Selasa, 30 April 2019

Sinopsis Lengkap Film 12 Angry Men (1957)


12 Angry Men (1957)

Rilis
10 April 1957
Negara
Amerika Serikat
Bahasa
Inggris
Sutradara
Sidney Lumet
Produser
Reginald Rose, Henry Fonda
Pemeran
Henry Fonda, Ed Begley, Lee J. Cobb, Jack Warden, E.G. Marshall
Sinematografi
Boris Kaufman
Music
Kenyon Hopkins
Distributor
United Artists

Plot 12 Angry Men


Di pengadilan, hakim menginstruksikan 12 juri membahas lelaki berusia 18 tahun dari daerah kumuh yang diadili karena tuduhan menikam ayahnya hingga mati. Jika terbukti bersalah, dia akan menerima hukuman mati. Dalam pemungutan suara, semua anggota juri memberikan suara “bersalah” kecuali juri 8 yang berpendapat dia tidak bisa memilih bersalah sebab ada keraguan.

Dia menyatakan jika semua yang lain masih setuju, dia akan menyetujui keputusan mereka. Pemungutan suara menjelaskan satu suara "tidak bersalah". Juri 3 pun menuduh juri 5 karena tumbuh dari daerah kumuh. Namun Juri 9 mengungkap dia yang mengubah suara menyetujui harus ada diskusi.


Juri 5 dan 11 mengubah suaranya "Tidak bersalah". Juri 5, 6 dan 8 mempertanyakan klaim saksi usai melihat terdakwa melarikan diri 15 detik usai mendengar tubuh si ayah menyentuh lantai sebab dia secara fisik tidak bisa mencapai titik pandang yang tepat, usai pernah menderita stroke.

Juri 3 marah yang menentang dan Juri 8 menuduhnya sebagia penutut yang sadis. Juri 2 dan 6 kemudian mengubah suara mereka, sehingga suara berbanding seimbang 6-6. Juri 2 mempertanyakan kemungkinan terdakwa yang hampir satu kaki lebih pendek dari ayahnya, mampu mengakibatkan luka tusuk ke bawah yang ditemukan dalam tubuh.

Juri 8 dan 3 melakukan percobaan melihat apakah orang lebih pendek mampu menusuk orang lebih tinggi. Eksperimen membuktikan ada kemungkinan, namun Juri 5 menggambarkan pengalaman dirinya yang tumbuh di daerah kumuh, menunjukkan cara benar memegang dan menggunakan switchblade, menjelaskan siapa pun yang terampil menggunakan switchblade akan selalu menikam dengan curang terhadap sudut ke atas pada lawan yang lebih tinggi dari mereka, sebab cengkraman menikam ke bawah terlalu canggung dan juga tindakan berpindah tangan juga akan memakan waktu.


Hingga akhirnya tersisa Juri 3, 4 dan 10 yang pembangkang. Juri 4 menyatakan terlepas dari smeua bukti sebelumnya, wanita dari seberang jalan melihat pembunuhan masih berdiri sebagai bukti yang kuat. Juri 12 pun mengembalikan suaranya sehingag 8-4.

Juri 9 melihat Juri 4 menggosok hidungnya yang kesal dengan kacamatanya, menyadari bahwa wanita yang diduga melihat pembunuhan tersebut mempunyai kesan di sisi hidungnya, menunjukkan dia mungkin mengenakan kacamata, namun  saat itu mungkin tidak mengenakannya pada kacamata.

Juror 8 menambahkan bahwa dia tidak akan memakainya saat berusaha untuk tidur, dan menunjukkan bahwa atas bukti sendiri serangan tersebut terjadi begitu cepat sehinga diak tidak akan memilih waktu memakainya.


Juri 4, 10 dan 12 mengubah suara mereka menjadi tidak bersalah sehingga kini 11-1. Juri 3 memberikan serangkaian argumen panjang, membangun terhadap kenyataan sebelumnya bahwa hubungan dirinya dengan putranya sendiri sedang tegang, yang akhirnya mengapa dia ingin terdakwa bersalah.

Dia pada akhirnya kehilangan kesabaran dan menangisi foto dirinya dan putranya. Akhirnya dia megambil suara "tidak bersalah" sehingga suara pun bulat bahwa anak tersebut dianggap tidak bersalah. Ketika juri pergi, Juri 8 membantu Juri 3 yang bingung dengan mantelnya. Di luar Juri 8 dan Juri 9 bertukar nama dan semua anggota juri menuruni tangga gedung pengadilan.

Loading...