Senin, 23 Desember 2019

Sinopsis Lengkap Film Habibie & Ainun 3 (2019)


Habibie & Ainun 3 (2019)

Rilis
19 Desember 2019
Negara
Indonesia
Bahasa
Indonesia
Sutradara
Hanung Bramantyo
Produser
Manoj Punjabi
Pemeran
Maudy Ayunda, Marcella Zalianty, Reza Rahadian, Arswendy Bening Swara, Jefri Nichol, Jennifer Coppen, Lukman Sardi, Rebecca Klopper, Teuku Ryzki
Sinematografi
Yudi Datau
Music
Tya Subiakto
Distributor
MD Pictures.

Plot Habibie & Ainun 3



22 Mei 2011, Habibie menuju kuburan Ainun mengenang setahun kematian istrinya. Usai berziarah, Habibie masih berduka meratapi kematian istrinya. Sementara itu keluarga Habibie menyiapkan untuk makan malam. Habibie lewat Thareq menginginkan suasana yang bahagia. Habibie menceritakan Ainun kepada cucunya. Habibie menceritakan perjalanan hidup Ainun. Saat Habibie SMA, Habibie menyebut Ainun hitam dan gelap.

Suatu ketika Ainun bersama temannya bertanding kasti disaksikan Habibie. Dalam pertandingan, kaki Ainun terluka sepatunya sobek. Usai pertandingan dihentikan sementara mengobati Ainun, Ainun kembali bertanding mencetak 2 poin alhasil mengalahkan tim lawan. Sementara tim Ainun merayakan, Ainun justru tidak melihat keberadaan Habibie. Ainun pulang, dia memeriksa kotak surat dan juga tidak kunjung menerima surat dari Indonesian University, Ainun berencana mendaftar Fakultas Kedokteran.

Dia tidak sengaja melihat suratnya berada ditangan kakaknya selama beberapa hari, sehingga dia langsung merampasnya. Dia terkejut dinyatakan diterima. Malam  hari, Ainun pergi pesta tari dan berjumpa Habibie. Habibie menyebut dirinya lulus di RWTH Aachen yang dibiayai ibunya samil menyebut beasiswa lebih pantas bagi orang yang lebih membutuhkan.

Flash back 1944, beberapa penduduk bersembunyi di rumah keluarga Besari dari ancaman Tentara Jepang. Ibu Ainun merupakan bidan tiba di rumah menyelamatkan diri, usai merasa aman Ibu Ainun melanjutkan pekerjaan dan Ainun menyatakan keinginan pergi bersama ibunya yagn disetujui. Mereka pergi secara sembunyi-sembunyi saat hujan. Keberadaan mereka hampir diketahui tentara Jepang tetapi tentara Jepang teralihkan. Ainun dan ibunya tiba di rumah orang hamil dan proses persalinan pun berlangsung lancar.

Beberapa tahun selanjutnya usai Indonesia merdeka, keluarga besar Besari menempati rumah lebih besar dan layak. Waktu sekarang, Ainun mahasiswi UI sempat menerima perlakuan kekerasan saat mengikuti ospek. Selain itu dia menerima perlakuan tidak menyenangkan dari 2 kakak tingkat saat pertama kali mengikuti perkuliahan. 2 orang berdalih gagal kelas sebab mengikuti Pekan Olahraga Nasional namun dibantah Ainun.

Ainun memilih duduk di lantai untuk bentuk perlawanan, diikuti semua mahasiswa lain beralasan Ibu merupakan perempuan. Kedua orang tersebut diusir dosen Belanda dan juga dosen meminta semuanya untuk duduk di bangku. Ainun menjadi sosok yang dikagumi banyak mahasiswi dan lainnya termasuk Ahmad yang berasal dari fakultas Hukum. Ahmad menjumpai Ainun melakukan praktik di rumah sakit.

Ainun merasa risi terhadap Ahmad, Ahmad berhadapan teman Ainun dalam peraduan judo yang tidak disukai Ainun. Temannya membubarkan peraduan tersebtu dengan alasan perjudian. Ainun berada di perumahan yang kumuh, Ainun mendapati ibu miskin kesulitan membeli obat untuk mengobati anak-anaknya. Dia berangkat ke rumah sakit menerima obatan, dia dijaga 2 orang bermasalah. 2 tersebut merampas tas, namun Ahmad melumpuhkan keduanya.

Polisi mengamankan mereka, Ainun terus melakukan kebaikan terhadap masyarakat mendapatkan sambutan baik disana. Beberapa hari selanjutnya, dosen Belanda diusir menuju Belanda beralasan mahasiswa perlu diajarkan dosen yang lainnya. Pengumuman menuai kekecewaan dari mahasiswa. Ahmad dan Ainun berlibur menuju pantai saat hujan turun, Ainun dan Ahmad pulang menuju rumahnya. Ainun terkejut kehadiran Prof. Husodo yang diketahui ayah dari Ahmad. Ainun berbicara, lalu pulang menuju kos bersama Ahmad.

Ahmad mengantar Ainun sampai pintu kamar, lalu mengajarknya keluar rumah, Ainun terkejut dengan adanya 3 pemain biola dimana Ahmad melamarnya. Ahmad mengajak Ainun untuk bermain di pasar malam. Semua orang terkejut ledakan di putaran ke atas. Anak terpelanting keluar, sementara itu ayahnya terluka di kursi. Ainun memberikan pertolongan pertama dan membawa anak dan ayahnya menuju rumah sakit.

Dokter menyebut anaka tersebut tidak dapat diselamatkan sebab penumotoraks dan juga ibunya menyebut Ainun sebagai pembunuh. Husodo lalu menenangkan Ainun menyebut manusia tidak kuas auntuk dapat menolak takdir Tuhan. Esok hari Ainun pulang menuju Bandung. Kedua teman Ainun mengunjungi kos Ainun, ternyata Ainun tidak ada di tempat sebab pulang kampung. Saat Ainun kembali ikut serta dalam pesta tarian, Ainun lalu Ahmad dan juga seseorang berbalas pantun.

Saat seseorang merendahkan Ainun mengucapkan pantun bernada merendahkan wanita, Ahmad tidak terima sehingga mereka berkelahi. Ahmad memukulinya. Ahmad kemudian meminta maaf terhadap Ainun, namun dia menyatakan akan meninggalkan Indonesia sebab tidak kuasa terhadap pengalaman buruk yang diterimanya dan juga Ainun. Ainun pergi ke perpustakaan, Husodo meminta Ainun berbicara sebentar. Husodo menyebut Ainun dan anaknya bisa menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi.

Tahun 1961, Ainun menjalani wisuda, Husodo mengumumkan bahwa Ainun merupakan lulusan terbai. Seseorang tidak yakin dengan pengumuman ini terkejut, kecewa Ainu menyampaikan pidato mengenai emansipasi wanita. Seseorang pada akhirnya mengakui Ainun lulusan terbaik. Suatu hari, Habibie telah menyelesaikan pendidikan kemudian mendekati Ainun yang menyiratkan Ainun telah menjadi milik Habibie.

Loading...