Sinopsis Lengkap Film Habibie & Ainun 3 (2019)

Diposting pada

Habibie & Ainun 3 (2019)

Rilis
19
Desember 2019
Negara
Indonesia
Bahasa
Indonesia
Sutradara
Hanung
Bramantyo
Produser
Manoj
Punjabi
Pemeran
Maudy
Ayunda, Marcella Zalianty, Reza Rahadian, Arswendy Bening Swara, Jefri Nichol,
Jennifer Coppen, Lukman Sardi, Rebecca Klopper, Teuku Ryzki
Sinematografi
Yudi
Datau
Music
Tya
Subiakto
Distributor
MD
Pictures.

Plot Habibie & Ainun 3


22 Mei 2011, Habibie menuju
kuburan Ainun mengenang setahun kematian istrinya. Usai berziarah, Habibie
masih berduka meratapi kematian istrinya. Sementara itu keluarga Habibie
menyiapkan untuk makan malam. Habibie lewat Thareq menginginkan suasana yang
bahagia. Habibie menceritakan Ainun kepada cucunya. Habibie menceritakan
perjalanan hidup Ainun. Saat Habibie SMA, Habibie menyebut Ainun hitam dan
gelap.

Suatu ketika Ainun bersama
temannya bertanding kasti disaksikan Habibie. Dalam pertandingan, kaki Ainun
terluka sepatunya sobek. Usai pertandingan dihentikan sementara mengobati
Ainun, Ainun kembali bertanding mencetak 2 poin alhasil mengalahkan tim lawan.
Sementara tim Ainun merayakan, Ainun justru tidak melihat keberadaan Habibie.
Ainun pulang, dia memeriksa kotak surat dan juga tidak kunjung menerima surat
dari Indonesian University, Ainun berencana mendaftar Fakultas Kedokteran.

Dia tidak sengaja melihat
suratnya berada ditangan kakaknya selama beberapa hari, sehingga dia langsung
merampasnya. Dia terkejut dinyatakan diterima. Malam  hari, Ainun pergi pesta tari dan berjumpa
Habibie. Habibie menyebut dirinya lulus di RWTH Aachen yang dibiayai ibunya
samil menyebut beasiswa lebih pantas bagi orang yang lebih membutuhkan.

Flash back 1944, beberapa
penduduk bersembunyi di rumah keluarga Besari dari ancaman Tentara Jepang. Ibu
Ainun merupakan bidan tiba di rumah menyelamatkan diri, usai merasa aman Ibu
Ainun melanjutkan pekerjaan dan Ainun menyatakan keinginan pergi bersama ibunya
yagn disetujui. Mereka pergi secara sembunyi-sembunyi saat hujan. Keberadaan
mereka hampir diketahui tentara Jepang tetapi tentara Jepang teralihkan. Ainun
dan ibunya tiba di rumah orang hamil dan proses persalinan pun berlangsung
lancar.

Beberapa tahun selanjutnya
usai Indonesia merdeka, keluarga besar Besari menempati rumah lebih besar dan
layak. Waktu sekarang, Ainun mahasiswi UI sempat menerima perlakuan kekerasan
saat mengikuti ospek. Selain itu dia menerima perlakuan tidak menyenangkan dari
2 kakak tingkat saat pertama kali mengikuti perkuliahan. 2 orang berdalih gagal
kelas sebab mengikuti Pekan Olahraga Nasional namun dibantah Ainun.

Ainun memilih duduk di lantai
untuk bentuk perlawanan, diikuti semua mahasiswa lain beralasan Ibu merupakan
perempuan. Kedua orang tersebut diusir dosen Belanda dan juga dosen meminta
semuanya untuk duduk di bangku. Ainun menjadi sosok yang dikagumi banyak
mahasiswi dan lainnya termasuk Ahmad yang berasal dari fakultas Hukum. Ahmad
menjumpai Ainun melakukan praktik di rumah sakit.

Ainun merasa risi terhadap
Ahmad, Ahmad berhadapan teman Ainun dalam peraduan judo yang tidak disukai
Ainun. Temannya membubarkan peraduan tersebtu dengan alasan perjudian. Ainun
berada di perumahan yang kumuh, Ainun mendapati ibu miskin kesulitan membeli
obat untuk mengobati anak-anaknya. Dia berangkat ke rumah sakit menerima obatan,
dia dijaga 2 orang bermasalah. 2 tersebut merampas tas, namun Ahmad melumpuhkan
keduanya.

Polisi mengamankan mereka,
Ainun terus melakukan kebaikan terhadap masyarakat mendapatkan sambutan baik
disana. Beberapa hari selanjutnya, dosen Belanda diusir menuju Belanda
beralasan mahasiswa perlu diajarkan dosen yang lainnya. Pengumuman menuai
kekecewaan dari mahasiswa. Ahmad dan Ainun berlibur menuju pantai saat hujan
turun, Ainun dan Ahmad pulang menuju rumahnya. Ainun terkejut kehadiran Prof.
Husodo yang diketahui ayah dari Ahmad. Ainun berbicara, lalu pulang menuju kos
bersama Ahmad.

Ahmad mengantar Ainun sampai
pintu kamar, lalu mengajarknya keluar rumah, Ainun terkejut dengan adanya 3
pemain biola dimana Ahmad melamarnya. Ahmad mengajak Ainun untuk bermain di pasar
malam. Semua orang terkejut ledakan di putaran ke atas. Anak terpelanting
keluar, sementara itu ayahnya terluka di kursi. Ainun memberikan pertolongan
pertama dan membawa anak dan ayahnya menuju rumah sakit.

Dokter menyebut anaka tersebut
tidak dapat diselamatkan sebab penumotoraks dan juga ibunya menyebut Ainun
sebagai pembunuh. Husodo lalu menenangkan Ainun menyebut manusia tidak kuas
auntuk dapat menolak takdir Tuhan. Esok hari Ainun pulang menuju Bandung. Kedua
teman Ainun mengunjungi kos Ainun, ternyata Ainun tidak ada di tempat sebab
pulang kampung. Saat Ainun kembali ikut serta dalam pesta tarian, Ainun lalu
Ahmad dan juga seseorang berbalas pantun.

Saat seseorang merendahkan
Ainun mengucapkan pantun bernada merendahkan wanita, Ahmad tidak terima sehingga
mereka berkelahi. Ahmad memukulinya. Ahmad kemudian meminta maaf terhadap
Ainun, namun dia menyatakan akan meninggalkan Indonesia sebab tidak kuasa
terhadap pengalaman buruk yang diterimanya dan juga Ainun. Ainun pergi ke
perpustakaan, Husodo meminta Ainun berbicara sebentar. Husodo menyebut Ainun
dan anaknya bisa menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi.

Tahun 1961, Ainun menjalani
wisuda, Husodo mengumumkan bahwa Ainun merupakan lulusan terbai. Seseorang
tidak yakin dengan pengumuman ini terkejut, kecewa Ainu menyampaikan pidato
mengenai emansipasi wanita. Seseorang pada akhirnya mengakui Ainun lulusan
terbaik. Suatu hari, Habibie telah menyelesaikan pendidikan kemudian mendekati
Ainun yang menyiratkan Ainun telah menjadi milik Habibie.

Tinggalkan Balasan