Sinopsis Left-handed Wife Episode 03

Diposting pada

Esther meninggalkan ruangan
dan Ibu Jo marah besar merobek surat pengunduran diri Esther penuh kekesalan.
Di kediaman Pak Oh, Soo-ho mengantarkan San-ha ke depan rumah untuk berangkat
kerja. Ketika itu Ibu Baek mengatakan kepada Soo-ho “Mengapa kamu tidak mencari kedua
orang tuamu”
ini membuat San-ha marah pada ibunya. Ibu Baek melanjutkan
“Ibu
bukan asal bicara. Kalian sudah mendaftarkan diri pernikahan. Akan baik jika
orang tuamu hadir di pernikahanmu”.


Di luar rumah, Soo-ho
mendengar Ibu Baek mengatakan kepada San-ha untuk mencari tahu orang tua San-ha
sebelum mempunyai anak untuk memastikan barangkali dia punya darah pencuri atau
pembunuh. Di kantor Aura Pak Ma menemui Ibu Jo dengan mengatakan “Keluarga
Aura kehilangan cucu sulung mereka. Kudengar dia sepantaran Do-kyung atau lebih
tua darinya.”
Ibu Jo mengatakan “begitulah kebohongan tercipta dari mulut ke
mulut. Jika aku mendengar hal ini lagi aku akan menyalahkanmu.”


Nenek Chun menuju kuil
memberikan penghormatan mendiang Ibu cucunya dan berjanji akan menemukan
cucuknya yang hilang. Sementara itu Soo-ho hampir tertabrak mobil yang
dikendarai oleh Do-kyung. Do-kyung bukannya meminta maaf dia justru memberikan
memasukkan uang ke kantong Soo-ho lalu pergi meninggalkannya.


Do-kyung kencan buta dengan
Yi-hwa di café namun terkejut pelayannya adalah Esther. Di kamar mandi,
Do-kyung menganggap Esther menguntitnya. Esther akan mengungkap dia telah
berhubungan lama. Namun Do-kyung menghentikannya dan berjanji dia akan menikah
akan tetap menemui Esther. Esther marah menampar wajah Do-kyung dan Do-kyung
mendorong Esther. Do-kyung berusaha membantu Esther namun hidungnya berdarah
setelah Esther tidak sengaja menyundulnya.


San-ha menemui Soo-ho di
perpustakaan, dimana Soo-ho memberikan bunga untuknya dan mengatakan “kamu
selalu menjadi keajaibanku. Bertemu denganmu, mencintaimu dan menikahimu”.
Kamulah makna hidupku, menikahlah denganku San-ha.” San-ha mengatakan “Mari
kita menikah.”
Selanjutnya mereka menuju rumah sakit untuk melihat
kondisi Esther.


Tiba di rumah sakit, mereka
terkejut melihat wajah Esther.  Soo-ho
bertemu kembali dengan Do-kyung. Soo-ho mengatakan kepada Do-kyung “jika
kamu menyentuh Esther lagi aku akan memberikan pelajaran kepadamu”.
Do-kyung
mengatakan “Esther?. Kamu pria dari panti asuhan itu? Jangan khawatir. Aku tidak
akan menemuinya lagi. Setelah hari ini, Rasa sayangku sudah hilang” Beri tahu
teman panti asuhanmu jangan menempel mantan pacarnya. Ini hanya akan membuatnya
muak.”
Soo-ho menggempal tangannya mengatakan “Kamu bahkan tak layak dipukul”. Dia melemparkan uang ke wajah
Do-kyung lalu pergi.


Usai mengetahuia Ibu Jo
membuat Do-kyung kencan buta lagi, membuat Pak Kang marah dan memintanya untuk
tidak menfaatkan Do-kyung dalam bisnis. 
Sampai di rumah Do-kyung  mendengar
ayahnya mengatakan kepada Ibunya agar mereka saja yang menjalani hubungan tanpa
cinta. Flash back Do-kyung kecil pulang sekolah mendengar ayahnya mengatakan
kepada ibunya untuk bercerai. Di hari lainnya Do-kyung ingin mengabarkan
mendapati nilai bagus namun dia terkejut melihat Ibunya jatuh pingsan dengan
berlumuran darah di kepalanya.


Waktu sekarang, Do-kyung
menghampiri ayahnya mengatakan “ Aku tidak akan hidup seperti ayah. Akan
kubuat kakek menerimaku dan kurebut perusahaan Aurora. Setelah aku menikah, aku
akan melupakan cinta lamaku dan setia kepada istri serta anakku”

Do-kyung lalu pergi ke kamarnya.  Do-kyung
dihampiri ibunya dan Do-kyung meminta maaf sebab dia telah mengacaukan kencan
butanya.


San-ha dan Soo-ho meminta
kepada Esther untuk melupakan Do-kyung sebab dia bukan pria yang baik. Tidak
lama, Esther ditangkap polisi atas penggelapan uang. Di kantor polisi Esther
ditemani oleh Soo-ho dan San-ha mengatakan dia tidak pernah melakukan itu.
Sementara itu Ibu Jo telah merekayasa dengan meletakkan bukti lain di bagasi
mobil miliknya berupa lukisan asli dan memalsukan lukisan palsu yang diletakkan
di kantor. Esther berusaha mengelak namun dia tetap dijebloskan dalam sel.


Di salon kecantikan, Ibu Baek
ditunjukkan oleh pelanggannya foto berita Ibu Jo. Dia mengatakan kepada IBu
Baek bahwa Jo Ae-hwa hidup mewah dengan ayahnya seorang menteri dan menikahi
keluarga konglomerat. Kini mengelola galeri. Saat itu Ibu Baek mengamati kalung
yang dikenakan Ibu Jo di foto dia merasa kenal dengan kalung tersebut.  Dia ingat ini dipakai oleh Soo-ho saat masih
bayi. Ibu Baek pulang dan mengambil kalung yang disimpannya yang sama persis
dikenakan Ibu Jo. Ibu Baek beropini mungkinkah Soo-ho anak dari Ibu Jo.  Di kantor polisi, Soo-ho bertatapan dengan
Ibu Jo yang memperhatikannya.  

Baca juga:

Tinggalkan Balasan