Rabu, 29 Maret 2017

Sinopsis Lengkap Film Piku (2015)

Piku (2015)

Rilis
8 Mei 2015
Negara
India
Bahasa
Hindi, English, Bengali
Sutradara
Shoojit Sircar
Produser
N.P. Singh
Pemeran
Deepika Padukone, Irrfan Khan, Amitabh Bachchan, Jisshu Sengupta, Akshay Oberoi, Balendra Singh, Moushumi Chatterjee, Swaroopa Ghosh, Raghuvir Yadav, Rupsa Banerjee
Music
Anupam Roy
Sinematografi
Kamaljeet Negi
Distributor
Yash Raj Films.


Sinopsis Piku

Piku Banerjee (Deepika Padukone) adalah seorang arsitektur di Delhi. Memiliki seorang ayah Bhashkor (Amitabh Bachchan) yang memiliki masalah dengan sembelit dan Bhashkor memiliki temprament yang tinggi. Ibu Piku sudah meninggal sehingga dia sangat peduli terhadap ayahnya terutama dalam hal kesehatannya. Suatu ketika Piku sedang melakukan meeting di kantornya, Piku mendapatkan pesan dari ayahnya masalah BAB sehingga Piku harus membatalkan meeting yang tengah dia jalani. 

Sementara itu pemilik perusahaan Taxi Rana Chaudhary’s (Irrfan Khan) sedang adu mulut dengan pengendara lain setelah karyawan Taxinya mengalami tabrakan setelah karyawannya tersebut mengantar Piku bekerja. Piku yang tiba di rumah mulai beradu argument dengan ayahnya masalah kesehatanannya apalagi masalah baru muncul setelah pembantu rumah tangga mereka mengeluh kepada Piku sebab ayahnya menganggap dia ingin mencuri dan dia meminta kepada Piku untuk berhenti dan meminta gaji pesangonnya.



Piku menemui seorang pria Aniket (Akshay Oberoi) di restaurant. Pada saat itu ayahnya menelepon membicarakan masalah BAB sehingga membuat Aniket merasa tidak nyaman. Piku tidak lama meninggalkan Aniket dengan wajah penuh emosi dan dia lalu pergi bersama dengan rekan kerjanya Syed Afroz (Jisshu Sengupta). Di hari berikutnya Rana datang ke kantor Piku untuk membicarakan masalah sopirnya yang selalu bermasalah jika mengantar Piku. 

Beberapa hari kemudian Bhashkor kedatangan Nobendu untuk membicarakan soal penjualan rumah Champakunj di Kolkata namun dia merasa terganggu dan memintanya pergi. Keesokan harinya Piku dan ayahnya sibuk membicarakan masalah rumah di Kolkata dimana ayahnya tetap tidak ingin menjual rumah tersebut dan dia memutuskan akan pergi ke Kolkata menuju rumah tersebut. di saat itu juga, Dr. Srivastava (Raghuvir Yadav) memberikan koran kepada Bhaskhor berita mengenai kakek asal Jepang yang sudah berumur Asaako yang masih naik sepeda yang umurnya menginjak 99 tahun.


Setelah melihat berita tersebut,  Bhaskhor bertemu dengan penjual koran di depan rumahnya yang sedang naik sepeda. Bhaskhor lalu meminjam sepeda miliknya dan menggunakannya. Piku bertemu dengan Rana yang membicarakan masalah kondisi mobilnya yang rusak sehingga terjadi perdebatan dan Piku berjanji tidak menggunakan Taxi-nya dan akan menggunakan Bemo. Sebelum Rana pergi, Rana mengatakan kepada Piku terus menggunakan Taxi. 

Suatu hari Rana menghubungi Piku untuk menggunakan taxinya namun Piku dengan nada marah tidak akan menggunakan Taxi dia akan menggunakan Bemo. Tidak lama ayah Piku akan pergi ke pesta Bibi Chobi dengan menggunakan Taxi sehingga Piku menghubungi Rana untuk memesan Taxi. Sehari kemudian, Ayah Piku kondisi tubuhnya menurun akibat banyak menengguk minuman beralkohol di pesta semalam sehingga membuat Piku panic dan dirawat dengan itensif oleh Dr. Srivastava.


Di hari berikutnya Ayah Piku mulai kembali pulih dan dia meminta kepada Piku untuk pergi ke Kolkata menggunakan mobil dan tidak ingin menggunakan pesawat dan kereta api. Piku menghubungi Rana memesan Taxi untuk besok pagi. Rana meminta anak buahnya bahwa ada jadwal mengantar keluarga Piku namun semuanya berwajah murung sebab mereka memahami selalu akan timbul masalah jika bersama dengan Piku. 

Keesokan paginya sopir Taxi tidak kunjung datang sehingga Piku menghubungi Rana. Rana berusaha menghubungi karyawannya namun nomor yang dihubungi tidak ada yang aktif sehingga dia memutuskan untuk mengantar mereka. Tiba di kediaman Piku, dia mulai menyadari mengapa karyawannya tidak ingin mengantar keluarga Piku dimana Piku dan ayahnya selalu berdebat belum lagi Rana harus menemui ayahnya yang sensitive.


