Sinopsis Lengkap Arthdal Chronicles Episode 4

Diposting pada

EUN-SUM dan GO-TI
melihat kuda mereka makan rumput milik orang lain. Pemilik tersebut mengancam
kuda Eun-sum sehingga Eun-sum marah. Seketika CHA-EUN datang memperingatkan Eun-sum dan Do-ti. Eun-sum memasuki
rumah yang mana anak-anak diperkerjakan sebagai tenaga kerja yang membuat
Eun-sum terdiam.


Seketika pemiliknya datang
mengusir mereka. Eun-sum menanyakan kepada Cha-eun mengapa anak-anak
diperkerjakan. Cha-eun dengan wajah sedih menjawab mereka adalah tahanan
perang. Cha-eun melanjutkan bahwa Eun-sum dan Do-ti bisa menjadi seperti mereka
jika tertangkap.

Eun-sum lalu mengatakan dia
mengira tangga besar yang dibuat di Dinding tebing besar hitam adalah monster.
namun dia salah dan Eun-sum marah bahwa anak-anak dan klannya yang membangun
hal besar tersebut seperti ayam yang dikurung. Eun-sum berjanji akan
membebaskan klannya. TA-GON bertemu
dengan DAN-BYEOK. Dan-byeok menjelaskan
bahwa ayah mereka yang menyuruhnya kesini sebab kau telah melakukan Olimsani.


Dan-byeok meminta Ta-gon
menyebrangi lautan dan berdiam disana hingga kembali tenang. Sementara itu
tahanan Wahan yaitu Doldol sakit dan ditarik oleh prajurit Moo-gwang lalu
membunuhnya yang membuat Klan Wahan marah namun dipukuli oleh Moo-gwang dan
lainnya.

Moo-gwang bersiap membunuh
pemimpin suku CHO-SEOL yang sakit
dan TAN-YA berteriak untuk
menghentikannya. Dia menggigit jarinya dan darahnya dimanfaatkan membuat garis
lurus di matanya. Tan-ya menjelaskan bahwa dirinya calon kepala suku Wahan
terhubung spirit dan akan dibangkitkan. Mengutuk rakyat kalian dan rumah kalian
akan menjadi reruntuhan.


Seketika Cho-seol melihat
bayangan Serigala putih disisi Tan-ya. Ta-gon datang menanyakan kepada Tan-ya
bagaimana kita terhindar dari kutukan tersebut. Tan-ya menjawab biarkan kami
menguburnya dengan layak. Seketika Ta-gon kedatangan TAEALHA. Tan-ya berdua dengan Cho-seol yang diambang kematiannya.

Cho-seol mengatakan kepada
Tan-ya bahwa klan Wahan akan melihat dunia tempat mereka menanam benih dan
merawat binatang. Lalu dia meminta kepada Tan-ya untuk menemui Byeoldaya
Serigala Putih Besar dan dia menunjukkan tanda gambar di pasir. Cho-seol pun
akhirnya meninggal membuat Tan-ya menangis.


Sementara itu Ta-gon terbayang
saat ayahnya berusaha membunuhnya saat dia masih kecil. Tiba di Arthdal, Ta-gon
meminta ampun kepada ASA RON dan
lainnya dengan imbalan satu peti emas. Keesokan harinya ASA YON (Jang Yool) memutuskan bahwa Ta-gon akan diadili di
pengadilan keramat, dipimpin 8 dewa Arth.

Masyarakat berteriak menyebut
nama Ta-gon dan menganggap Ta-gon telah difitnah. Di tempat pemutusan keadilan,
Klan Hwinsan melakukan ritual terhadap Ta-gon dipimpin Asa Ron, seketika Asa
Ron menuduh San-woong bahwa dirinya telah melaporkan Ta-gon karena iri sehingga
membuat marah San-woong sehingga terjadi perkelahian antara pasukan Saenyeok
dan klan Hwinsan.


Klan Hwinsan membiarkan San-woong
pergi untuk menghindari terjadinya perang. Saat San-woong keluar, dia ditahan
pasukan dari Ta-gon namun San-woong berhasil diselamatkan oleh Eun-sum. Malam
harinya Eun-sum mengancam membunuh San-woong dihadapan penduduk Arthdal dan
juga prajurit. Eun-sum meminta agar klan Wahan dibebaskan. Ta-gon kemudian
mengorbankan dirinya bersiap untuk menemui Eun-sum dan juga San-woong.

Baca juga:
Arthdal Chronicles Episode 3
Arthdal Chronicles Episode 5

Tinggalkan Balasan