Jumat, 12 April 2019

Sinopsis Lengkap Film The Advocate: A Missing Body (2015)

The Advocate: A Missing Body (2015)

Rilis
8 Oktober 2015
Negara
Korea Selatan
Bahasa
Korea
Sutradara
Huh Jong-Ho
Produser
Lim Sang-Jin, So Yoon-Sung, Kim Hyun-Jung, Lim Sang-Jin
Writer
Huh Jong-Ho, Lee Kong-Joo, Choi Kwan-Young
Pemeran
Lee Sun-Kyun, Kim Go-Eun, Jang Hyun-Sung, Kim Yoon-Hye, Choi Jae-Woong
Sinematografi
Kim Ji-Yong
Distributor
CJ Entertainment.

Plot The Advocate: A Missing Body

Di dalam persidangan pengacara Byeon Ho-Sung (Lee Sun-Kyun) menangani kasus perusahaan obat Romix yang digugat oleh salah seorang wanita yang mengaku menjadi korban dari obat tersebut. Ho-Sung yang menjadi pengacara perusahaan tersebut mengeluarkan pendapatnya sehingga membuat Hakim mulai berpihak kepada Ho-Sung.


Usai persidangan, pengacara dari korban menjelaskan kepada para journalist bahwa dia tidak menyetujui penghakiman kali ini, dia memohon kembali penghakiman kepada pengadilan. Suatu hari representative Joo (Park Ji-Young) meminta kepada Ho-Sung untuk menemui pemilik perusahaan Romix yaitu Moon Ji-Hoon (Jan Hyun-Sung).

Saat bertemu dengan Ji-Hoon, Ho-Sung diminta untuk menangani kasus supirnya Kim Jung-Hwan (Choi Jae-Woong) yang dijadikan tersangka atas pembunuhan Han Min-Jung (Kim Yoon-Hye) mahasiswi Sinchon. Ho-Sung ditemani oleh rekan kerjanya manager Park (Lim Won-Hee) mereka melihat kondisi di TKP dimana mereka mendapatkan informasi bahwa Min-Jung mengikuti acara sekolah 2 hari 1 malam setelah kembali menuju kediamaannya mayat Min-Jung menghilang begitu pula dengan kopernya.

Saat berada di TKP Ho-Sung bertemu dengan jaksa Jin Sun-Mi (Kim Go-Eun) yang akan menangani kasus tersebut di pengadilan. Dalam persidangan, perdebatan terjadi antara Ho-Sung yang membelas client-nya yaitu Jung-Hwan bahwa dia bukanlah pembunuhnya sementara Sun-Mi menegaskan bahwa Jung-Hwan adalah pembunuhnya.

Dalam persidangan dihadirkan pengamat noda darah yang menjelaskan berbagai keganjalan-keganjalan dalam insiden tersebut. Seketika Jung-Hwan berdiri mengaku sebagai pembunuh Ji-Hoon sehingga membuat orang yang ada dipengadilan terkejut terutama Ho-Sung. Di hari berikutnya Jung-Hwan diminta untuk menunjukkan tempat mayat Min-Sung dikubur dand alam proses pencarian pihak polisi tidak menemukan mayat Min-Jung sehingga membuat Sun-Mi marah kepada Jung-Hwan.

Seketika Ho-Sung datang menjelaskan pasal 310 kepada Jung-Hwan bahwa menyerahkan diri sebagai bukti dianggap tidak sah sehingga polisi meminta untuk mencegah Ho-Sung. Tidak lama kemudian di sebuah kedai rumah makan, Ho-Sung menjelaskan kepada Sun-Mi tentang pembunuhan tersebut bahwa pembunuh dari awal sudah tahu Min-Jung pergi piknik. Sebelum Han Min Jung Kembali, dai terus menunggu di gang yang tidak ada CCTV.

Dia memakai sarung tangan dan menginjak kasur yang ada di tempat sampah melewati tembok masuk ke rumah Min-Jung, demi tidak meniggalkan jejak, sepatu dia pun dipakaikan sarung sepatu. Setelah itu Min-Jung keluar dari kamar mandi dia pun menikam Min-Jung dengan pisau. lalu mayat Min-Jung dimasukkan ke dalam koper setelah dipotong-potong. Lalu melemparnya ke atas kasur lewat jendela kemudian dia melepaskan baut kunci pintu lalu melompat dari balkon.

Kim Jung Hwan jatuh dalam jebakan tersangka tetapi dia malah menyerahkan diri hal ini tidak masuk akal. Sejak saat itu Sung-Mi mulai mempercayai Ho-Sung. Suatu malam, Ho-Sung bersama manager Park menyelidiki Gil-Dong yang berada di tempat kremasi. Ho-Sung terkejut saat menemukan sebuah mayat dalam karung dan tidak lama Gil-Dong datang dengan membawa sebilah kapak sehingga Ho-Sung merasa ketakutan.

