Kamis, 17 Oktober 2019

Sinopsis Left-Handed Wife Episode 60



Tiffany segera membawa Kim-chan ke kamar. Semua keluarga melihat kondisi Kim-chan yang terluka di pipinya. Tiffany mengatakan bahwa Kim-chan takut akan darah dimana dia merasa takut ketika suaminya memukulnya dan mengeluarkan darah, Kim-chan sangat takut. Untuk itu juga Kim-chan sangat takut dengan melihat pria muda sebab dianggap mirip ayahnya. Tiffany juga menjelaskan Kim Chan menderita OCD dimana dia tidak suka melihat barang berserakan. Sementara itu San-ha keluar menemui Young-sook yang habis dari kamar mandi. San-ha mengantar Young-sook untuk pergi. Di ruangan, Tiffanny menjelaskan bahwa dia keguguran setelah suaminya yang kasar sementara Kim-chan anak yang diadopsinya. Namun dia menyayanginya seperti anaknya sendiri.


Soo-ho menuju kediaman Park menjelaskan kepada Kakek Park untuk segera menghentikan penjualan obat penyembut obat kanker yang dilakukan Nam-joon untuk menjatuhkan Aura Bio dan meminta berhenti menjual saham Aura Bio. Kakek Park meminta Soo-ho untuk menemui Pak Park membicarakan masalah ini. Di kediaman Pak Oh, Ibu Baek mengatakan kepada San-ha bahwa mungkin Kim-chan adalah anaknya sebab wanita dalam sketsa mirip dengan Tiffany dan pengakuan Tiffany bahwa Kim-chan anak adopsi. Sementara San-ha mengingat Kim-chan menggunakan tangan kiri seperti Soo-ho. Namun San-ha meminta bersabar untuk membuktikan ini.


Di kantor polisi, Nam-joon ditemani pengacaranya dinterogasi oleh pihak polisi namun tetap Nam-joon berusaha keras bahwa di video operasi 5 tahun lalu bukan dirinya. Sementara di kantor, para pembeli saham Aura Bio melakukan demo besar-besaran menuntut perusahaan mengganti rugi. Segera Soo-ho menghampiri mereka dimana bahwa ada seseorang dengan sengaja berbohong melakukan penjualan obat kanker dan juga menjual saham. Untuk itu Soo-ho meminta mereka bersabar dan akan meluncurkan produk mereka. Sehingga para pemegang saham menyetujui Soo-ho. Di saat yang sama Kakek Park dan Pak Park takjub dengan keahlian Soo-ho menenangkan masa.


Soo-ho datang ke kediaman Pak Oh, dimana saat itu Tiffany hendak pergi. Kim-chan merasa ketakutan kepada Soo-ho segera Soo-ho mengelusnya untuk tidak takut. Tiffany pergi dan Kim-chan bermain bersama dengan Soo-ho di kamar bermain menyusun puzzle. Tidak lama San-ha masuk membawakan mereka pizza. San-ha menyuapi Kim-chan pizza dengan begitu hangat. Tidak lama Soo-ho menerima telepon dari Kakek Park untuk datang ke rumah bersama dengan San-ha.


San-ha dan Soo-ho tiba di rumah bertemu dengan Kakek Park dan Pak Park. Kakek Park memberikan dokumen kepada Soo-ho yang berisikan penyerahan saham 10 ribu lembar saham kepadanya. Soo-ho merasa tidak enak hati menerimanya. Tidak lama Ibu Jo datang dan mengatakan dia tidak setuju dengan hal ini. Kakek Park mengatakan kepada Ibu Jo untuk tidak ikut campur. Pak Park mencela dengan mengatakan dia juga akan menyerahkan lahan hutan dan rumah atas namanya kepada San-ha dengan alasan mengompensasi penderitaannya selama 5 tahun .


Ibu Jo berpikir bahwa yang bisa menghentikan Soo-ho adalah Nam-joon. Segera dia menghubungi kepala jaksa Cha Dong-min. Ketika Nam-joon sedang diinterogasi, Dong-min masuk mengatakan bahwa kasus ini sekarang ditangani olehnya. Nam-joon menyadari Cha Dong-min adalah jaksa dari Ibu Jo. Sementara di lokasi lain, Ibu Baek ditemani San-ha mengajak Tiffany makan di kedai Young-Sook.


Namun Sayangnya Young-sook tidak mengenali Tiffany. Tiffany kemudian pergi. Sementara itu San-ha menerima telepon dari Soo-ho. Soo-ho menjelaskan bahwa Jaksa yang menangani Nam-joon digantikan dan meyakinkan ini merupakan siasat mereka. Di saat itu San-ha menyebut nama Jang-Esther. Ini di dengar oleh Young-sook. Young-sook meyakini Esther yang telah mengambil Gun saat masih kecil.


Ketika San-ha dan Ibu Baek hendak naik taxi dia dihentikan oleh Young-sok. Young-sok mengatakan Jang Esther yang telah mengambil bayi tersebut. Segera San-ha pergi menemui Soo-ho di kantor menjelaskan bahwa anak mereka Lee Gun  masih hidup dan Jang Esther yang telah mengambilnya. (Baca juga: Left-Handed Episode 61)

Loading...

1 komentar :

Ternyata oh teryata...... Ditunggu kelanjutan ceritanya.. Terima kasih