Selasa, 10 September 2019

Sinopsis Strangers From Hell Episode 4 part 2



Ketika tim kantor makan bersama, Shin Jae-ho menawarkan daging kepada Jong-woo namun Jong-woo mengalami halusiansi membayangkan Moon-zo menawarkan daging manusia. Jong-woo muntah di kamar mandi dan dihampiri oleh Byeong-min yang tidak suka terhadap sikap Jong-woo.


Dia mengatakan “Jika berniat menarik simpati dengan paras tampanmu itu, tidak akan mempan padaku”. Jong-woo mengatakan “apa yang kamu bicarakan” Byeong-min lalu pergi. Jong-woo mulai frustrasi dan emosi dia memandang wajahnya di cermin dengan mengatakan “Haruskah aku membunuhnya”. Jong-woo perlahan tenang dan dia kembali ke meja makan dan meminta maaf.


Di apartemen Eden di lantai 4, Si peramal dalam kondisi terikat dan ketakutan. Mrs. Bok-soon meminta kepada Nam-book untuk memberikan pisau yang diasahnya. Mrs. Bok-soon mengayunkan pisaunya hingga membuat si peramal ketakutan namun dia hanya mengancamnya dan memberikan Nam-book untuk mengurus si peramal untuk dibunuh. Sementara Mrs. Bok-soon pergi meninggalkan ruangan.


Di kantor, Jong-woo mengirim foto kartu nama detektif Lee dan menghubungi Polisi Jung-hwa bahwa dia telah mengirim fotonya. Tidak lama Jong-woo dihampiri Shin Jae-ho yang meminta Jong-woo untuk mengendalikan emosinya dan memintanya untuk tersenyum atas kejadian selama hari ini atas perilaku Jae-ho yang dianggap Jong-woo menghinanya. Jong-woo mencekik leher Jae-ho namun itu hanya halusinasi Jong-woo semata.


Jung-hwa menghubungi kantor Detektif Cha dan mendapati kabar dari detektif lain bahwa Detektif Cha sedang berlibur. Ini membuat Jung-hwa mulai merasakan ada yang aneh. Jung-hwa bertanya pada seniornya terkait hal ini. Senior polisi mengatakan detektif biasanya menyelidiki sesuatu mereka akan sulit dihubungi.


Di kantor, Jong-woo menghitung rincian biaya hidup per bulan yang membuatnya pusing sebab dia tidak akan bisa pindah ke kontrakan lain. Di klinik gigi, Jung-hwa bertemu dokter Moon-zo. Jung-hwa terus mengoceh sendiri mengatakan “kucing yang mati, orang hilang….” dan segera dia berhenti berbicara meminta maaf kepada Moon-zo. Dia kembali berbicara bahwa para penghuni kos itu terasa aneh dan mencurigakan. Ini sedikit mengusik Moon-zo.


Moon-zo pergi untuk mengambil rekam medis dan dia mematikan cctv lalu berjalan kembali membawa jarum suntik. Namun saat itu Moon-zo melihat Jung-hwa menerima telepon dari rekannya bahwa dia ingin melihat CCTV yang diunduhnya dan menanyakan lokasi Jung-hwa dan Jung-hwa mengatakan dia berada di klinik dokter gigi. Mendengar ini Moon-zo berhentik sejenak menyembunyikan Suntikannya. Jung-hwa lalu meminta izin kepada Moon-zo untuk pergi.


Saat di kedai, Ji-eun sedang makan bersama dengan teman-temannya dan menerima panggilan telepon dari Jong-woo. Managernya meminta Ji-eun mengangkat teleponnya. Ji-eun menerimanya dan berbicara di luar namun dia memperhatikan dari luar jendela bahwa manager dan rekannya yang lain seakan membicarakannya. 


Jong-woo mengatakan kepada Ji-eun mengenai penghuni kost-nya yang aneh. Ji-eun mengatakan kepada Jong-woo “oppa, berapa penghuni kos disitu yang kamu anggap normal? Kamu akan lelah sendiri jika terlalu sensitive pada mereka. Selain itu menurutku kamu harus lebih tegas di kantor. Tahu tidak, disebut baik itu bukan pujian lagi.” Ji-eun kemudian meminta maaf atas ucapannya tersebut.


Jong-woo tiba di apartemen Eden dan Mrs. Bok-soon menawarkannya minuman dan Jong-woo meminumnya. Jong-woo lalu pergi ke kamarnya. Di dapur Mrs. Bok-soon sedang memotong daging, Moon-zo datang mengambil minum dan bertanya “Bagaimana kondisi Kamar 303?”  Mrs. Bok-soon mengatakan “Obatnya mulai berpengaruh, tidak perlu cemas. Malam ini kamu akan membereskan kamar 303?.”


Moon-zo menghampiri Mrs. Book-soon terkait wanita/si peramal di lantai empat yang disiksanya. Mrs Book-soon mengatakan “apakah kamu akan membunuhku juga karena gegabah?” Moon-zo menghampiri dan memegang pundaknya dan berkata “Tentu tidak, karena kamu istimewa”.


Jong-woo mengalami pusing dan mulai berhalusinasi (mungkin pengaruh minuman dari Mrs. Book-soon). Jong-woo mendengar bisikan mengatakan “Bunuh dia”.  Di koridor Duo Deuk-jong dan Nam-bok memegang senjata masing-masing yang bersiap untuk menghakimi Jong-woo. Sementara Moon-zoo mengintip di lubang kecil mengintai Jong-woo yang jatuh pingsan di tempat tidurnya dan Moon-zoo tertawa dengan Nampak menakutkan.

Baca juga:
Stranger From Hell Episode 5 (coming soon)

Loading...