Minggu, 19 Mei 2019

Sinopsis Drama Voice 3 Episode 3



Dok-ki (An Se-ha) dibunuh oleh pria bertopeng dengan digantung. Detektif Ryoji (Park Dong-ha) bersama pasukannya mendatangi kantor Jo Young-choon (Jeong Tae-ya) yang pada saat itu sedang berdiskusi dengan Tim Golden Time. Ryoji mengungkit bahwa Detektif Do telah membuat tempat jagal atau pembunuhan dengan bukti darah dan alat di kediamannya. Kemudian menunjukkan alat pancing sebagai bukti bahwa dia pembunuh Kaneko.



Do menghampiri Ryoji mengatakan untuk membuka telinga dan mendengarkannya. Do melanjutkan mengatakan bahwa alat tersebut untuk berburu sebab di desa Kirishi  yang dia tempati mempunyai banyak babi liar, dan alat tersebut digunakan memotongnya. Sementara noda darah tersebut miliknya ketika penyakitnya kambuh dia akan mengikat kaki dan juga tangannya dengan menggunakan kawat pancing tersebut.


Asisten Ryoji menjelaskan memang benar apa yang telah diucapkan Do setelah memeriksa bukti. Tim Golden Time meninggalkan lokasi yang membuat Ryoji kesal dia tidak bisa membuktikan Do adalah pembunuh Kaneko. Di rumah sakit, seorang pria misterius menatap mayat Yukiko Kaneko dan berjanji akan mendapati pembunuhnya.


Di Poongsan Korea, Do kembali di apartemennya. Do termenung, flash back Kaneko menghubungi Do dengan mengatakan bahwa para bajingan tersebut telah memanfaatkan lukisan di dark web dan meminta untuk bertemu di seni gudang Woochibori. Do tiba di gudang mendapati mayat dari Kaneko yang telah dimutilasi dan pada saat itu penyakit Do kambuh dan meninggalkan Id Cardnya yang terjatuh.


Di hari berikutnya Do melakukan presentasi dengan polisi Korea lainnya berkaitan dengan dark web dengan nama "Fabre" tempat mereka menjual bagian tubuh manusia, senjata yang dimanfaatkan pembunuh berantai, dan film kematian untuk VVIP yang mempunyai obsesi jahat. Nama pemilik, penampilan dan usia tidak diketahui namun dia dijuluki “Wire Shun”. Sersan kemudian membentuk tim "The City of Accomplices" untuk mengungkap kejahatan tersebut dan Tim Golden Time tetap berjalan.


Do menerima telepon bahwa Dok-ki ditemukan telah bunuh diri. Tim Golden Time tiba di gudang pembunuhan Dok-ki dimana Do menganggap Dok-ki tidak bunuh diri melainkan dibunuh. Dimana pembunuh merusak vertebra lehernya memanfaatkan kawat di atas bajunya itu yang membuat Dok-ki tercekik.


Kwang-joo bersama Do menuju Hanmaum Sanitarium tempat Dok-ki bekerja. Kwon-joo menginterogasi seorang nenek yang ketakutan menyebut malaikat maut menghampiri Dok-ki. Do lalu berspekulasi bahwa pembunuhnya memakai topeng dan ini sebagai pembunuh berencana.


Mereka melakukan penyelidikan dimana mereka berdua mengunjungi penjara menemui Bang Je-soo untuk mencari informasi namun terjadi ketegangan antara Do dan Je-soo. Je-soo yang hendak pergi mengatakan kepada Kwon-joo bahwa Do tidak pergi ke Jepang untuk menyelidiki dia pergi kesana untuk menjadi seorang pembunuh. Je-soo lalu berjalan dengan senyum liciknya.


Tidak lama Kwon-joo menerima telepon dari Eun-soo bahwa ada pelapor bernama Jung Soo-ja yang mengatakan ada bocah tergantung di pipa gas di antara lantai 4 dan 5 di pemukiman Hwangyong. Kwang-joo menghubungi pelapor yang mana pelapor bahwa salah satu anak Sea Horse Dad bernama Hyun-soo tergantung di pipa gas mengatakan dia akan bunuh diri. Kwon-joo meminta kepada Seo-yool , mencari informasi mengenai Sea Horse Dad.


Kwon-joo kembali menuju kantor pusat. Sementara Do menuju pemukiman Hwangyong dan juga tim lapangan setelah dihubungi oleh Eun-soo. Seo-yool menjelaskan bahwa Sea Horse Dad tempat penampungan  yang didirikan oleh Direktur Song Soo-cheol untuk anak-anak yang memiliki penyakit yang tidak bisa disembuhkan dan dia mempunyai 15 anak asuh dan terdapat anak bernama Hyun-soo berusia 19 tahun. Sebab Sea Horse Dad dekat pemukiman Hwangyong berada, Hyun-soo pasti berhenti di perjalanan pulang dimana lantai 5 kosong sehingga ini yang menyebabkan peristiwa tersebut terjadi. Ini membuat Kwon-joo curiga.


Petugas Seo-yool diminta menghubungi Direktur Song oleh Kwon-jooo. Song menuju lokasi Hyun-soo. Dalam perjalanan dia terhubung dengan Kwong-joo dengan mengatakan kepada Seo-yool bahwa Hyun-soo menderita Sindrom Asperger (gejala autisme dimana penderitanya mempunyai keslitan berkomunikasi terhadap lingkungan sekitarnya) dan mengatakan bahwa dia sempat baik-baik saja dan kejadian yang sekarang mungkin ini semua karena ibunya. Kwon-jooo menanyakan bagaimana menenangkan Hyun-soo. Direktur Song mengatakan dengan permainan kata sebab dia menyukainya.


Kwon-joo menghubungi Do mengatakan bahwa Hyun Soo menderita Syndrom Asperger dan dia senang permainan kata. Do berusaha untuk mencoba mengajaknya bermain kata. Ibu Hyun Soo datang dengan sempoyongan meneriakkan nama Hyun Soo yang membuatnya panic. Do berusaha meraih tangan Hyun Soo namun Hyun Soo terjatuh setelah besi sebagai penopang kaki Hyun soo murnya terlepas sehingga Hyun Soo terjatuh.

Baca juga:
Sinopsis Voice 3 Episode 2
Sinopsis Voice 3 Episode 4


Loading...