Selasa, 21 Maret 2017

Sinopsis Lengkap Film Raanjhanaa (2013)

Raanjhanaa (2013)

Rilis
28 Juni 2013
Negara
India
Bahasa
Hindi
Sutradara
Anand L. Rai
Produser
Anand L. Rai, Krishika Lulla
Pemeran
Dhanush, Sonam Kapoor, Mohammed Zeeshan Ayyub, Swara Bhaskar, Abhay Deol, Shilpi Marwaha, Kumud Mishra, Suraj Singh
Music
A.R. Rahman
Sinematografi
Natarajan Subramaniam
Distributor
Eros International.


Sinopsis Raanjhanaa

Kundan Shankar (Dhanush) hidup dari keluarga Tamil Hindu yang tinggal di Varanasi. Sejak kecil, Kundan menyukai wanita Zoya Haider (Sonam Kapoor) seorang wanita muslim yang tinggal dekat kediamannya. Tumbh dewasa, kundan yang memasuki masa SMA terus berusaha untuk meluluhkan hati Zoya. Suatu ketika Kundan menyayat tangannya kepada Zoya untuk membuktikan cintanya. Zoya yang melihat hal tersebut memuluk Kundan lalu membawanya ke rumah sakit. 

Mengetahui Zoya dekat dengan Kundan, ayahnya mengirim Zoya menuju Aligarh untuk tinggal bersama dengan bibinya. Mengetahui hal ini, Kundan berusaha menemui Zoya yang hendak pergi menuju Aligarh dengan menggunakan kereta api. Namun Kundan gagal menggapai Zoya. Beberapa tahun kemudian, Kundan mendapatkan kabar bahwa Zoya akan datang. Kundan menuju stasiun untuk bertemu dengan Zoya. Tetapi saat bertemu dengan Zoya, Zoya mengabaikan Kundan.


Suatu hari Zoya telah mengenalinya, Kundan mengajakanya bertemu dan saat itu dia mengajaknya menikah hingga membuat Zoya merasa shock. Zoya menjelaskan bahwa dirinya tidak menyukai Kundan. Beberapa hari berselang, Zoya akan dijodohkan dengan seorang dokter. Zoya yang tidak ingin dijodohkan dan dia meminta bantuan kepada Kundan. 

Kundan bersama dengan sahabatnya Murari (Mohammed Zeeshan Ayyub) dan Bindiya (Swara Bhaskar). Bindiya berpura-pura sakit lalu dibawa menemui dokter yang akan dijodohkan oleh Zoya. Murari dan Kundan lalu memotret Bindiya yang berusaha memeluk sang dokter. Setelah itu foto-foto kemesraan Bindiya dengan dokter lalu ditunjukkan kepada ayah Zoya sehingga hubungan pertunangan dibatalkan.


Kundan membonceng Zoya dan saat itu Zoya bercerita mengenai seorang pria yang dia sukai pria bernama Akram Zaidi (Abhay Deol). Mereka bertemu saat kuliah di Jawaharlal Nehru University (JNU). Mendengar hal ini Kundan cemburu dia melampiaskan kemarahannya dengan menyeburkan dirinya dengan Zoya lalu meninggalkan Zoya sendiri. Kundan yang merasa patah hati melakukan tindakan bodoh dengan menyayat tangannya. Murari menemukan Kundan dalam kondisi lemas sehinggga dia langsung membawa Kundan ke rumah sakit.  

Tidak lama kemudian, Zoya mengajak Kundan bertemu. Zoya merasa kesal dengan perbuatan yang telah dilakukan Kundan. Kundan lalu meminta maaf kepada Zoya. Suatu hari Kundan menemui ayah Zoya untuk memohon agar mengizinkan Zoya menikahi pria yang dia cintai yaitu Akram. Beberapa hari kemudian, Zoya datang menemui Kundan untuk mengucapkan terima kasih sebab ayahnya telah menyetujui pernikahan dirinya dengan Akram. Hal ini membuat Kundan berjanji kepada Zoya bahwa dia akan menikah di hari pernikahan Zoya. Kundan lalu pergi menemui Bindiya untuk mengajaknya menikah.


Di hari pernikahan Zoya dan Akram tiba-tiba Kundan datang dengan membawa koran dengan wajah penuh kemarahan. Kundan menunjukkan koran tersebut kepada ayah Zoya dimana di koran tersebut menjelaskan bahwa Akram beragama hindu. Malam harinya Kundan merenung, tiba-tiba dia dihampiri oleh Murari yang menjelaskan bahwa Zoya menyayat tangannya dan dilarikan ke rumah sakit sementara Akram dipukuli oleh Nawaz dan Guddu dia dibuang di dekat rel kereta api. 

