haider menuju tempat kuburan ayahnya dia terus menangis. Di lain tempat duo Salman teman dekat yang terus mengikuti gerak gerik Haider memberitahu Khurram dan ayah Arshi yaitu Pervez Lone (Lalit Parimoo) tentang pertemuan Haider dengan Roohdar. Perver Lone mendekati Arshi dengan maksud menggali informasi mengenai Haider dan Roohdar. 

Suatu hari di hari pernikahan Khurram dan Ghazala dia memberikan persembahan drama mengenai kisah ayahnya dengan Roohdar. Khurram mengetahui bahwa Haider memiliki pistol pemberian Roohdar setelah itu Pervez Lone dengan pasukannya mengejar Haider yang berusaha melarikan diri tetapi Haider berhasil ditangkap. Malam harinya, Arshi merasa kesal dengan perbuatan ayahnya yang telah memanfaatkan kepercayaannya. 



Keesokan harinya Haider berhasil lolos dia pun membunuh duo Salman yang hendak membawanya pergi. Setelah itu dia menghubungi Ghazala ibunya untuk berpisah.  Ghazala meminta Haider untuk bertemu dengannya sekali saja di rumah lamanya yang telah hancur. Haider bertemu dengan ibunya yang menceritakan kronologis kejadian ayahnya yang ditangkap. 

Saat ayahnya mengobati pemimpin anggota separatis, Ghazala memberitahu Khurram mengenai informasi tersebut karena dia merasa takut. Hal ini membuat Haider merasa kesal dengan ibunya. Ibunya memint permintaan terakhirnya kepada Haider untuk membunuhnya. 

Saat pistol Haider menempel di dahi ibunya, polisi datang yaitu Pervez Lone dan Haider terkejut dengan kehadirannya dia pun menembak Pervez hingga tewas. Kematian ayahnya membuat Arshi menjadi depresi diapun melakukan bunuh diri. Haider yang berada di kediaman dekat pemakan. Dia terkejut setelah melihat mayat Arshi hendak di kebumikan. 



Haider menghampiri pemakaman tersebut dan saat itu dia bertemu dengan Liyaqat Lone kakak Arshi sehingga terjadi perkelahian. Liyaqat tewas terbunuh setelah kepalanya membentur batu nisan. Haider lalu membawa mayat Arshi menuju kediaman dekat pemakaman. Tidak lama kemudian Khurram bersama pasukannya menyerang Haider dan lainnya sehingga terjadi baku tembak.  

Tidak lama Ghazala hadir dia melakukan bom bunuh diri dihadapan Khurram dan pasukannya. Melihat kejadian itu Haider merasa sedih dia menghampiri ledakan tersebut dan dia bertemu dengan Khurram yang masih selamat dengan kondisi tubuh memperihatinkan. Khurram meminta Haider untuk segera menghabisi nyawanya tetapi haider membiarkannya pergi sehingga Khurram merasa tersiksa menahan rasa sakit yang dia terima.

Baca juga film Shahid Kapoor lainnya klik disini


loading...