Senin, 10 Juni 2019

Sinopsis Lengkap Arthdal Chronicles Episode 3


EUN-SUM yang kabur dengan kudanya kembali dikejar ole MOO-BAEK yang berusaha memanahnya namun gagal. Seketika kuda yang dikendarai oleh Eun-sum berbalik arah melawan Moo-baek yang Membuat Moo-baek terjatuh dan kuda Moo-baek mengikuti kuda yang dikendarai oleh Eun-sum dimana Moo-baek menganggap kuda Eun-sum adalah KANMOREU.


Flash back di bebatuan dekat lautan Moo-baek dilantik sebagai ksatria oleh SAN-WOONG yang mengatakan bahwa ketika Kanmoreu berlari semua kuda musuh mengikutinya. Eun-sum kembali kediaman klan Wahan yang porak-poranda dan bertemu dengan anak kecil bernama DO-TI yang selamat. Eun-sum berjanji akan membebaskan penduduk Wahan yang lainnya.


Sementara itu orang-orang Wahan yang ditawan terkejut saat melewati Tebing Besar Hitam dengan menggunakan tangga kayu memanfaatkan tenaga manusia yang membawa mereka tiba di atas. Di negeri Arthdal San-woong dikejutkan dengan kehadiran TAEALHA yang mengancam membunuhnya dengan pisau di leher.

Taealha lalu melepasnya dan berbicara dengan San-woong dengan mengatakan kenapa San-woong membenci anaknya (Tagon). Flash back pendeta mengatakan kepada San-woong untuk membunuh Tagon namun San-woong mengatakan bahwa Tagon masih kecil. Pendeta mengatakan dia harus membunuh Tagon sebab Tagon akan membubarkan serikat Arthdal dimana suku Saenyeok dan yang mengikuti suku Saenyeok merupakan milik San-woong untuk dipimpin.


Waktu sekarang dia menjelaskan kepada Taealha bahwa ketika dia berusaha membunuh Tagon, dia merasa ketakutan. Sementara itu ASA RON sedang melakukan ritual, ASA MOT menjelaskan kepada Asa Ron bahwa yang secara diam-diam ke ruangan San-woong bukanlah Danggeuri, melainkan Taealha yang merupakan putri dari HAE MI-HOL.

Asa Mot menambahkan bahwa ketika Mi-hol tiba di Artdhal bersama Klannya, mereka seharusnya diusir dimana keahlian bertani dan perunggu mereka merupakan ancaman. Mi-hol menjadi berkuasa apabila San-woong menikahi Taealha. San-woong pasti berencana melawan suku Hwinsan. Sementara itu Taealha berbicara dengan ayahnya dimana ayahnya mengatakan bahwa Taealha yang sebagai mata-mata akan segera berakhir.


Eun-sum mengancam prajurit yang berjaga di bawah Tebing Hitam Besar yang menanyakan dimana klan Wahan ditahan. Seketika dia terkejut melihat sebuah tangga kayu besar menuju ke atas dan dia menganggap ini dibuat oleh monster. Pagi harinya, Eun-sum bersama Do-ti dan kudanya berhasil sampai ke atas memanfaatkan prajurit yang diancam olehnya.

Sementara di Arthdal, penduduk Arthdal berteriak menyambut kemenangan Ta-gon yang menaklukkan Iark. Taealha menemui San-woong mengatakan siapa yang boleh lakukan Ollimsani dan San-woong mengatakan pendeta suci klan Asa. Seketika San-woong terkejut ketika mengetahui Ta-gon melakukan Ollimsani.


Ta-gon berbicara kepada Gilsun mengenai hal tersebut dimana  Ollimsani yang menuntut arwah terhadap para dewa yang merupakan hak istimewa untuk orang suci yang harus melakukannya yang paling berharga yaitu klan Asa. Ta-gon akan mendapati hukuman mati atau dibuang.

Asa Ron menerima pesan yang menjelaskan tindakan Ta-gon tersebut dimana Asa Ron menjelaskan kepada Asa Mot untuk memotong kakinya membuatnya merangkak dan dibuang dari Arthdal. Asa Ron berdiri membunuh pembawa pesan dan meminta Asa Mot untuk menyelidiki siapa yang menulis surat tersebut dimana tidak banyak orang Arthdal yang dapat menulis.


Sementara itu Klan Wahan yang ditahan sedang makan, TAN-YA meminta ibu Do-ti untuk makan dan berhenti menangis agar mereka bisa bertemu dengan Do-ti. Tan-ya seperti merasakan keberadaan Eun-sum. Sementara Eun-sum yang bersama Do-ti mengamati mereka. Sementara itu, Asa Mot menjelaskan kepada Asa Ron pengirim surat merupakan pedagang kulit klan Saenyeok. Asa Ron meminta kepada Asa Mot untuk menyelidikinya.

Saat klan Hwinsan dipimpin Asa Ron bertemu dengan San-wook. Penduduk Arthdal memohon kepada Asa Ron mengampuni Ta-gon dan San-wook berlutut juga memohon kepada Asa Ron mengampuni Ta-gon. Eun-sum bersama Do-ti terkejut melihat lahan pertanian sorgum yang memiliki jalan setapak. Lalu seseorang mengaku memiliki pertanian tersebut, menganggap Eun-sum dan Do-ti telah mencuri sorgum. Eun-sum terkejut mendengar hal tersebut.


Seketika petani tersebut mengetahui Eun-sum berdarah Igutu  menganggapnya Nweanthal dan petani itu berusaha membunuh Eun-sum dan Eun-sum melawan membunuh petani tersebut. Seketika dia terkejut kehadiran Cha-eun (Ko Bo-gyeol) dan menanyakan apa itu klan Nweanthal.

Cha-eun menjawab mereka berbeda dengan suku Saram. Cha-eun meminta Eun-sum berganti pakaian dan juga memberikan pewarna bibir kepada Eun-sum agar tidak ketahuan bahwa Eun-sum adalah seorang Igutu. Cha-eun meninggalkan Eun-sum dan Do-ti. Eun-sum dan Do-ti berhasil memasuki gerbang dan mereka kini berada di negeri “Arthdal”.


Baca juga:
Arthdal Chronicles Episode 4
Arthdal Chronicles Episode 2
Loading...