Sinopsis Lengkap Arthdal Chronicles Episode 3

Diposting pada

EUN-SUM yang kabur dengan kudanya kembali
dikejar ole MOO-BAEK yang berusaha
memanahnya namun gagal. Seketika kuda yang dikendarai oleh Eun-sum berbalik
arah melawan Moo-baek yang Membuat Moo-baek terjatuh dan kuda Moo-baek
mengikuti kuda yang dikendarai oleh Eun-sum dimana Moo-baek menganggap kuda Eun-sum
adalah KANMOREU.


Flash back di bebatuan dekat lautan Moo-baek dilantik sebagai
ksatria oleh SAN-WOONG yang
mengatakan bahwa ketika Kanmoreu berlari semua kuda musuh mengikutinya. Eun-sum
kembali kediaman klan Wahan yang porak-poranda dan bertemu dengan anak kecil
bernama DO-TI yang selamat. Eun-sum
berjanji akan membebaskan penduduk Wahan yang lainnya.


Sementara itu orang-orang Wahan yang ditawan terkejut saat
melewati Tebing Besar Hitam dengan menggunakan tangga kayu memanfaatkan tenaga
manusia yang membawa mereka tiba di atas. Di negeri Arthdal San-woong
dikejutkan dengan kehadiran TAEALHA yang
mengancam membunuhnya dengan pisau di leher.

Taealha lalu melepasnya dan berbicara dengan San-woong dengan
mengatakan kenapa San-woong membenci anaknya (Tagon). Flash back pendeta
mengatakan kepada San-woong untuk membunuh Tagon namun San-woong mengatakan
bahwa Tagon masih kecil. Pendeta mengatakan dia harus membunuh Tagon sebab
Tagon akan membubarkan serikat Arthdal dimana suku Saenyeok dan yang mengikuti
suku Saenyeok merupakan milik San-woong untuk dipimpin.


Waktu sekarang dia menjelaskan kepada Taealha bahwa ketika
dia berusaha membunuh Tagon, dia merasa ketakutan. Sementara itu ASA RON sedang melakukan ritual, ASA MOT menjelaskan kepada Asa Ron
bahwa yang secara diam-diam ke ruangan San-woong bukanlah Danggeuri, melainkan
Taealha yang merupakan putri dari HAE
MI-HOL
.

Asa Mot menambahkan bahwa ketika Mi-hol tiba di Artdhal
bersama Klannya, mereka seharusnya diusir dimana keahlian bertani dan perunggu
mereka merupakan ancaman. Mi-hol menjadi berkuasa apabila San-woong menikahi
Taealha. San-woong pasti berencana melawan suku Hwinsan. Sementara itu Taealha
berbicara dengan ayahnya dimana ayahnya mengatakan bahwa Taealha yang sebagai
mata-mata akan segera berakhir.


Eun-sum mengancam prajurit yang berjaga di bawah Tebing Hitam
Besar yang menanyakan dimana klan Wahan ditahan. Seketika dia terkejut melihat
sebuah tangga kayu besar menuju ke atas dan dia menganggap ini dibuat oleh
monster. Pagi harinya, Eun-sum bersama Do-ti dan kudanya berhasil sampai ke
atas memanfaatkan prajurit yang diancam olehnya.

Sementara di Arthdal, penduduk Arthdal berteriak menyambut
kemenangan Ta-gon yang menaklukkan Iark. Taealha menemui San-woong mengatakan
siapa yang boleh lakukan Ollimsani
dan San-woong mengatakan pendeta suci klan Asa. Seketika San-woong terkejut
ketika mengetahui Ta-gon melakukan Ollimsani.


Ta-gon berbicara kepada Gilsun mengenai hal tersebut
dimana  Ollimsani yang menuntut arwah
terhadap para dewa yang merupakan hak istimewa untuk orang suci yang harus
melakukannya yang paling berharga yaitu klan Asa. Ta-gon akan mendapati hukuman
mati atau dibuang.

Asa Ron menerima pesan yang menjelaskan tindakan Ta-gon
tersebut dimana Asa Ron menjelaskan kepada Asa Mot untuk memotong kakinya
membuatnya merangkak dan dibuang dari Arthdal. Asa Ron berdiri membunuh pembawa
pesan dan meminta Asa Mot untuk menyelidiki siapa yang menulis surat tersebut
dimana tidak banyak orang Arthdal yang dapat menulis.


Sementara itu Klan Wahan yang ditahan sedang makan, TAN-YA meminta ibu Do-ti untuk makan
dan berhenti menangis agar mereka bisa bertemu dengan Do-ti. Tan-ya seperti
merasakan keberadaan Eun-sum. Sementara Eun-sum yang bersama Do-ti mengamati
mereka. Sementara itu, Asa Mot menjelaskan kepada Asa Ron pengirim surat
merupakan pedagang kulit klan Saenyeok. Asa Ron meminta kepada Asa Mot untuk
menyelidikinya.

Saat klan Hwinsan dipimpin Asa Ron bertemu dengan San-wook.
Penduduk Arthdal memohon kepada Asa Ron mengampuni Ta-gon dan San-wook berlutut
juga memohon kepada Asa Ron mengampuni Ta-gon. Eun-sum bersama Do-ti terkejut
melihat lahan pertanian sorgum yang memiliki jalan setapak. Lalu seseorang
mengaku memiliki pertanian tersebut, menganggap Eun-sum dan Do-ti telah mencuri
sorgum. Eun-sum terkejut mendengar hal tersebut.


Seketika petani tersebut mengetahui Eun-sum berdarah Igutu  menganggapnya Nweanthal dan petani itu berusaha
membunuh Eun-sum dan Eun-sum melawan membunuh petani tersebut. Seketika dia
terkejut kehadiran Cha-eun (Ko Bo-gyeol)
dan menanyakan apa itu klan Nweanthal.

Cha-eun menjawab mereka berbeda dengan suku Saram. Cha-eun
meminta Eun-sum berganti pakaian dan juga memberikan pewarna bibir kepada
Eun-sum agar tidak ketahuan bahwa Eun-sum adalah seorang Igutu. Cha-eun
meninggalkan Eun-sum dan Do-ti. Eun-sum dan Do-ti berhasil memasuki gerbang dan
mereka kini berada di negeri “Arthdal”.

Baca juga:
Arthdal Chronicles Episode 4
Arthdal Chronicles Episode 2

Tinggalkan Balasan