Kamis, 22 November 2018

Sinopsis Lengkap Film The Sum of All Fears (2002)

The Sum of All Fears (2002)

Rilis
29 Mei 2002
Negara
Amerika Serikat
Bahasa
Inggris
Sutradara
Phil Alden Robinson
Produser
Mace Neufeld
Pemeran
Ben Affleck, Alan Bates, Morgan Freeman, Philip Baker Hall, James Cromwell, Ron Rifkin, Bridget Moynahan, Bruce McGill, Liev Schreiber
Sinematografi
John Lindley
Distributor
Paramount Pictures.

Plot


Di tahun 1973, selama perang Yom Kippur, jet A-4 Skyhawk Israel membawa senjata nuklir ditembak jatuh. 29 tahun berikutnya kolektor memo Suriah menjelaskan bom besar yang belum meledak terkubur di ladang di Dataran tinggi Golan. Dia menjualnya ke pedagang senjata pasar gelap di Afrika Selatan bernama Olson.


Dia menjualnya ke kelompok sayap kanan dipimpin miliarder Austria Richard Dressler yang bertujuan memulai perang nuklir antara AS dan Rusia yang akan menghancurkan keduanya dan meninggalkan fasisme Eropa bersatu memerintah dunia. Jack Ryan dipanggil Direktur CIA, Wiliam Cabot menemaninya ke Rusia bertemu Presiden Nemerov.
Di Moskow, Ryan dan Cabot diizinkan memeriksa fasilitas senjata nuklir Rusia seperti yang ditentukan perjanjian START, dimana Ryan melihat tidak adanya 3 ilmuwan yang terdaftar dalam daftar fasilitas. Cabot mengirimkan John Clark ke Rusia. Clark melacak para ilmuwan yang menghilang ke bekas fasilitas militerr Soviet di negara Ukraina, Cabot mencurigai mereka membangun senjata nuklir Rahasia yang mampu digunakan Rusia.

Ryan dan rekannya mendapati peti dari fasilitas di Ukraina diterbangkan ke kepulauan Canary, selanjutnya dikirim ke Baltimore dengan menggunakan kapal kargo. Ryan memperingatkan Cabot di Baltimore dengan Presiden mengenai ancaman bom. Presiden dievakuasi sebelum bom tersebut diledakkan, namun kota hancur dan Cabot terbunuh.
Jenderal Angkatan Udara Rusia yang korup yang dibayar Dressler mengirim Tu-22M menyerang USS John C. Stennis di bagian laut utara. Ryan memahami bahwa tanda isotop dari titik ledakan nuklir telah diproduksi di Situs Sungai Savannah di tahun 1968, bukti yang tampak membebaskan Rusia.

Di Suriah, Clark melacak Ghazi orang yang menemukan bom, kini tewas karena paparan radiasi. Dia memberi tahu Clark, dia menjual bom ke Olson yang tinggal di daerah Damaskus. Rekan Ryan di Langley menyusup ke komputer Olson mengunduh file yang melibatkan Dressler sebagai orang yang membeli plutonium dan berada di belakang serangan Baltimore.
Ryan mencapai pusat Komando Militer Nasional di Pentagon, menyampaikan pesan kepada Nemerov menjelaskan dia tahu Rusia tidak berada di balik serangan, sementara juga meminta Nemerov mundur dari pasukannya sebagai itikad baik. Nemerov setuju melakukannya ketika Presiden Fowler mengikuti. Para peserta dalam konspirasi termasuk di dalamnnya Dressler, terbunuh. Presiden Fowler dan juga Nemerov mengumumkan langkah baru melawan proliferasi nuklir dalam pidato bersama.


Loading...