Dalam perjalanan menuju Kolkata, Piku dan ayahnya ditemani oleh asisten ayahnya yaitu Budhan (Balendra Singh). Mereka akan melalui rute perjalanan Noida, jalan raya Yamuna, Bypass Agra, Firozabad, Kanpur, Bypass Allahabad, Banaras, Mugalsarai, Gaya, Assansol, Durgapur, dan Kolkata. Dalam perjalanan mereka berhenti sejenak dan saat itu ayah Piku menemukan pisau di belakang mobil dan meminta kepada Rana untuk membuangnya namun Rana tidak ingin membuang pisau tersebut.

Sehingga terjadi perdebatan dan membuat mereka terdiam sejenak di pinggir jalan. Hingga akhirnya Rana membuang pisau tersebut. Mereka kembali melanjutkan perjalanan dan tiba di persinggahan berikutnya mereka beristirahat sejenak. Di saat itu, Rana membawakan daun kemangi dan daun mint untuk ayah Piku agar merebusnya agar BAB –nya lancar.


Tiba di Banaras, mereka menginap di sebuah hotel dan saat itu Rana meikmati malam bersama dengan Piku. Keesokan harinya, Rana menanyakan cara BAB ayah Piku dengan menjelaskan perbedaan gaya Barat yang selalu duduk dan gaya India cara jongkok. Rana menyarankan agar ayah Piku belajar untuk jongkok. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan dan ketika itu Piku yang membawa mobil tersebut namun ayahnya marah sehingga membuat Piku ngambek dan berhenti sejenak di pinggir jalan. 

Rana membujuknya sehingga perjalanan dilanjutkan kembali. Tiba di Kolkata mereka sampai di rumah mereka. Di hari berikutnya Rana kembali menyarankan kepada ayah Piku agar mengunyah makanan layaknya seperti Sapi sehingga pencernaan akan menjadi sehat dan pembuangan kotoran dalam tubuh menjadi lancar. Usai sarapan pagi, Piku dan Rana menikmati kota Kolkata.


Ketika Rana dan Piku kembali, ayah Piku menanyakan penyebab kematian ayah Rana yang mengalami kanker tenggorokan. Saat itu terjadi perdebatan dimana Ayah Piku menganggap  Rana telah menyiksa ayahnya dimana Ayah Rana di rawat di ICU lalu di ventilator dan Ayah Piku tidak menerima hal tersebut dengan menganggap perawatan di ventilator penyiksaan bagi ayahnya dan mempertanyakan Rana mengizinkan pihak rumah sakit mengizinkannya. 

Rana menjelaskan itu atas permintaan dokter untuk kebaikan ayah Rana. Rana mulai kesal mendengar ayah Piku tidak berhenti menyalahkannya dia pun mulai memutuskan untuk kembali ke Delhi. Ketika Rana hendak pergi, ayah Piku meminta tolong kepada Rana agar memperbaiki mesin pemompa air agar air dapat mengalir. Rana mendengarkan permintaan ayah Piku. Setelah memperbaiki mesin tersebut Rana pun pergi meninggalkan Kolkata.


Sementara itu Nobendu datang menemui keluarga Piku untuk menanyakan apakah rumah tersebut akan dijual dan Piku menjelaskan bahwa dia tidak akan menjual rumah tersebut. Keesokan harinya Ayah Piku bermain sepeda menikmati udara pagi kota Kolkata hal tersebut membuat Piku Panik dan dia marah kepada ayahnya ketika dia tiba di rumah. Piku kesal sebab dia memikirkan masalah kesehatannya. Usai melakukan BAB, ayah Piku menjelaskan kepada Piku bahwa hal tersebut merupakan BAB terbaik yang pernah dia lakukan. 

Dia melanjutkan bahwa dia mengetahui bahwa Piku marah khawatir mengenai kesehatannya namun jalan setiap orang sudah ditentukan. Keesokan harinya Ayah Piku meninggal di tempat tidurnya sehingga membuat Piku merasa sedih. Piku lalu menanyakan kematian kepada Dr. Srivastava. Dimaan Dr. Srivastava menjelaskan kepada Piku bahwa kematian ayahnya bahwa terkena penyakit jantung Aritmia dimana pada dasarnya jantung tidak teratur atau Sleep Apnea

Beberapa hari kemudian Piku kembali ke Delhi dan menemui Rana untuk memberikan uang penyewaan Taxi dan memberitahukan kematian ayahnya. Keesokan harinya Rana dan Piku di pagi hari sedang bermain bulutangkis di kediaman Piku dan saat itu datang pembantu lama Piku yang meminta pekerjaan dan Piku memberikan pekerjaan tersebut lalu melanjutkan permainan bulutangkis bersama dengan Rana.


loading...