Sabtu, 31 Agustus 2019

Sinopsis Lengkap Film Mother (2009) Korean Movie

Mother (2009)

Rilis
28 Maret 2009
Negara
Korea Selatan
Bahasa
Korea
Sutradara
Bong Joon-ho
Produser
Seo Woo-sik, Choi Jae-won
Pemeran
Won Bin, Kim Hye-ja, Yoon Je-moon, Kwak Do-won, Jin Goo, Chun Woo-hee, Jeon Mi-seon,
Sinematografi
Hong Kyung-pyo
Music
Lee Byung-woo
Distributor
CJ Entertainment.

Plot Mother

Seorang IBu Janda tidak disebutkan tinggal sendirian bersama putranya Yoon Do-joon pemalu namun cenderung menyerang siapapun yang mengejek kecatatan intelekutal dirinya. Ibunya menyayanginya dan memarahinya sebab bergaul dengan Jin-tae. Do-joon hampir ditabrak mobil, dia dan Jin-tae merusak mobil menyerang pengemudi dan penumpang untuk balas dendam.


Jin-tae menyalahkan Do-joon terhadap kerusakan yang terjadi sehingga Do-joon dituntut. Hutang mengakibatkan Ibunya berjuang keras. Malam hari, Do-joon mengikuti gadis sekolah Moon Ah-jung menuju bangunan ditinggalkan. Keesokan hari, dia ditemukan tewas, mengejutkan warga menekan polisi yang tidak kompeten mendapati pembunuhnya.

Polisi menangkap Do-joon dan selanjutnya dia kemudian ditipu menandatangani pengakuan menghadapi hukuman penjara. Ibunya meyakini Do-joon tidak bersalah. Ibu mengunjungi Jin-tae menjelaskan kepadanya tidak ada yang harus dipercaya, sebab tubuh Ah-jung ditempatkan dari titik dimana semua orang dikota mampu melihatnya.


Ibu memecat pengacaranya dan mencari siapa Ah-jung dan warga menyebut dia suka bergaul dengan pria. Dia menjalin hubungan dengan pria sebagai Crazy JP yang telah kabur. Ibu mengunjunginya, Do-joon ingat ingatan mengenai Ibu yang berusaha membunuhnya dengan racun tikus saat diusianya 5 tahun.

Ibunya meminta maaf, menjelaskan dia ingin membebaskan mereka berdua menawarkan memberinya akupuntur melupakan rasa sakitnya namun dia menjelaskan kepadanya untuk tidak melihatnya lagi. Ibunya memahami dari pekerja toko kamera, Ah-jung sering mimisan. Teman Ah-jung diserang 2 pria yang mencari handphone Ah-jung, namun Ibu menyelamatkannya.


Dia membayar Jin-tae menginterogasi pria remaja yang mengakui anak laki-laki memberikan kue beras Ah-jung sebagai imbalan guna tidur bersamanya, namun dia memanfaatkan handphonenya secara diam-diam meraih foto anak lelaki tersebut. Do-joon ingat melihat pria di gedung malam kematian Ah-jung. Dia mengidentifikasi salah satu foto di handphone Ah-jung, foto lelaki tua.

Ibu ingat lelaki tersebut pengumpul sampah tempat dirinya membeli payung. Dia menuju rumahnya bertanya kepadanya mengenai apa yang terjadi. Dia menjelaskan dia pergi menuju gedung yang ditinggalkan dan melihat Ah-jung bingung diikuti Do-joon. Do-joon ingin tahu menanyakan pertanyaannya mengenai anak laki-laki, namun dia melemparkan batu ke arahnya.


Do-joon secara naluri menyerang orang yang mengejeknya, melempar batu ke arahnya mengenai kepalanya. Dia selanjutnya menyeret ke atap. Do-joon orang yang bertanggung jawab kematian Ah-jung yang membuat Ibunya ngeri. Saat kolektor sampah mengetahui Do-joon akan dirilis dan kasus akan dibuka kembali, dia akan memutuskan melaporkan Do-joon bersalah.

Ibu takut akan putranya memukuli kolektor hingga mati dan juga membakar rumahnya. Polisi memberi tahu Ibunya, mereka mendapati pembunuh "asli". Dia merupakan Crazy JP yang mempunyai pakaian dengan darah Ah-jung. Walaupun mungkin darah tersebut berasal dari mimisan Ah-jung, polisi menyimpulkan itu merupakan percobaan perkosaan.


Merasa bersalah, Ibu mengunjungi Crazy JP dan menangis terhadapnya, tahu dia dituntut terhadap kejahatan yang tidak dilakukan olehnya. Do-joon pun dibebaskan, dan dia menyelidiki rumah terbakar kolektor sampah tersebut. Ketika makan malam, dia menjelaskan siapa pun yang menyeret Ah-jung menuju atap mungkin berusaha memperingatkan orang lain sehingga mereka mampu membantunya dengan cepat.

Saat Ibu pergi menuju stasiun bus guna melakukan perjalanan, Do-joon menunjukkan alat akupunturnya, yang dia temukan dilokasi terbakar, dan Ibu dengan air mata pergi bersama dengannya. Di bus, Ibu memberi dirinya akupuntur guna melupakan rasa sakitnya dan juga menari bersama penumpang lain. 

Loading...