Selasa, 30 Juli 2019

Sinopsis Lengkap My Only One Episode 100



Do-ran mengatakan kepada Hong-joo bahwa “saat ayahku bilang dia akan menyumbangkan levernya untuk Go-rae, aku awalnya menentangnya. Aku khawatir ada yang tidak beres. Tapi aku membiarkannya melakukan semuanya menyumbangkan levernya.  Dia mau melepaskan luka selama ini dia diderita . Dia mau menebus dosanya. Katanya dia bersyukur dia bisa membantu. Itu yang diucapkan ayahku.” Hong-joo meminta maaf mewakili keluarga Da-ya.


Do-ran meminta izin kepada Hong-joo untuk pergi. Do-ran berjalan dengan wajah sedih, menuju toko roti ayah. Do-ran menangis dengan mengatakan kepada Lee Tae-pong mengapa ayahnya dua pekan sudah di rumah saki belum sadar juga. Lee Tae-pong berusaha meyakinkan Do-ran bahwa ayahnya pasti bangun.


Sementara itu di rumah sakit Hong-joo bersama Eun-young dan kedua temannya pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Go-rae. Namun mereka terkejut ketika melihat Dae-ryook berjalan menuju ke ruangan Soo-il. Segera Eun-young menghampiri Dae-ryook menghentikannya.


Di rumah, Eun-young dan Pak Wang berbicara dengan Dae-ryook. Terjadi perdebatan diantara mereka. Pak Wang meminta kepada Dae-ryook untuk tidak menganggu Do-ran demi kebaikan dirinya. Dae-ryook pergi ke kamar. Disana Nenek Geum-byung menghampiri Dae-ryook. Nenek Geum-byung berusaha untuk memberi pengertian kepada Dae-ryook. Dae-ryook meminta bantuan kepada Nenek Geum-byung untuk membuatnya rujuk dengan Do-ran.


Hong-joo pergi dokter kandungan ditemani Hong-sil. Hong-joo mengandung bayi anak Soo-il yang membuatnya senang sebab diusianya yang sudah tua. Hong-sil menghampiri Hong-joo untuk mempertimbangkan membesarkan anak yang dikandungnya sebab dia akan dicap anak pembunuh. Hong-joo marah dan mengatakan dia akan membesarkan anaknya nanti.


Di ruangan Go-rae, Ibu Mi-ran masuk dia mengatakan dia bermimpi labu emas besar di rumah Hong-sil yang mitosnya itu tanda ada seseorang yang hamil di keluarga tersebut. Ibu Mi-ran pun mengira Mi-ran yang hamil namun Mi-ran mengatakan bukan. Ini membuat Hong-sil hanya bisa terdiam sebab Hong-joo lah yang hamil.


Dae-ryook bertemu dengan temannya yang memberikan bukti kasus pembunuhan Soo-il di masa lalu. Dia mengatakan kepada Dae-ryook beberapa hal tidak masuk akal pertama: tersangka terus bilang dia tidak mengingatnya, di lokasi penyelidikan, tersangka mereka ulang situasi sebelum pembunuhan, tapi gagal melakukannya pada momen pembunuhan terjadi. Namun anehnya dua sidik jari di pisau ditemukan yaitu sidik jari soo-il dan Young-dal.


Penghuni rumah sakit memarahi Do-ran memintanya untuk memindahkan ayahnya ke rumah sakit lain sebab ayahnya pembunuh. Do-ran marah mengatakan “Apa ayahku membuat risi? ayahku tidak sadarkan diri karena menyumbangkan levernya menyelamatkan nyawa orang. Dia kini nyaris  tidak bernapas. Bagaiman bisa kalian mengatakan seperti itu padanya”Di saat itu Hong-sil mendengarnya tanpa diketahui Do-ran.


Do-ran menemui ayahnya dia menangis mengatakan “aku tahu, Ayah sengaja tidak bangun. Ayah aku tahu ayah sudah melalui semua hal. Tidak peduli apa yang ayah telah lakukan, tidak peduli betapa beratnya ayah memulai kembali, ayah tidak bisa meninggalkan masa lalu. Itu alasan ayah tidak mau bangun. Ayah aku baik baik saja. Ayah boleh pergi jika mau. Jangan cemaskan aku. Ayah bisa berbuat sesuka hati ayah. Ayah boleh pergi seperti ini. Pergilah ke tempat ayah merasa nyaman. Mari akhiri semuanya  disini. “


Do-ran pergi meninggalkan ruangan dan bertemu dengan Dae-ryook. Do-ran mengatakan kepada Dae-ryook bahwa dia telah merelakan ayahnya jika dia memang ingin pergi. Dae-ryook menjelaskan kepada Do-ran bahwa kemungkinan ayahnya telah dijebak sebagai pembunuh. (baca juga: My Only One Episode 101)

Loading...