Senin, 10 Juni 2019

Sinopsis Lengkap Arthdal Chronicles Episode 4


EUN-SUM dan GO-TI melihat kuda mereka makan rumput milik orang lain. Pemilik tersebut mengancam kuda Eun-sum sehingga Eun-sum marah. Seketika CHA-EUN datang memperingatkan Eun-sum dan Do-ti. Eun-sum memasuki rumah yang mana anak-anak diperkerjakan sebagai tenaga kerja yang membuat Eun-sum terdiam.


Seketika pemiliknya datang mengusir mereka. Eun-sum menanyakan kepada Cha-eun mengapa anak-anak diperkerjakan. Cha-eun dengan wajah sedih menjawab mereka adalah tahanan perang. Cha-eun melanjutkan bahwa Eun-sum dan Do-ti bisa menjadi seperti mereka jika tertangkap.

Eun-sum lalu mengatakan dia mengira tangga besar yang dibuat di Dinding tebing besar hitam adalah monster. namun dia salah dan Eun-sum marah bahwa anak-anak dan klannya yang membangun hal besar tersebut seperti ayam yang dikurung. Eun-sum berjanji akan membebaskan klannya. TA-GON bertemu dengan DAN-BYEOK. Dan-byeok menjelaskan bahwa ayah mereka yang menyuruhnya kesini sebab kau telah melakukan Olimsani.


Dan-byeok meminta Ta-gon menyebrangi lautan dan berdiam disana hingga kembali tenang. Sementara itu tahanan Wahan yaitu Doldol sakit dan ditarik oleh prajurit Moo-gwang lalu membunuhnya yang membuat Klan Wahan marah namun dipukuli oleh Moo-gwang dan lainnya.

Moo-gwang bersiap membunuh pemimpin suku CHO-SEOL yang sakit dan TAN-YA berteriak untuk menghentikannya. Dia menggigit jarinya dan darahnya dimanfaatkan membuat garis lurus di matanya. Tan-ya menjelaskan bahwa dirinya calon kepala suku Wahan terhubung spirit dan akan dibangkitkan. Mengutuk rakyat kalian dan rumah kalian akan menjadi reruntuhan.


Seketika Cho-seol melihat bayangan Serigala putih disisi Tan-ya. Ta-gon datang menanyakan kepada Tan-ya bagaimana kita terhindar dari kutukan tersebut. Tan-ya menjawab biarkan kami menguburnya dengan layak. Seketika Ta-gon kedatangan TAEALHA. Tan-ya berdua dengan Cho-seol yang diambang kematiannya.

Cho-seol mengatakan kepada Tan-ya bahwa klan Wahan akan melihat dunia tempat mereka menanam benih dan merawat binatang. Lalu dia meminta kepada Tan-ya untuk menemui Byeoldaya Serigala Putih Besar dan dia menunjukkan tanda gambar di pasir. Cho-seol pun akhirnya meninggal membuat Tan-ya menangis.


Sementara itu Ta-gon terbayang saat ayahnya berusaha membunuhnya saat dia masih kecil. Tiba di Arthdal, Ta-gon meminta ampun kepada ASA RON dan lainnya dengan imbalan satu peti emas. Keesokan harinya ASA YON (Jang Yool) memutuskan bahwa Ta-gon akan diadili di pengadilan keramat, dipimpin 8 dewa Arth.

Masyarakat berteriak menyebut nama Ta-gon dan menganggap Ta-gon telah difitnah. Di tempat pemutusan keadilan, Klan Hwinsan melakukan ritual terhadap Ta-gon dipimpin Asa Ron, seketika Asa Ron menuduh San-woong bahwa dirinya telah melaporkan Ta-gon karena iri sehingga membuat marah San-woong sehingga terjadi perkelahian antara pasukan Saenyeok dan klan Hwinsan.


Klan Hwinsan membiarkan San-woong pergi untuk menghindari terjadinya perang. Saat San-woong keluar, dia ditahan pasukan dari Ta-gon namun San-woong berhasil diselamatkan oleh Eun-sum. Malam harinya Eun-sum mengancam membunuh San-woong dihadapan penduduk Arthdal dan juga prajurit. Eun-sum meminta agar klan Wahan dibebaskan. Ta-gon kemudian mengorbankan dirinya bersiap untuk menemui Eun-sum dan juga San-woong.


Baca juga:
Arthdal Chronicles Episode 3
Arthdal Chronicles Episode 5


Loading...