Sinopsis Left-Handed Wife Episode 103 End

Diposting pada


Usai menghubungi Soo-ho,
Nam-joon mengalami sakit di kepalanya segera membuat Ibu Jo dan Sung-dal panic.
Segera mereka membaringkan Nam-joon di sofa. Di ruang rapat Soo-ho, Kakek Park
dan Pak Park menunjukkan video penembakan Ryong dihadapan para pemegang saham.
Segera Ryong ketakutan. Kakek Park menjelaskan bahwa Ryong berusaha membunuhnya
agar dapat menguasai perusahaan Aura.


Chen melihat kejadian di ruang
rapat sehingga membuatnya merasa tertipu oleh Nam-joon  segera dia bergegas menuju kembali ke House
Gapyeong. Ryong yang berusaha kabur dihentikan oleh para polisi. Kembali di
ruang rapat, Soo-ho kemudian dinobatkan menjadi pengganti Kakek Park sebagai pimpinan
perusahaan Aura. Di house Gapyeong, Nam-joon yang terbaring dia berbicara
dengan Ibu Jo bahwa dia ingin pergi bersamanya di tempat dimana Ibu Jo
memberikan bola salju giverny pada ayahnya.


Ketika Nam-joon tidur dipangkuan
Ibu Jo, segera Chen datang berusaha memukul Nam-joon dengan balok kayu tetapi
dilindungi Ibu Jo. Ibu Jo pingsan kemudian Chen meghantam pukulan ke kepala
Nam-joon yang membuatnya pingsan. Sung-dal berusaha menghentikan Chen namun
menerima pukulan juga. Chen pergi dan Sung-dal segera menghubungi rumah sakit
meminta ambulans.  Ibu Jo dan Nam-joon dilarikan ke rumah
sakit.  Seluruh keluarga Pak Park dan Pak
Oh datang untuk melihat kondisi mereka.


Soo-ho menerima telepon dari
Oh Jemma yang memintanya untuk bertemu. Jemma yang telah pulih dari rumah sakit
menemui Soo-ho. Dimana Jemma berterima kasih sebab telah menangkap Ryong. Jemma
mengatakan kepada Soo-ho bahwa yang telah membocorkan produk ayahnya yaitu ayah
tirinya Ryong. Jemma dan Soo-ho menemui Ha-young di kantor polisi menyatakan
fakta dan penyebab orang tuanya meninggal karena Ryong. Selanjutnya Soo-ho
membuka brangkas yang berisikan bukti-bukti ilegal yang dilakukan Ryong dan
perusahaan Golden Asset yang telah dibuat oleh Jemma.


Di lorong kantor polisi,
polisi tengah membawa Ryong untuk dijebloskan ke penjara. Namun di saat itu dia
bertabrakan dengan tahanan lain yang dibawa oleh posisi di jalur berlawanan.
Seketika Ryong mengalami pendarahan di perutnya yang membuatnya tergeletak dan
tewas sepertinya dia mengalami luka tusukan saat bertabrakan. Di tempat tahanan
lain, Ha-young berbicara sendiri bahwa akhirnya dia bisa membalas kematian kedua
orang tuanya.


Di rumah sakit, Pak Park,
Esther, Kakek Park, Soo-ho dan Nenek Chun menerima kabar dari dokter bahwa
Nam-joon telah meninggal dunia. Di ruang tunggu lain, keluarga Pak Oh dihampiri
perawat menjelaskan bahwa Pak Oh menerima pendonor kornea. Ini mengejutkan
mereka sebab ini secara dadakan. San-ha bertanya siapa pendonornya namun suster
merahasiakannya.


Satu tahun kemudian, di gedung
Studio Now Seul-ha dan Sung-dal hidup bahagia. Sementara itu Esther berbicara
dengan San-ha Ibu Jo membawa abu Nam-joon pergi dan menghilang. Soo-ho datang
membawakan hadiah pakaian kepada San-ha. Ketika keluarga Pak Oh datang ke
kediaman Kakek Park. Dimana Pak Oh sudah dapat melihat setelah pendonor kornea
adalah Nam-joon. Tidak lama dari itu Soo-ho menerima telepon dari asistennya
bahwa Ibu Jo telah ditemukan.


Di sebuah gedung, Ibu Jo
sepertinya menjadi kepala asuh untuk anak-anak dimana dia dikejutkan kedatangan
keluarga Pak Park yang menemuinya. Sementara itu keluarga Pak Oh menghampiri
pohon Nam-joon dimana mereka berterima kasih telah membuat Pak Oh bisa melihat
dunia lagi. Tidak lama mereka dihampiri oleh keluarga yag lain memberikan
ucapan terima kasih mereka.


Keluarga meninggalkan Ibu Jo
yang kini ditemani oleh Pak Park. Sementara itu, Soo-ho membawa San-ha dan Gun
ke perpustakaan yang penuh dengan kenangan mereka. Gun berlari meninggalkan
mereka menuju tempat lain. Soo-ho menunduk memberikan jam tangan yang telah diperbaiki
olehnya kepada San-ha dan memakainya. Soo-ho mengatakan kepada San-ha “arloji
ini akan menua dan berhenti suatu saat, tapi waktuku bersamamu tidak akan
pernah berhenti. Aku mencintaimu San-ha” San-ha berkata “Aku mencintaimu Soo-ho”
mereka berpelukan segera dihampiri oleh Gun. Mereka pun akhirnya hidup bahagia.  

Tinggalkan Balasan