Kundan dan Murari menemukan Akram yang sudah tidak berdaya sehingga mereka berdua membawa Akram ke rumah sakit. Setelah itu Kundan dan Murari menuju rumah sakit tempat Zoya di rawat hingga dia melupakan hari pernikahannya. Ayah Zoya mengingatkan pernikahan Kundan sehingga Kundan dan Murari menuju kediaman Bindiya namun suasana berubah keluarga Bindiya marah kepada Kundan yang telah mempermainkan Bindiya.


Akram kembali ke tempat asalnya bersama orang tuanya, kemudian Kundan berjanji kepada Zoya akan mengantarnya menemui Akram. Tiba di Akram, Zoya dan Kundan terkejut ternyata Akram sudah meninggal. Kundan merasa bersalah atas kematian Akram sementara Zoya yang merasa sedih pergi menuju Delhi melanjutkan perjuangan Akram dalam memimpin partai yang telah dibangun olehnya. 

Beberapa hari kemudian, Kundan menuju Delhi untuk bertemu dengan Zoya. Kundan yang masih menyimpan rasa bersalah hanya bisa terdiam ketika bertemu dengan Zoya. Suatu hari Kundan diterima oleh partai yang menaungi Zoya sebagai tenaga bantu. Tidak lama kemudian, Rashmi (Shilpi Marwaha) datang dan menjelaskan kepada anggotanya bahwa partai mereka akan tetap mengikuti pemilu dengan dipimpin oleh Zoya yang menggantikan posisi Akram.


Suatu ketika para petani menahan seorang anggota polisi dan Zoya bersama dengan anggotanya berusaha untuk menemui para petani hanya saja mendapatkan halangan dari pihak polisi. Kundan lalu mengajukan diri kepada polisi untuk dapat berbicara dengan para petani. Usaha Kundan berhasil dia pun dapat menenangkan para petani sehingga dia dapat membebaskan tawanan polisi yang ditahan oleh para petani. 

Sejak saat itu Kundan membawa pengaruh besar untuk partai dia dielu-elukan oleh anggota lainnya hanya saja Zoya tetap tidak ingin mengajaknya berbicara. Suatu hari, Kundan bersama dengan anggota lainnya bertikai dengan anggota polisi yang merupakan orang suruhan anggota parlemen bernama Gupta. Kejadian itu membuat Kundan dan anggota lainnya di rumah sakit. Suatu ketika Zoya bertemu dengan CM yang merupakan pimpinan dari Gupta. 

Dia meminta kepada Zoya agar meminta Kundan bergabung dengan partai mereka. Zoya menolak dia berusaha pergi namun CM berusaha untuk merayu Zoya dengna memancing emosinya mengungkit kepergian Akram yang disebabkan oleh Kundan. Zoya akhirnya berubah pikiran dia bekerja sama dengan CM. CM meminta Zoya untuk menghabisinya saat kampanya terakhir.


Beberapa hari kemudian, di hari terakhir kampanye Zoya dengan wajah sedih menjelaskan bahwa dia telah jatuh hati kepada Kundan. Zoya meminta Kundan untuk pergi tetapi Kundan tidak ingin pergi dia memutuskan tetap berpidato dalam kampanye. Saat Kundan berkampanye sebuah ledakan kecil terjadi sehingga terjadi kepanikan lalu Kundan ditembak oleh seseorang dan dilarikan ke rumah sakit. Penembakan yang dialami Kundan terseba. Bindiya dan Murari mendapatkan informasi Kundan dari televisi keduanya memutuskan untuk ke rumah sakit melihat kondisi Kundan. 

Sementara itu CM bersama dengan Zoya dan Gupta memberikan kejelasan di hadapan media terkait insiden yang terjadi. CM menyatakan bahwa dia tidak mungkin melakukan hal tersebut sebab mereka berada di kursi yang sama. Lalu CM meminta Zoya berbagi cerita. Zoya lalu menjelaskan bahwa kejadian saat kampanye merupakan aksi yang dilakukan oleh CM dan Gupta serta dia menyebutkan namanya. 

Zoya lalu pergi meninggalkan konferensi pers dan saat dia keluar dia bertemu dengan polisi yang menjelaskan kepada Zoya bahwa tidak mungkin Kundan dapat pergi ke kampanya sebab dia telah memberitahu Kundan bahwa akan terjadi ledakan kecil disana. Zoya menangis lalu dia meminta untuk diantarkan ke rumah sakit. Tiba di rumah sakit, Zoya mendapatkan kabar bahwa Kundan telah meninggal.


loading...