Kamis, 31 Januari 2019

Sinopsis Lengkap Film Turbulence (1997)


Turbulence (1997)

Rilis
10 Januari 1997
Negara
Amerika Serikat
Bahasa
Inggris
Sutradara
Robert Butler
Produser
Davis Valdes, Martin Ransohoff
Pemeran
Ray Liotta, Hector Elizondo, Lauren Holly
Music
Shirley Walker
Distributor
MGM Distribution Co.

Plot Turbulence


Usai Weaver ditangkap atas pembunuhan yang dia katakan tidak melakukannya, Weaver dibawa ke Los Angeles untuk diadili. Dan tahanan lain Stubbs, dikawal 4 marsekal AS dengan Boeing 747-2000 penerbangan komersial yang hanya 11 orang di dalamnya. Selama penerbangan, Stubbs membebaskan diri memanfaatkan kamar mandi memulai baku tembak dengan Marshall meninju badan pesawat yang memicu ledakan dekompresi.


Captain ditembak mati dan Petugas pertama dibunuh. Weaver membebaskan diri berusaha menyelamatkan marshall namun gagal. Karena kematian pilot, Teri seorang pramugari menuju kokpit mengetahui dia satu-satunya yang tersisa yang bisa menjaga agar 747 tidak menabrak. Weaver yang terkadang menderita gangguan saraf mengunci penumpang di kabin kru dan mencekik Maggie pramugari lainnya hingga mati. Dia menghubungi pusat kendali LAX FBI dan mengancam menabrakkan 747 ke fasilitas mereka sebab dia dalam misi bunuh diri.

Teri harus diinstruksikan radio bagimana cara mendarat. Usai pesawat nyaris tidak selamat dari turbulensi selama badai, upaya Teri tidak berhasil, 747 menyisir atap gedung restauran dan parkir mobil sebab Weaver mengubah sirkuit di teluk avionik. Dia selanjutnya memutar pesawat meninggalkan wilayah udara LA. Kepala bandara LAX mengirimkan jet Angkatan Laut untuk menembak jatuh 747.

Teri memohon LAX tidak menembak jatuh sebab usaha pertamanya gagal disebabkan Weaver dan bersikeras dia dapat mendaratkan pesawat. Weaver menerobos masuk dalam kokpit dengan kapak berusaha membunuhnya namun F-14 Tomcat menembak jatuh SUV sebagai gantinya dan 747 diguncang memberikan kesempatan Teri menyerang, meraih senjata dan Weaver menyerang saat dia mendapati peluru.

Weaver menjelaskan dia tidak akan membunuhnya sebab dia tidak percaya terhadap hukuman mati, namun kemudian dia berubah pikiran. Kemudian memeras pelatuknya dengan harapan pistolnya padam, namun akhirnya berhasil menembak Weaver dan membunuhnya. Teri kembali menuju kursi pilot dan mendarat dengan aman meskipun Weaver bangga bahwa dia membunuh mereka semua, kru dan penumpang lainnya ditemukan keadaan hidup.


Loading...