Sabtu, 20 Oktober 2018

Sinopsis Lengkap Film The Throne (2015)


The Throne (2015)

Rilis
16 September 2015
Negara
Korea Selatan
Bahasa
Korea
Sutradara
Lee Joon-ik
Produser
Oh Seung-hyeon
Pemeran
Song Kang-ho, Moon Geun-young, Yoo Ah-in
Music
Bang Jun-seok
Sinematografi
Kim Tae-gyeong
Distributor
Showbox.

Plot


Dinasti Joseon, seorang raja berusaha mengajarkan putranya cara menjadi pangerang yang dapat memenuhi syarat dan komptene. Namun putranya gagal menyerapnya dan terlibat dalam bidang seni. Upaya yang dilakukan raja meluruskan putranya justru hanya menghasilkan akhir yang pahit.


Raja merasa kehilangan harapan terhadap putranya dan melatih cucunya di posisi tersebut. Sang cucul unggul di berbagai aspek, yang membuat raja bahagia. Dalam kemarahan mabuk atas kepahitan dan penyesalan, pangeran bergegas ke istana untuk membunuh raja.

Namun mendengar percakapan antara putranya dan raja membuat dia sadar akan apa yang dia lakukan dan pangeran menjatuhkan pedangnya. Raja awalnya berusaha memaafkan, namun diasut oleh beberapa anggota pejabat istana dan juga menteri untuk berfikir bahwasannya pangeran tidak layak menjadi raja dimasa depan.

Raja memerintahkan putranya dikunci dalam kotak beras hingga kematiannya di hari kedelapan pangeran meninggal dan upacara pun diadakan. Raja pindah menuju tempat terpencil untuk pensiun. Istana ditinggalkan dalam perawatan Ratu dan para pejabat.

Setelah 14 tahun, cucunya bertemu Raja yang menyarankan dirinya untuk waspada dan sadar akan perbedaan prinsip dan emosi. Setelah kakek meninggal, cucunya tersebut sekarang menjadi raja menghormati ayahnya dimakamnya dan ibunya saat almarhum ayahnya menghormati ibunya. Baik putra dan ibu tersebut menitikkan air mata kebanggaannya.

Film ini didasari penggambaran perebutan kekuasaan antara ayah yang merasa putus asa dan putranya yang dilecehkan secara emosional. Pada awalnya berusaha untuk mendapatkan kasih sayang dan kekaguman ayahnya namun memberontak melawan ayahnya ketika dia menyadari bahwa dirinya tidak mampu memenuhi harapan ayahnya.

Di setiap kesempatan Raja secara terbuka meremehkan dan juga mempermalukan putranya tersebut dengan sebelah mata yang membuat pangeran mempertanyakan harga dirinya yang mendorongnya dalam keadaan kecemasan terus menerus dan juga membenci dirinya sendiri.

Loading...