Sinopsis Lengkap Vagabond Episode 1

Diposting pada

Di Afrika, shooter (Cha Dal-geon) Korea bersama dengan mitra
Rusia, berada di bukit batu, mereka diberitahu bahwa target mereka segera hadir
van hitam. Shooter menembak satu roda limusin, menghentikan kendaraan. Wanita
melangkah dari limusin dan Si shooter bersiap menembak. 13 tahun lalu, Si
shooter di awal yaitu Cha Dal-geon (Lee Sung-gi). Dal-geon mengikuti audisis
stuntman dengan keterampilannya taekwondo, judo, hapkido, kickboxing dan kendo.

Namun saat beraksi dia justru membuat seseorang kejang-kejang
dan gagal mematahkan batu bata di dahinya dan dia berdarah, ini membuat
ponakannya Cha-hoon menangis. Dal-geon menjelaskan dia mengangkat Hoon usai
kematian saudaranya. Pada akhirnya Dal-geon lolos dan kini menjadi stuntman. Seorang
wnaita memberikan presentasi mengenai pesawat tempur di angkatan udara Korea.
Jessica Lee direktur John & Mark Asia, dia dan wakil presiden perusahaannya terlihat tidak bahagiaa saat perusahaan saingan Dynamic System, menyajikan
pesawat mereka jauh lebih murah.

Dal-geon berhenti menjadi stuntman mengambil pekerjaan
menjadi sopir taksi. Dia menerima telepon dari Hoon, yang tidak tahu dia tidak
bekerja menjadi stuntman lagi. Di rumah, Hoon menyortir barang-barang daur
ulang, dia menemukan kotak berisi film-film seni kliping dan catatan belajar
Dal-geon. Hoon menghubungi Dal-geon lagi, namun sebaliknya dia menghubungi
pusat aksi mengetahuia Dal-geon berhenti.

Di rumah, Hoon memberi tahu Dal-geon, dia tidak akan pergi
menuju Maroko dengan tim taekwondo minggu depan. Dal-geon memperingatknnya
pesawat dan hotel dibayar pemerintah. Namun Hoon berpendapat mereka harus
membayar biaya lain. Dal-geong memberi tahu Hoon bahwa terhadap usianya, dia
tidak perlu khawatir mengeani uang tersebut. Nama atas undangan tersebut untuk
perjalanan tim taekwondo yaitu GO Hae-ri (Suzy), magang di Kedutaan Korea di
negara Maroko.

Usai pertemuan, dia mengunci pintu menerima telepon menyebut
dirinya sebagai Elsa. Dia mengambil sesuatu di balik bingkai bendera Korea,
seseorang mengedor pintu, Hae-ri segera memamerkan kakinya kepa rekan kerjanya,
Ho-shik. Saat dia pergi, Hae-ri megnambil gambar mengeluarkan chip memori dari
kamera tersembunyi.

Pesawat tempur Mark & John’s Eagle ternyata lebih rendah
kinerjanya dari pesawat tempur Dynamic System F70. Jessica diberi tahu, opini
publik mempengaruhi presiden Korea walaupun Mark & John melakukan lobi
agresif. Dia memerintahkan bawahannya memastikan mereka menjaga komunikasi
terhadap Blue House hingga semua selesai.

Jessica mengatkaan kepada Michael, dia memperkerjakannya
sebab dia bekerja untuk CIA, walaupun dia seorang salesman yang buruk. Dia
menunjukkan CIA memecatnya, namun Jessica membantah bahwa dia belum mendapati
terobosan besar. Dia menjelaskan kepadanya untuk mendapati kesepakatan ini.
Satu minggu selanjutnya, Dal-geong membuat sarapan ketika Hoon berkemas untuk
perjalanan ke Maroko.

Hoon masih marah, bersikeras naik bus tim menuju bandara.
Sikap Hoon mendorong Dal-geung gertakan sehingga dia mampu kembali ke panti
asuhan apabila dia membenci tinggal bersamanya. Dia menyesalinya, namun Hoon
menolak berbicara dengannya, bahkan saat meminta maaf. Hoon menyelinap keluar
pintu, Dal-geon menggerutu.

Di Lisbon, Portugal Michael berlari melalui jalan, dengan
putus asa mengetuk teleponnya ketika dia dikejar sesosok bayangan. mereka
mengancam mengejarnya. Dia berusaha menghubungi bandara Incheon, namun saluran
mereka sibuk, alhasil peringatannya bahwa penerbangan malam tersebut ke Maroko
akan macet tanpa dihiraukan. Dia menutup telepon, dan pesan dihandphonenya
memberitahunya panggilan itu dipantau, sehingga dia membuang handphonenya.

Sebagian besar tim taekwondo Hoon disibukkan orang tua mereka
di bandara, namun Hoon mencibir sendirian. Dia menghubungi Dal-geon namun
memutuskan tidak melakukannya, masih merasa kesal dengan sepatunya yang kotor.
Hoon menghubungi Dal-geong meninggalkan pesan dia akan naik ke pesawat. Dia
memberi tahu Dal-geon memeriksa cloud (penyimpanan file) jika dia
merindukannya, sebab dia akan mengunggah video perjalanan dirinya.

Operator di bandara Incheon mendapati telepon dari Michael,
mengatakan mereka harus menghentikan penerbangan ke Maroko. Dia menjelaskan ada
teroris di pesawat namun sebelum dia mampu menjelaskan lebih lanjut, dia
diseret pergi. Alam berbunyi, dan peralatan pengawas bandara rusak. Kamar
dievakuasi dan petugas menerima panggilan berusaha memanfaatkan ponselnya, dan
seseorang memukul lehernya sebelum melanjutkannya. Di pesawat, Hoon mengambil
video dari timnya. Dia menjatuhkan handphonenya saat dia menabrak pria misterius
dan pria itu mengembalikan handphone Hoon.

Di kokpit, Co-pilot menerima telepon yang dijawabnya dalam
bahasa Spanyol, meyakinkan penelpon pilot tidak dapat memahaminya. Michael
dibawa menuju mobil dan dipaksa minum. Seseorang menempatkan pistol dan mengarahkan
ke kepalanya, lalu menarik pelatuknya. Si pembunuh menyelinap keluar dari
mobil. (Lanjut: Vagabond Episode 2)

Tinggalkan Balasan