Jumat, 30 Agustus 2019

Sinopsis Lengkap Film Big Eyes (2014)


Big Eyes (2014)

Rilis
15 Desember 2014
Negara
Amerika Serikat
Bahasa
Inggris
Sutradara
Tim Burton
Produser
Lynette Howell, Scott Alexander, Larry Karaszewski
Pemeran
Amy Adams, Krysten Ritter, Jason Schwartzman, Danny Huston, Christoph Waltz, Terence Stamp, Jon Polito
Sinematografi
Bruno Delbonnel
Music
Danny Elfman
Distributor
The Weinstein Company.

Plot Big Eyes



1958, Margaret Ulbrich meninggalkan suaminya membawa putrinya yang masih kecil Jane ke pantai Utara. Mendukung Jane, Margaret mendapati pekerjaan melukis ilustrasi di pabrik furnitur. Ketika membuat potret di pertunjukan seni luar ruang, Margaret bertemu Walter yang menjual lukisan pemandangan Paris. Walter melamar dan mereka pun menikah.

Walter menuju klub jazz berusaha meyakinkan Enrico Banducci pemilik klub membeli lukisan pasangan tersebut. DIa seutju menyewakan tembok terhadap Walter. Wanita mabuk ternsetuh salah satu lukisan Margaret lalu membelinya. Walter berkelahi Banducci dan di muat di koran lokal. Walter menuju klub lagi penuh dengan orang-orang yang ingin tahu.

Dick Nolan ingin tahu lebih banyak mengenai seni Walter, namun hanya tertarik lukisan Margaret. Walter menunjukkan Margaret semua uang yang mereka dari penjualan. Walter membuka galeri Keane-nya sendiri, mempromosikan seni karyanya sendiri dan menjual reproduksi. Margaret kesal mengenai Walter mengambil pujian dari seninya dan measa bersalah berbohong terhadap Jaen mengenai siapa seniman yang sebenarnya.

Margaret memutuskan melukis dengan gaya berbeda dengan fitu memanjang dan juga mata kecil, sehingga dia mampu dengan jujur membeir tahu orang-orang dia juga pelukis. Walter dan Margaret pindah ke rumah mewah. Ketika melewati peti, Margaret mendapati lukisan pemanangan jalanan Pari namun semunya ditandangani S. CENIC,. Dia pun menyadari Walter melukis atas nama dari artis asli mengklaim lukisan tersebut sebagai miliknya.

Walter belajar dari Pameran Dunia New York, meminta Margaret meluki sesuatu, dia menolak dan Walter mengancam membunuhnya. Jane mendapati ibunya mengerjakan lukisan World Fait Tomorrow Forever. Jane memberi tahu Margaret, dia tahu bahwa ibunya seniman yang sebenarnya.

Di pesta, Walter marah usai membaca ulsan peda John Taday mengenai pameran Tomorrow Forever, berhadapan dengan Canaday. Di rumah, Walter mabuk melempar korek api terhadap Jane dan Margaret. Mereka menuju studio mengunci pintu, namun Walter hampir membakar rumah. Margaret mampu lari dengan Jane. 1 tahun berikutnya, Jane dan Margaret menetap di Honolulu.

Walter tidak akna menyetujui perceraian kecuali Margaret mau menandatangani hak terhadap lukisan dan menghasilan lebih dari 100. Margaret setuju terus mengirim lukisan menuju California. Margaret dikunjungi 2 saksi Yehuwa yang meyakinkannya, kejujuran itu penting. Di acara radio Hawaai, Margaret menjelaskan dia seniman sejati dibalik lukisan yang dikatikan oleh Walter, yang menjadi berita nasional.

Nolan menerbitkan klaim Walter, Margaret telah gila. Margaret menuntut Walter dan surat kabar yang telah mencetak veri ceritanya dengan fitnah. Di persidangan wartawan mengerumuni gedung pengadilan. Hakim memutuskan pernyataan Margaret di media usai berkontribusi terhadap gagasan publik, Walter telah melukis lukisan tersebut, dan demikian menolak gugatan pencemaran nama baik pada surat kabar.

Hakim mengarahkan Margaret dan juga Walter membuat lukisan dalam satu jam membuktikan siapa seniman sebenarnya. Margaret melukis mantap namun Walter ragu, mengklaim lengannya sakit untuk memegang kuas. Margaret menyelesaikan lukisan memenangkan gugatan. Di luar gedung, Margaret mengatakan dia tidak peduli mengenai uang dan ingin kredit untuk lukisan dirinya.

Seorang penggemar memintaya menandatangani salin Tomorrow's Masters dan Margaret melakukannya pada akhirnya menyuarakan karyanya. Pengharagaan akhirnya menyatakan Margaret selanjutnya pensiun di dalam kehidupan dan membuka galeri seni. Walter kini melanjutakn klaimnya dia seniman sejati namun tidak pernah menghasilkan apapun mendukung hal ini dan akhirnya mati pahit dan juga tidak memiliki uang.


Loading...