Selasa, 10 September 2019

Sinopsis Lengkap Film Focus (2015)

Focus (2015)

Rilis
27 Februari 2015
Negara
Amerika Serikat
Bahasa
Inggris
Sutradara
John Requa, Glenn Ficarra
Produser
Denise Di Novi
Pemeran
Margot Robbie, Will Smith, Gerald McRaney, Rodrigo Santoro, Robert Taylor, B.D. Wrong, Dominic Fumusa
Sinematografi
Xavier Perez Grobet
Music
Nick Urata
Distributor
Warner Bros. Pictures

Plot Focus


Nicky Spurgeon (Will Smith) pergi ke restoran kelas atas dimana penulis berpengalaman Jess Barrett (Margot Robbie) menggodanya, dan selanjutnya berpura-pura mereka ditangkap suaminya yang cemburu. Saat penipu gagal, Nicky menyarankan mereka agar tidak kehilangan fokus saat menghadapi situasi tidak terduga. Nicky mengikuti Jess dan meyakinkannya minum bersamanya.

Sambil minum, dia menceritakan kisah bagaimana ayahnya membunuh kakeknya dalam suatu penyimpangan menjelaskan tatik disebut "Toledo Panic Button". Jess mengikuti Nicky menuju New Orleans, berhasil membujuk Nicky membawanya di bawah sayapnya, dimana dia juga diperkenalkan terhadap kru Nicky, termasuk Farhad (Adrian Martinez) dan Horst (Brennan Brown).

Dia mengambil beberapa kantong sebagai ujian dalam mencuri, dan segera Jess dan Nicky mengembangkan hubungan yang membuat Nicky dilema sebab dia diajar ayahnya agar tidak pernah terlibat secara emosional dengan siapapun dalam bisnis mereka. Di Game Franchise Football Associated of America Championship ke 17, Nicky memasuki putran taruhan semakin boros dengan penjudi Liyuan Tse, yang akhirnya kehilangan semua uang yang telah diperoleh kru.

Untuk dapat memenangkannya kembali, Nicky meminta Tse memilih pemain mana saja di dalam atau di luar lapangan dan menjelaskan Jess akan menebak nomor yang dipilih. Jess putus asa memindai lapangan dan memperhatikan Farhad mengenakan nomor punggur "55" dan juga menyadari itu merupakan tipuan yan telah direncanakan. Mereka meraih jutaan dollar dari Tse.

Nicky menjelaskan kepada Jess bagaimana Tse yang telah diprogram oleh mereka untuk memilih nomor 55 sejak dia datang dengan bisikan secara halus dibawah sadar sepanjang hari. Setelah itu Nicky khawatir akan keterlibatan emosinya semakin besar, meninggalkan Jess di pinggir jalan. Dia menginstruksikan sopir membawanya ke bandara. Jess menangis saat limusinnya pergi yang meninggalkan Nicky naik ke mobil lain.

3 tahun berikutnya, Nicky berada di Buenos Aires, bekerja pada Rafael Garriga seorang pemilik tim motorsport miliarder. Garriga perlu mengalahkan tim dipimpin pengusaha McEwen untuk memenangkan kejuaraan. Nicky akan berpura-pura untuk menjadi teknisi tim Garrifa yang bersedia menjual algoritme penggunaan bahan bakar khusus Garriga EXR. Sebaliknya dia akan menjaul terhadap McEwen versi palsu yang akan memperlambat mobil mereka.

Di pesta pra-balapan, Nicky bertemu Jess, yang kini kekasih Garriga. Usai berpura-pura mabuk saat melihat Jess, Nicky bertengkar meyakinkan terhadap Garriga di hadapan umum dan usai diusir, direkrut McEwen untuk menyediakan komponen. Nicky mulai mendekati Jess lagi, mereka akhirnya menghidupkan kembali hubungan. Owens kaki tangan Garriga curiga.

Nicky mengirimkan komponen terhadap McEwen dengan harga 3 juta euro namun juga menjualnya menuju tim lain jumlah yang sama. Jess dan Nicky berusaha kembali ke AS bersama. Namun mereka ditangkap pasukan Garriga dan dibawa menuju garasi Garriga. Jess diikat sementara Nicky dipukuli.

Nicky sebenarnya telah menjual EXR asli terhadap semua tim yang berbeda. Garriga yakin Jess ada hubungannya dengan Nicky mendapati akses menuju EXR dan mulai mencekik Jess yang tersumbat. Nicky menjelaskan dia memperoleh akses ke EXR dengan menipu Jess untuk meyakini bahwa dia masih mempunyai perasaan terhadapnya.

Kalung yang dia berikan terhadap Jess dilengkapi untuk secara diam-diam merekam kata sandi dan juga informan login Garriga. Dia menjelaksan Jess ditipu dan tidak tahu apa-apa mengenai ini. Namun Jess selanjutnya menjelaskan bahwa dia hanya berusaha merayu Garriga untuk mencari arlojinya yang berharga dan juga membuat Nicky cemburu.

Nicky berjanji berterus terang demi menyelamatkan hidup dari Jess namun Owens menembaknya di dada mengakibatkan Garriga yang ketakutan pergi. Owens menjelaskan dirinya sebagai ayah Nicky yaitu Bucky dan meyakinkan Jess, dia menghindari arteri besar. Dia hanya memanfaatkan "Toledo Panic Button". Bucky selanjutnya merekam luka Nicky dan mengambil darah berlebih dari dada putranya tersebut dengan pendorong logam sehingga dia dapat bernapas lagi.

Mereka meninggalkan garsia bersama kendaraan Garriga. Bucky mengantar Jess dan Nicky menuju rumah sakit untuk merawat paru-paru Nicky yang tertusuk kemudian pergi dengan uang Nicky sebagai pengingat konsekuensi kehilangan fokus. Usai dia pergi, Nicky memperhatikan Jess menyambar arloji Garriga sebelum dia meninggalkan gudang, Nicky dan Jess tersenyum selanjutnya menuju rumah sakit bersama.

Loading...