Minggu, 27 Oktober 2019

Sinopsis Left-Handed Wife Episode 103 End




Usai menghubungi Soo-ho, Nam-joon mengalami sakit di kepalanya segera membuat Ibu Jo dan Sung-dal panic. Segera mereka membaringkan Nam-joon di sofa. Di ruang rapat Soo-ho, Kakek Park dan Pak Park menunjukkan video penembakan Ryong dihadapan para pemegang saham. Segera Ryong ketakutan. Kakek Park menjelaskan bahwa Ryong berusaha membunuhnya agar dapat menguasai perusahaan Aura.


Chen melihat kejadian di ruang rapat sehingga membuatnya merasa tertipu oleh Nam-joon  segera dia bergegas menuju kembali ke House Gapyeong. Ryong yang berusaha kabur dihentikan oleh para polisi. Kembali di ruang rapat, Soo-ho kemudian dinobatkan menjadi pengganti Kakek Park sebagai pimpinan perusahaan Aura. Di house Gapyeong, Nam-joon yang terbaring dia berbicara dengan Ibu Jo bahwa dia ingin pergi bersamanya di tempat dimana Ibu Jo memberikan bola salju giverny pada ayahnya.



Ketika Nam-joon tidur dipangkuan Ibu Jo, segera Chen datang berusaha memukul Nam-joon dengan balok kayu tetapi dilindungi Ibu Jo. Ibu Jo pingsan kemudian Chen meghantam pukulan ke kepala Nam-joon yang membuatnya pingsan. Sung-dal berusaha menghentikan Chen namun menerima pukulan juga. Chen pergi dan Sung-dal segera menghubungi rumah sakit meminta ambulans.  Ibu Jo dan Nam-joon dilarikan ke rumah sakit.  Seluruh keluarga Pak Park dan Pak Oh datang untuk melihat kondisi mereka.



Soo-ho menerima telepon dari Oh Jemma yang memintanya untuk bertemu. Jemma yang telah pulih dari rumah sakit menemui Soo-ho. Dimana Jemma berterima kasih sebab telah menangkap Ryong. Jemma mengatakan kepada Soo-ho bahwa yang telah membocorkan produk ayahnya yaitu ayah tirinya Ryong. Jemma dan Soo-ho menemui Ha-young di kantor polisi menyatakan fakta dan penyebab orang tuanya meninggal karena Ryong. Selanjutnya Soo-ho membuka brangkas yang berisikan bukti-bukti ilegal yang dilakukan Ryong dan perusahaan Golden Asset yang telah dibuat oleh Jemma.



Di lorong kantor polisi, polisi tengah membawa Ryong untuk dijebloskan ke penjara. Namun di saat itu dia bertabrakan dengan tahanan lain yang dibawa oleh posisi di jalur berlawanan. Seketika Ryong mengalami pendarahan di perutnya yang membuatnya tergeletak dan tewas sepertinya dia mengalami luka tusukan saat bertabrakan. Di tempat tahanan lain, Ha-young berbicara sendiri bahwa akhirnya dia bisa membalas kematian kedua orang tuanya.


Di rumah sakit, Pak Park, Esther, Kakek Park, Soo-ho dan Nenek Chun menerima kabar dari dokter bahwa Nam-joon telah meninggal dunia. Di ruang tunggu lain, keluarga Pak Oh dihampiri perawat menjelaskan bahwa Pak Oh menerima pendonor kornea. Ini mengejutkan mereka sebab ini secara dadakan. San-ha bertanya siapa pendonornya namun suster merahasiakannya.



Satu tahun kemudian, di gedung Studio Now Seul-ha dan Sung-dal hidup bahagia. Sementara itu Esther berbicara dengan San-ha Ibu Jo membawa abu Nam-joon pergi dan menghilang. Soo-ho datang membawakan hadiah pakaian kepada San-ha. Ketika keluarga Pak Oh datang ke kediaman Kakek Park. Dimana Pak Oh sudah dapat melihat setelah pendonor kornea adalah Nam-joon. Tidak lama dari itu Soo-ho menerima telepon dari asistennya bahwa Ibu Jo telah ditemukan.



Di sebuah gedung, Ibu Jo sepertinya menjadi kepala asuh untuk anak-anak dimana dia dikejutkan kedatangan keluarga Pak Park yang menemuinya. Sementara itu keluarga Pak Oh menghampiri pohon Nam-joon dimana mereka berterima kasih telah membuat Pak Oh bisa melihat dunia lagi. Tidak lama mereka dihampiri oleh keluarga yag lain memberikan ucapan terima kasih mereka.



Keluarga meninggalkan Ibu Jo yang kini ditemani oleh Pak Park. Sementara itu, Soo-ho membawa San-ha dan Gun ke perpustakaan yang penuh dengan kenangan mereka. Gun berlari meninggalkan mereka menuju tempat lain. Soo-ho menunduk memberikan jam tangan yang telah diperbaiki olehnya kepada San-ha dan memakainya. Soo-ho mengatakan kepada San-ha “arloji ini akan menua dan berhenti suatu saat, tapi waktuku bersamamu tidak akan pernah berhenti. Aku mencintaimu San-ha” San-ha berkata “Aku mencintaimu Soo-ho” mereka berpelukan segera dihampiri oleh Gun. Mereka pun akhirnya hidup bahagia.  

Loading...