Manager Park datang dan melumpuhkan Gil-Dong. Usai dari itu keduanya meminta menjelaskan mayat tersebut. bagaimana bisa mencuri dan menjual mayat orang lain. Mayat tersebut merupakan mayat yang tidak memiliki kelaurga dan menjelaskan bahwa mayat ini semua dijual kepada rumah sakit. Dimana tulang dihancurkan untuk memperbaiki gigi, kulit untuk pasien yang luka bakar, sendi dan ligamen untuk transplantasi.

Ho-Sung lalu menanyakan mayat Min-Jung yang membuatnya bingun sebab Gil-Dong menjelaskan bahwa dia tidak ada yang memberikannya mayat melainkan ada seseorang yang ingin membeli mayat. Awalnya orang tersebut tidak ingin menjual mayat namun dia berjanji akan memberikan 30 juta untuknya dan transaksinya akan dilakukan besok.

Keesokan harinya di sebuah taman Gil-Dong yang telah bekerja sama dengan Ho-Sung memasukkan mayat ke dalam laci penitipan barang di laci nomor 18 lalu kemudian Ho-Sung menghubungi pihak yang meminta mayat dan meminta nomor laci tempat penyimpanan uang. Ho-Sung lalu menerima nomor laci 10 dan mereka mendapatkan uang 30 juta tersebut.

Sampai malam hari Ho-sung beleum menemukan seseorang yang membuka laci nomor 18 dan seketika di tengah kerumunan orang, orang tersebut mengambil mayat yang disimpan di alci lalu kabur menggunakan motor. Ho-Sung berusaha mengejar dan dia berhasil menangkap orang tersebut yang ternyata adalah Min-Jung.

Min-Jung diinvestigasi oleh Ho-Sung. Min-Jung menjelaskan bahwa mayat yang dia ambil merupakan korban dari efek Romix dengan bukti ditemukan efek samping saat uji klinis dan Moon Ji-Hoon menutupi kebenarannya. Dimana Romix adalah obat yang dikembangkan oleh ayah Min-Jung dan menentang Ji-Hoon untuk memproduksi obat tersebut namun Ji-Hoon membuat laporan palsu dan mengusir ayahnya dari perusahaan.

Ayahnya berusaha ingin mempublikasikan laporan tersebut namun dia ditemukan dibunuh dalam kondisi tergantung. Setelah bertemu dengan Min-Jung, Ho-Sung pergi menemui Jung-Hwan dia mendapatkan informasi baru bahwa Jung-Hwan diminta untuk membunuh Min-Jung dengan mengambil laporan mengenai Romix dia diancam oleh Ji-Hoon akan membunuh keluarganya jika tidak melakukan hal tersebut.

Hal itulah yang melatarbelakangi kerja sama Min-Jung dan Jung-Hwan untuk membuat kematian palsu. Beberapa saat kemudian, Ho-Sung dan Min-Jung ditangkap oleh Ji-Hoon dan anak buahnya. Ho-Sung diminta oleh Ji-Hoon untuk melakukan apapun yang dia inginkan dengan mengancamnya. Sejak saat itu Ho-Sung menuruti apa yang dikatakan Jo-Hung namun dibalik tersebut dia berusaha keras untuk menggali informasi dan menjeploskan Ji-Hoon ke dalam penjara.

Suatu ketika di pusat medis Incheon, Ho-Sung diminta untuk membunuh Min-Jung oleh tangan kanan Ji-Hoon. Tidak lama kemudian polisi datang bersama dengan Sun-Mi. Ho-Sung yang sedang berada di dalam ruangan untuk membunuh Min-Jung tiba-tiba merasakan gelap setelah lampu dipadamkan.

Pembunuhan tetap terjadi dan mayat dimasukkan ke dalam koper lalu memberikannya kepada tangan kanan Ji-Hoon. Setelah itu Ho-Sung diminta untuk membersihkan darah yang tercecer di lantai. Ji-Hoon lalu membersihkan darah tersebut sehingga polisi tidak memiliki bukti apapun. Sementara tangan kanan Ji-Hoon mengubur mayat tersebut.

Keesokan hairnya polisi menemukan mayat di dalam cover tempat TKP yang ditujukan oleh Jung-Hwan saat dia mengaku membunuh Min-Jung. Di hari persidangan kasus Jung-Hwan, Ho-Sung menghadirkan bukti bahwa Jung-Hwan tidak bersalah yaitu dengan menghadiri Min-Jung sehingga Jung-Hwan dibebaskan. Ho-Sung telah berhasil mengelabui tangan kanan dari Ji-Hoon yang memintanya untuk membunuh Min-Jung.

Dimana Ho-Sung telah mengganti posisi Min-Jung dengan mayat yang lain ketika lampu padam sehingga tangan kanan Ji-Hoon tertipu dan mempecayai bahwa mayat yang ada di koper adalah mayat Min-Jung. Sementara itu Moon Ji-Hoon yang tengah melakukan presentasi yang dihadiri ratusan orang ditangkap oleh Sun-Mi bersama polisi lainnya berhubungan dengan masalah bahaya dari obat Romix.   

Loading...