Senin, 12 Juni 2017

Sinopsis Lengkap Film 1971 Beyond Borders (2017)

1971 Beyond Borders (2017)

Rilis
7 April 2017
Negara
India
Bahasa
Malayalam
Sutradara
Major Ravi
Produser
Haneef Mohammed
Pemeran
Mohanlal, Allu Sirish, Arunoday Singh, Sudheer Karamana, Asha Sarath, Priyanka Agrawal, Saiju Kurup, Krishna Kumar, Zoya Zayed Khan, Kannan Pattambi, Deepak Jethi, Souparnika Subhash
Sinematografi
Sujith Vaassudev
Distributor
Red Rose Creations



Sinopsis 1971 Beyond Borders

Tahun 2017, di Georgia tim Batalyon Pakistan yang dipimpin oleh Colonel Ajmal (Deepak Jethi) diserang oleh sekelompok terrorist tidak lama mereka mendapatkan bantuan dari tim batalyon India yang dipimpin oleh Colonel Mahadevan (Mohanlal).  Mahadevan mengundang Batalyon Pakistan untuk hadir di acara mereka. Di acara tersebut, Ajmal meminta izin untuk memberikan pidato.




Ajmal menjelaskan dia berterima kasih kepada tim batalyon India di tahun 1971 setelah mereka menemukan mayat ayahnya Colonel Muhammed Akhram Raja (Arunoday Singh) dimana dalam sakunya dia menemukan secarik kertas yang membuktikan kejujuran dalam berperang dari sosok  Major Sahadevan (Mohanlal). Mahadevan menghampiri Ajmal menjelaskan bahwa Sahadevan adalah ayahnya dan dia masih hidup.




Di tempat lain Sahadevan bersama dengan cucunya menuju ke makam Colonel Raja setelah itu dia menceritakan peperangan yang terjadi di tahun 1971. Di tahun 1971, Sahadevan harus meninggalkan istri dan anaknya untuk menjalani tugas sementara di Pakistan, Raja harus meninggalkan istrinya yang sedang mengandung.




Di kamp Negara India, captain Aadhiselvam (Sudheer Karamana) meminta kepada Sahadevan untuk melakukan operasi pengintaian dengan dukungan artileri. Sementara pihak Pakistan, Raja memerintahkan pasukannya untuk menaklukkan daerah Basanthar sebelum pasukan India tiba. Suatu hari, pasukan Sudharshan (Krishna Kumar) diserang oleh pasukan Pakistan dan membunuh Sudharshan secara kejih.




Raja bertemu dengan pimpinan perang yang menyesalkan perbuatan keji terhadap tentara India sehingga membuatnya marah. Pimpinan perang Pakistan marah terhadap sikap Raja diapun membunuh tentara India yang ditahan. Sementara itu pihak India yang dipimpin oleh Sahadevan melakukan penyerangan dan mereka menaklukkan sebagian pasukan Pakistan. Suatu hari, Letnan Chinmay (Allu Sirish) bersama dengan rekannya memeriksa keadaan daerah gurun dengan menggunakan tank.




Di saat itu mereka bertemu dengan pasukan tanker dari Pakistan. Pasukan Pakistan memancing Chinmay sehingga dia terperangkap dan dia bersama dengan lainnya tewas terbunuh. Melihat kematian Chinmay, Raja mengumumkan untuk melakukan gencatan senjata tidak resmi selama 30 menit sehingga membuat marah pimpinan perang dia pun menginginkan menghancurkan seluruh pasukan India. Sesaat kemudian, Sahadevan dan pasukannya menemukan mayat Chinmay yang membuat Sahadevan merasa terpukul dia pun menyemayamkan mayat Chinmay.




Hingga suatu malam pertempuran besar terjadi antara pasukan India dan Pakistan. Banyak korban berjatuhan baik itu dari pihak Pakistan maupun pihak India. hingga akhirnya Major Sahadevan dan Colonel Raja. Mereka berdua pun bertempur secara sengit. Dalam pertempuran Sahadevan menjelaskan kepada Raja bahwa dia tidak ingin bermusuhan denganmu hanya saja perbedaan seragam ini yang membuat kita bermusuhan.




Pertempuran tetap berlangsung hingga akhirnya sebelum matahari terbenam colonel Raja tewas. Setelah meninggalnya Raja, Sahadevan mendengar radio bahwa seluruh unit untuk melakukan gencatan senjata setelah Pakistan menyerah dan pasukan Pakistan yang ditahan diperlakukan dengan kemanusiaan dan kehormatan. Mendegar hal ini membuat Sahadevan merasa terkejut sebab mereka telah menewaskan pasukan Pakistan.




Sebelum Sahadevan pergi, dia mengambil topi milik colonel Raja sebab dia berjanji setiap tahun tepat tanggal 17 Desember Sahadevan akan menitikan air mata untuk mengenang seorang prajurit pemberani seperti colonel Raja dan dia menuliskan surat  yang menjelaskan bahwa negaranya harus mengetahui keberaniannya. Sahadevan memasukan surat tersebut ke dalam saku Colonel Raja kemudian menyemayamkan mayat-mayat prajurit India yang tewas lalu pergi.


loading...