Sinopsis Episode Terakhir Person Who Gives Happiness Episode 118

Diposting pada

Ms. Park yang demensia-nya
mulai akut, berada di taman memegang tas dan menemui dua pasangan yang sedang
kasmaran. Dia mengatakan bahwa dia menemukan dan dia mencari anak-naknya dan
pergi Seoul menanyakan dimana terminal Cheolgok. Segera dia didorong dan terjatuh.
Kemudian Ms. Park pergi ke tempat sampah yang dipenuhi bantal dan di duduk
disana. Namun petugas melihatnya dan membawanya.


Mi-sook terus mencari
keberadaan ibunya sementara itu Gun-woo dan Eun-hee kembali setelah berbulan
madu. Saat makan bersama, Eun-ah memberi tahu mereka berdua bahwa Mi-sook
selalu ke kantor polisi setiap kali dia menerima telepon ketika pihak polisi
membawa seorang wanita yang mengalami demensia. Sebab Mi-sook terus mencari
keberadaan Ms. Park yang telah kabur sementara Suk-jin berusaha bunuh diri.
Mereka berdua pun merasa terkejut.


Eun-hee menemui Mi-sook untuk
mencari tahu fakta kondisi Ms. Park dan Suk-jin. Mi-sook menceritakan semuanya
dan saat itu Mi-sook menerima kabar bahwa Ms. Park telah di temukan berada di
kantor polisi. Mereka berdua menuju kesana dan benar orang yang ditemui polisi
adalah Ms. Park. Mi-sook menangis meminta kepada Eun-hee untuk memaafkan
ibunya. Eun-hee lalu meminta Mi-sook untuk tidak menangis.


Ms. Park dibawa pulang dimana
Eun-hee membantu Mi-sook merawat Ms. Park yang selalu bertanya menanyakan
keberadaan anaknya dan dimana lokasi terminal Cheolgok. Eun-ah menemui Ja-kyung
bermaksud untuk memberikannya kontrak. Kwang-soo datang ke school acting
Mi-sook dan bertemu dengan Ha-yoon dan Yu-ri yang kini telah menjadi model iklan.


Mi-sook menemui Suk-jin. Dia
memberitahu kondisi ibunya dan memberikan surat dari Ja-kyung. Dalam tahanan,
Suk-jin membaca surat dari Ja-kyung dengan menangis dalam surat menjelaskan “Aku
menulis surat kepadamu karena aku pikir kamu akan memberi tahu aku untuk
melupakan kamu dan menikah. Kamu cenderung tidak menghormati cintau. Aku tahu
yang terbaik mengenai cintaku untukmu dan Ha-yoon. Ketika kamu keluar, ayo
pergi kembali ke pondok gunung itu. Kita tidak akan bersembunyi lagi dan
berjalan-berjalan. Aku akan membantu kamu mencukur seperti terakhir kali. Mari
kita bicara mengenai masa depan kita”.


Sementara itu Ms. Park kini
berada Sanatorium. Eun-ah berbicara dengan Eun-hee bahwa dia ingin ke New York
untuk mencari ide baru untuk kosmetik juga dan menawarkan Kim Ja-kyung sebagai
model perusahaan kosmetiknya. Keluarga besar Pak Lee berkumpul bersama dengan
Jung-hoon. Jung-hoon memberi tahu bahwa stasiun siaran mereka kini telah popular
dimana penulis bintang dan sutradara bintang menawarkan untuk bekerja dengan
mereka lebih dulu.



Saat berada di restaurant,
Myung-sun mengalami kontraksi dengan perutnya. Sehingga membuat Eun-hee, Pak
Kang, Bibi Jo panic. Malam harinya, Eun-hee mengatakan kepada Pak Lee bahwa
Myung-sun melahirkan anak perempuan. 2 tahun kemudian, Mi-sook menemui Suk-jin
dipenjara dengan mengatakan bahwa dia telah mengirim surat ke Ja-kyung dan
meminta Suk-jin untuk tetap bertahan. Di sanatorium, Ms. Park memeluk bantal yang
dianggapnya tas berisi uang.


Di rumah Ja-kyung, Ibu
Ja-kyung (memaki baju gari kuning putih) bersiap untuk pergi ke New York. Kwang-soo
memberikan surat Suk-jin kepada Ibu Ja-kyung untuk diberikan kepada Ja-kyung. Di
rumah Pak Lee, Eun-hee menghampiri Ha-yoon yang sedang bersama dengan kakeknya.
Eun-hee mengajak Ha-yoon untuk pergi. Sementara Pak Lee ada rencana juga
bertemu dengan teman-temannya. Di saat itu, Eun-hee menyinggung Pak Lee yang
memakai baju gari kuning putih dengan mengatakan terlihat bagus. Pak Lee
berkata ini dari seorang teman (mungkin dari Ibu Jang-kyung?).


Di taman, Eun-hee nampak
berjalan dengan membawa gulali, dia melihat Ha-yoon dan adik perempuannya yang
bernama Ra-ni (anak perempuan Eun-hee dan Gun-woo) menghampiri Gun-woo. Dalam
hati Eun-hee berucap “saya sangat senang. Tiga orang ini memberi saya
kebahagiaan”.  Mereka kemudian bertiga
berlari ke arah Eun-hee. Mereka akhirnya hidup bahagia. 

9 komentar.

Tinggalkan Balasan