Sinopsis Strangers From Hell Episode 4 part 2

Diposting pada

Ketika tim kantor makan
bersama, Shin Jae-ho menawarkan daging kepada Jong-woo namun Jong-woo mengalami
halusiansi membayangkan Moon-zo menawarkan daging manusia. Jong-woo muntah di
kamar mandi dan dihampiri oleh Byeong-min yang tidak suka terhadap sikap
Jong-woo.


Dia mengatakan “Jika
berniat menarik simpati dengan paras tampanmu itu, tidak akan mempan padaku”.

Jong-woo mengatakan “apa yang kamu bicarakan” Byeong-min lalu pergi. Jong-woo mulai
frustrasi dan emosi dia memandang wajahnya di cermin dengan mengatakan “Haruskah
aku membunuhnya”
. Jong-woo perlahan tenang dan dia kembali ke meja
makan dan meminta maaf.


Di apartemen Eden di lantai 4,
Si peramal dalam kondisi terikat dan ketakutan. Mrs. Bok-soon meminta kepada
Nam-book untuk memberikan pisau yang diasahnya. Mrs. Bok-soon mengayunkan
pisaunya hingga membuat si peramal ketakutan namun dia hanya mengancamnya dan
memberikan Nam-book untuk mengurus si peramal untuk dibunuh. Sementara Mrs.
Bok-soon pergi meninggalkan ruangan.

Di kantor, Jong-woo mengirim
foto kartu nama detektif Lee dan menghubungi Polisi Jung-hwa bahwa dia telah
mengirim fotonya. Tidak lama Jong-woo dihampiri Shin Jae-ho yang meminta
Jong-woo untuk mengendalikan emosinya dan memintanya untuk tersenyum atas
kejadian selama hari ini atas perilaku Jae-ho yang dianggap Jong-woo
menghinanya. Jong-woo mencekik leher Jae-ho namun itu hanya halusinasi Jong-woo
semata.


Jung-hwa menghubungi kantor
Detektif Cha dan mendapati kabar dari detektif lain bahwa Detektif Cha sedang
berlibur. Ini membuat Jung-hwa mulai merasakan ada yang aneh. Jung-hwa bertanya
pada seniornya terkait hal ini. Senior polisi mengatakan detektif biasanya
menyelidiki sesuatu mereka akan sulit dihubungi.


Di kantor, Jong-woo menghitung
rincian biaya hidup per bulan yang membuatnya pusing sebab dia tidak akan bisa
pindah ke kontrakan lain. Di klinik gigi, Jung-hwa bertemu dokter Moon-zo.
Jung-hwa terus mengoceh sendiri mengatakan “kucing yang mati, orang hilang….”
dan segera dia berhenti berbicara meminta maaf kepada Moon-zo. Dia kembali
berbicara bahwa para penghuni kos itu terasa aneh dan mencurigakan. Ini sedikit
mengusik Moon-zo.


Moon-zo pergi untuk mengambil
rekam medis dan dia mematikan cctv lalu berjalan kembali membawa jarum suntik.
Namun saat itu Moon-zo melihat Jung-hwa menerima telepon dari rekannya bahwa
dia ingin melihat CCTV yang diunduhnya dan menanyakan lokasi Jung-hwa dan
Jung-hwa mengatakan dia berada di klinik dokter gigi. Mendengar ini Moon-zo
berhentik sejenak menyembunyikan Suntikannya. Jung-hwa lalu meminta izin kepada
Moon-zo untuk pergi.


Saat di kedai, Ji-eun sedang
makan bersama dengan teman-temannya dan menerima panggilan telepon dari
Jong-woo. Managernya meminta Ji-eun mengangkat teleponnya. Ji-eun menerimanya
dan berbicara di luar namun dia memperhatikan dari luar jendela bahwa manager
dan rekannya yang lain seakan membicarakannya. 


Jong-woo mengatakan kepada
Ji-eun mengenai penghuni kost-nya yang aneh. Ji-eun mengatakan kepada Jong-woo “oppa,
berapa penghuni kos disitu yang kamu anggap normal? Kamu akan lelah sendiri
jika terlalu sensitive pada mereka. Selain itu menurutku kamu harus lebih tegas
di kantor. Tahu tidak, disebut baik itu bukan pujian lagi.
” Ji-eun
kemudian meminta maaf atas ucapannya tersebut.


Jong-woo tiba di apartemen
Eden dan Mrs. Bok-soon menawarkannya minuman dan Jong-woo meminumnya. Jong-woo
lalu pergi ke kamarnya. Di dapur Mrs. Bok-soon sedang memotong daging, Moon-zo
datang mengambil minum dan bertanya “Bagaimana kondisi Kamar 303?”  Mrs. Bok-soon mengatakan “Obatnya
mulai berpengaruh, tidak perlu cemas. Malam ini kamu akan membereskan kamar
303?.”


Moon-zo menghampiri Mrs.
Book-soon terkait wanita/si peramal di lantai empat yang disiksanya. Mrs
Book-soon mengatakan “apakah kamu akan membunuhku juga karena
gegabah?”
Moon-zo menghampiri dan memegang pundaknya dan berkata “Tentu
tidak, karena kamu istimewa”.


Jong-woo mengalami pusing dan
mulai berhalusinasi (mungkin pengaruh minuman dari Mrs. Book-soon). Jong-woo
mendengar bisikan mengatakan “Bunuh dia”.  Di koridor Duo Deuk-jong dan Nam-bok memegang
senjata masing-masing yang bersiap untuk menghakimi Jong-woo. Sementara
Moon-zoo mengintip di lubang kecil mengintai Jong-woo yang jatuh pingsan di
tempat tidurnya dan Moon-zoo tertawa dengan Nampak menakutkan.

Baca juga:
Stranger From Hell Episode 5 (coming soon)

Tinggalkan Balasan