Selasa, 31 Desember 2019

Sinopsis Psychopath Diary Episode 12 part 2



Di rumah, Bo-kyung bersama dengan orang tuanya menyaksikan pemberitaan di tv mengenai penangkapan Dong-sik sebagai pembunuh berantai. Ibu Bo-kyung terkejut mengatakan tidak mungkin Dong-sik sebagai pembunuh berantai sebab dia orang baik. Bo-kyung terkejut mengapa ibunya mengenal Dong-sik. Ibunya mengatakan Dong-sik adalah orang yang menemuinya dan mengajak jalan anjing mereka dan Ibu Bo-kyung meyakini Dong-sik di fitnah.

Di dalam penjara, Dong-sik dihampiri tahanan lain yaitu Myung-dal bertanya kepadanya apakah benar Dong-sik si predator. Dong-sik mengangguk dan marah terhadapnya sebab si predator yang membuatya mendekap di penjara karena dianggap sebagai pembunuh. Segera Myung-dal ditahan polisi masuk ke dalam sel isolasi. Dong-sik bertanya kepada tahanan lain mengapa Myung-dal mengamuk. Dong-sik akhirnya mengetahui bahwa tahanan itu suka marah-marah sebab dia menganggap dia telah di fitnah sebagai pembunuh atas apa yang dilakukan oleh si predator (In-woo).

Bo-kyung menemui Dong-sik di penjara untuk bertanya mengenai kematian Mu-seok. Dong-sik mengatakan mereka terjatuh di tangga kemudian pingsan. Saat dia bangun Mu-seok telah meninggal. Dong-sik juga memberi tahu bahwa dia diminta datang ke gudang setelah menerima pesan. Bo-kyung menjelaskan kepada Dong-sik mungkin Dong-sik bukanlah si predator mungkin karena amnesianya yang membuatnya seperti ini. Bo-kyung berjanji kepada Dong-sik bahwa dia akan membuatnya bebas.

Bo-kyung menemui detektif Jae-jun bahwa dia meyakini Dong-sik bukanlah si predator dengan keganjalan kesaksian Dong-sik terkait salah satu pembunuhan terhadap tunawisma. Namun Jae-jun mengelak dan tetap meyakini Dong-sik adalah pembunuhnya. Usai Detektif Jae-jun pergi, Bo-kyung memasuki ruangan untuk mencari rekaman interogasi yang dilakukan oleh Jae-jun terhadap Dong-sik.

Di tempat lain, Jae-jun menemui Pak Seo mengatakan bahwa hanya dia mengetahui In-woo merupakan si predator dan Dong-sik dijebak karena masalah terkait amnesia yang dideritanya. Pak seo memahami bahwa Jae-jun menginginkan posisi di perusahaan dan menawarkan kepada Jae-jun. Jae-jun mengatakan kepadanya untuk tidak terburu-buru. Di kantor, Dong-sik melihat hasil rekaman investigasi dan menyadari Dong-sik bukanlah pembunuh terkait permasalahan pembunuhan tunawisma.

Bo-kyung menghubungi Jae-jun yang sedang dalam perjalanan mengendarai mobil. Bo-kyung mengatakan dia telah melihat hasil rekaman bahwa Dong-sik bukan pembunuh dan yakin Jae-jun telah mengetahui hal tersebut. Bo-kyung lalu mengatakan kepada Jae-jun siapa sebenarnya pembunuhnya. Namun segera Jae-jun tidak menjawab yang ternyata Jae-jun telah ditabrak oleh orang suruhan dari Pak Seo. Di TKP rupanya In-woo mengamati tabrakan itu dan dia menerima panggilan telepon dari Pak Seo.

In-woo datang menemui ayahnya Pak Seo dan In-woo mengetahui bahwa ayahnya telah menyuruh orang untuk membunuh Jae-jun. Pak Seo telah mengetahui In-woo adalah si predator yang mengejutkan In-woo. Pak Seo mengatakan In-woo seperti dirinya waktu muda. Pak Seo bersiap untuk membuat In-woo mengambil tahta singgasana perusahaan.

Sementara itu dipenjara Oh Myung-dal dipukuli tahanan lainnya, dan Dong-sik berusaha untuk membantunya. Namun Dong-sik di dorong oleh Myung-dal yang membuat kepalanya terbentur yang membuatnya sedikit mengingat kejadian saat dia melihat pembunuhan tunawisma yang dilakukan In-woo. Dong-sik kemudian meminta tahanan tersebut untuk memukulinya agar dia dapat mengingat kembali namun tahanan tersebut justru ketakutan.

Dong-sik dan Myung-dal dijebloskan ke dalam penjara isolasi. Dong-sik mengatakan kepada Myung-dal bahwa mereka senasib dan meyakini mereka berdua dipenjara dikarenakan orang yang sama. Dong-sik mengatakan kepada Myung-dal bahwa dia mengetauhi pembunuhan 8 tahun lalu terhadap Son Ji-min bukanlah Myung-dal yang melakukannya. Dong-sik mengatakan kepada Myung-dal apakah kamu melihat wajah pembunuhnya.

Flash back, Myung-dal masuk ke minimarket. Dia melihat pria (In-woo) memasukkan pil tidur ke dalam minuman kemudian memberikannya kepada Son Ji-min yang saat itu bekerja sebagai kasir. Waktu sekarang, Dong-sik mulai tersadar dan menyadari bahwa dia hanya memungut buku diary sehingga dia seolah-olah sebagai pembunuh karena amnesianya. Dong-sik kini menyadari dia bukan pembunuh.

Sementara di rumah duka, para polisi menghormati kepergian dari detektif Jae-jun. Kembali di dalam penjara, Dong-sik yang menangis dan merasa mual lalu muntah di kloset di dalam ruang sel isolasi. Myung-dal mengatakan kepada Dong-sik untuk membuka kloset tersebut dan memintanya untuk kabur. Myung-dal mengatakan apakah kamu tahu adegan di film “The Shawshank Redemption?”. Dong-sik mulai berpikir untuk kabur lewat lubang kloset.


Baca juga:
Sinopsis Selanjutnya: Psychopath Diary Episode 13 part 1
Sinopsis Sebelumnya: Psychopath Diary Episode 12 part 1
Loading...