Sinopsis Lengkap Person Who Gives Happiness Episode 48

Diposting pada

Suk-jin dan Ja-kyung lalu
berbicara berdua untuk bersama-sama untuk dapat menyembuhkan Ha-yoon. Di rumah
sakit Baek-sol masuk ke kamarnya mengatakan bahwa dia menyukai Ha-yoon dan
menawarkan diri jika ada yang ingin ditanyakan untuk bertanya padanya sebab dia
telah 10 bulan disini sebab dirinya mengalami sakit kanker. Suk-jin dan
Ja-kyung menemui Ha-yoon di rumah sakit. Ja-kyung berbicara berdua dengan
Ha-yoon dia meminta Ha-yoon untuk melihatnya lalu meminta maaf kepada Ha-yoon.


Pak Lee pergi ke kedai Eun-hee. Di saat itu
Pak Lee melihat kebaikan Eun-hee terhadap pria yang membawa pesanan Eun-hee dan
juga keramahan Eun-hee terhadap pelanggannya. Pak Lee tersenyum melihatnya. Di
rumah sakit, Ha-yoon berjalan ditemani Yu-ri mereka melihat seorang ibu
menangis.


Selanjutnya Ha-yoon meminta
Yu-ri untuk membawakan sketchbook ibunya (Eun-hee). Yu-ri berjanji akan
membawakannya dan Yu-ri bertanya apakah dia ingin bertemu dengan Bibi Eun-hee. Ha-yon
mengatakan dia akan bertemu dengannya jika dia merasa baik. Mereka berdua
kemudian bertemu dengan Baek-sol. Ibunya Baek-sol menghampiri Baek-sol
mengajaknya pergi. Yu-ri dan Ha-yoon menyadari bahwa Ibu Baek-sol adalah ibu
yang menangis tadi namun Ibu Baek-sol berusaha tidak menunjukkan kesedihannya
terhadap Baek-sol.


Ms. Park menghubungi seseorang
untuk membawakan Yuegaekjang terenak berapapun biayanya agar Ha-yoon bisa
makan. Sementara di kantor Gun-woo mendapat kabar dari Yeong-hon bahwa Ha-yoon
menderita leukemia. Gun-woo berusaha pergi namun dihentikan Yeong-hon meminta
Gun-woo untuk tetap duduk untuk membiarkan keluarganya yang mengurus sebab ini
akan membuat orang terkejut dan meminta keluarganya memberi waktu.


Gun-woo merasa kesal
menganggap orang tuanya hanya memikirkan posisi mereka dan hanya mengatakan
cinta dengan kata-kata dan tidak ada yang benar mencintai Ha-yoon. Gun-woo
sangat dilemma namun dia tetap ditenangkan oleh Yeong-hon untuk tidak pesimis
sebab leukemia tida selamanya berbahay dan bahkan orang dapat bertahan hidup.


Eun-hee terus memikirkan mimpi
itu dan member tahu Myung-sun. Myung-sun mengatakan dia akan mencari informasi
mengenai Ha-yoon di lokasi shooting. Myung-sun mendapat kabar dari crew bahwa
sudah lama Ha-yoon sakit. Myung-sun lalu bertemu dengan Kwang-soo dan
menyalahkannya. Myung-sun segera menuju rumah sakit bertemu dengan Ms. Park dan
dia memarahi Ms. Park yang dianggapnya rakus. Myung-sun masuk ke ruangan untuk
berbicara dengan Ha-yoon dan meminta Ms. Park untuk tidak menganggunya. Ha-yoon
mengatakan kepadanya apakah Eun-hee mengetahui dia sakit. Myung-sun mengatakan
tidak. Ha-yoon mengatakna untuk tidak mengatakan jika dia sakit. Myung-sun
menangis melihat kondisi Ha-yoon seperti ini.


Myung-sun berbicara dengan
Gun-woo mengenai ini. Myung-sun mengatakan dia bingung bagaimana cara untuk
dapat mengatakan kepada Eun-hee. Myung-sun di panti terus menangis sambil
melihat video Ha-yoon. Ketika itu Eun-hee dan Bibi Jo datang menemuinya. Mereka
berdua terkejut Myung-sun menangis. Myung-sun mengatakan bahwa dia menangis
karena menopause lamanya.


Di kediaman Pak Lee, Pak Lee
khawatir melihat Gun-woo terus minum. Segera Pak Lee memintanya untuk membawa
Eun-hee bertemu dengannya. Namun So-jung menolak ini. Pak Lee pergi sementara
Gun-woo tidak ingin berdebat dengan adiknya. Gun-woo pergi ke kamar dan So-jung
menghampirinya. So-jung mengatakan jika ayah harus bertemu dengannya dan
menyingkirkannya. Gun-woo pun marah dia mengatakan “jika ayah bertemu Eun-hee
dan menyakitinya dengan cara apapun, akut tidak akan pernah melihatmu lagi”.


Di malam hari, seorang anak
yaitu Eun-ah kecil (adik dari Eun-hee) berjalan dengan kondisi lesu menangis memegang
tongkat menyebut nama Eun-hee. Segera wanita terbangun dari tidurnya dan
ternyata So-jung yang terbangun dari mimpi tersebut. So-jung yang tidur di
kursi depan kamar Gun-woo, menangis sambil tersenyum memandang kamar Gun-woo.
(mungkinkah So-jung sebenarnya adalah Eun-ah??) (Baca juga: Person Who Gives Happiness Episode 49)

Tinggalkan Balasan