Jumat, 13 September 2019

Sinopsis Left-handed Wife Episode 03



Esther meninggalkan ruangan dan Ibu Jo marah besar merobek surat pengunduran diri Esther penuh kekesalan. Di kediaman Pak Oh, Soo-ho mengantarkan San-ha ke depan rumah untuk berangkat kerja. Ketika itu Ibu Baek mengatakan kepada Soo-ho “Mengapa kamu tidak mencari kedua orang tuamu” ini membuat San-ha marah pada ibunya. Ibu Baek melanjutkan “Ibu bukan asal bicara. Kalian sudah mendaftarkan diri pernikahan. Akan baik jika orang tuamu hadir di pernikahanmu”.


Di luar rumah, Soo-ho mendengar Ibu Baek mengatakan kepada San-ha untuk mencari tahu orang tua San-ha sebelum mempunyai anak untuk memastikan barangkali dia punya darah pencuri atau pembunuh. Di kantor Aura Pak Ma menemui Ibu Jo dengan mengatakan “Keluarga Aura kehilangan cucu sulung mereka. Kudengar dia sepantaran Do-kyung atau lebih tua darinya.” Ibu Jo mengatakan “begitulah kebohongan tercipta dari mulut ke mulut. Jika aku mendengar hal ini lagi aku akan menyalahkanmu.”


Nenek Chun menuju kuil memberikan penghormatan mendiang Ibu cucunya dan berjanji akan menemukan cucuknya yang hilang. Sementara itu Soo-ho hampir tertabrak mobil yang dikendarai oleh Do-kyung. Do-kyung bukannya meminta maaf dia justru memberikan memasukkan uang ke kantong Soo-ho lalu pergi meninggalkannya.


Do-kyung kencan buta dengan Yi-hwa di café namun terkejut pelayannya adalah Esther. Di kamar mandi, Do-kyung menganggap Esther menguntitnya. Esther akan mengungkap dia telah berhubungan lama. Namun Do-kyung menghentikannya dan berjanji dia akan menikah akan tetap menemui Esther. Esther marah menampar wajah Do-kyung dan Do-kyung mendorong Esther. Do-kyung berusaha membantu Esther namun hidungnya berdarah setelah Esther tidak sengaja menyundulnya.


San-ha menemui Soo-ho di perpustakaan, dimana Soo-ho memberikan bunga untuknya dan mengatakan “kamu selalu menjadi keajaibanku. Bertemu denganmu, mencintaimu dan menikahimu”. Kamulah makna hidupku, menikahlah denganku San-ha.” San-ha mengatakan “Mari kita menikah.” Selanjutnya mereka menuju rumah sakit untuk melihat kondisi Esther.


Tiba di rumah sakit, mereka terkejut melihat wajah Esther.  Soo-ho bertemu kembali dengan Do-kyung. Soo-ho mengatakan kepada Do-kyung “jika kamu menyentuh Esther lagi aku akan memberikan pelajaran kepadamu”. Do-kyung mengatakan “Esther?. Kamu pria dari panti asuhan itu? Jangan khawatir. Aku tidak akan menemuinya lagi. Setelah hari ini, Rasa sayangku sudah hilang” Beri tahu teman panti asuhanmu jangan menempel mantan pacarnya. Ini hanya akan membuatnya muak.” Soo-ho menggempal tangannya mengatakan “Kamu bahkan tak layak dipukul”. Dia melemparkan uang ke wajah Do-kyung lalu pergi.


Usai mengetahuia Ibu Jo membuat Do-kyung kencan buta lagi, membuat Pak Kang marah dan memintanya untuk tidak menfaatkan Do-kyung dalam bisnis.  Sampai di rumah Do-kyung  mendengar ayahnya mengatakan kepada Ibunya agar mereka saja yang menjalani hubungan tanpa cinta. Flash back Do-kyung kecil pulang sekolah mendengar ayahnya mengatakan kepada ibunya untuk bercerai. Di hari lainnya Do-kyung ingin mengabarkan mendapati nilai bagus namun dia terkejut melihat Ibunya jatuh pingsan dengan berlumuran darah di kepalanya.


Waktu sekarang, Do-kyung menghampiri ayahnya mengatakan “ Aku tidak akan hidup seperti ayah. Akan kubuat kakek menerimaku dan kurebut perusahaan Aurora. Setelah aku menikah, aku akan melupakan cinta lamaku dan setia kepada istri serta anakku” Do-kyung lalu pergi ke kamarnya.  Do-kyung dihampiri ibunya dan Do-kyung meminta maaf sebab dia telah mengacaukan kencan butanya.


San-ha dan Soo-ho meminta kepada Esther untuk melupakan Do-kyung sebab dia bukan pria yang baik. Tidak lama, Esther ditangkap polisi atas penggelapan uang. Di kantor polisi Esther ditemani oleh Soo-ho dan San-ha mengatakan dia tidak pernah melakukan itu. Sementara itu Ibu Jo telah merekayasa dengan meletakkan bukti lain di bagasi mobil miliknya berupa lukisan asli dan memalsukan lukisan palsu yang diletakkan di kantor. Esther berusaha mengelak namun dia tetap dijebloskan dalam sel.


Di salon kecantikan, Ibu Baek ditunjukkan oleh pelanggannya foto berita Ibu Jo. Dia mengatakan kepada IBu Baek bahwa Jo Ae-hwa hidup mewah dengan ayahnya seorang menteri dan menikahi keluarga konglomerat. Kini mengelola galeri. Saat itu Ibu Baek mengamati kalung yang dikenakan Ibu Jo di foto dia merasa kenal dengan kalung tersebut.  Dia ingat ini dipakai oleh Soo-ho saat masih bayi. Ibu Baek pulang dan mengambil kalung yang disimpannya yang sama persis dikenakan Ibu Jo. Ibu Baek beropini mungkinkah Soo-ho anak dari Ibu Jo.  Di kantor polisi, Soo-ho bertatapan dengan Ibu Jo yang memperhatikannya.  

Baca juga:



Loading...