Sinopsis Left-Handed Wife Episode 60

Diposting pada

Tiffany segera membawa
Kim-chan ke kamar. Semua keluarga melihat kondisi Kim-chan yang terluka di
pipinya. Tiffany mengatakan bahwa Kim-chan takut akan darah dimana dia merasa
takut ketika suaminya memukulnya dan mengeluarkan darah, Kim-chan sangat takut.
Untuk itu juga Kim-chan sangat takut dengan melihat pria muda sebab dianggap
mirip ayahnya. Tiffany juga menjelaskan Kim Chan menderita OCD dimana dia tidak
suka melihat barang berserakan. Sementara itu San-ha keluar menemui Young-sook
yang habis dari kamar mandi. San-ha mengantar Young-sook untuk pergi. Di
ruangan, Tiffanny menjelaskan bahwa dia keguguran setelah suaminya yang kasar
sementara Kim-chan anak yang diadopsinya. Namun dia menyayanginya seperti
anaknya sendiri.


Soo-ho menuju kediaman Park
menjelaskan kepada Kakek Park untuk segera menghentikan penjualan obat
penyembut obat kanker yang dilakukan Nam-joon untuk menjatuhkan Aura Bio dan
meminta berhenti menjual saham Aura Bio. Kakek Park meminta Soo-ho untuk menemui
Pak Park membicarakan masalah ini. Di kediaman Pak Oh, Ibu Baek mengatakan
kepada San-ha bahwa mungkin Kim-chan adalah anaknya sebab wanita dalam sketsa
mirip dengan Tiffany dan pengakuan Tiffany bahwa Kim-chan anak adopsi.
Sementara San-ha mengingat Kim-chan menggunakan tangan kiri seperti Soo-ho.
Namun San-ha meminta bersabar untuk membuktikan ini.


Di kantor polisi, Nam-joon
ditemani pengacaranya dinterogasi oleh pihak polisi namun tetap Nam-joon
berusaha keras bahwa di video operasi 5 tahun lalu bukan dirinya. Sementara di
kantor, para pembeli saham Aura Bio melakukan demo besar-besaran menuntut
perusahaan mengganti rugi. Segera Soo-ho menghampiri mereka dimana bahwa ada
seseorang dengan sengaja berbohong melakukan penjualan obat kanker dan juga
menjual saham. Untuk itu Soo-ho meminta mereka bersabar dan akan meluncurkan
produk mereka. Sehingga para pemegang saham menyetujui Soo-ho. Di saat yang
sama Kakek Park dan Pak Park takjub dengan keahlian Soo-ho menenangkan masa.


Soo-ho datang ke kediaman Pak
Oh, dimana saat itu Tiffany hendak pergi. Kim-chan merasa ketakutan kepada
Soo-ho segera Soo-ho mengelusnya untuk tidak takut. Tiffany pergi dan Kim-chan
bermain bersama dengan Soo-ho di kamar bermain menyusun puzzle. Tidak lama
San-ha masuk membawakan mereka pizza. San-ha menyuapi Kim-chan pizza dengan
begitu hangat. Tidak lama Soo-ho menerima telepon dari Kakek Park untuk datang
ke rumah bersama dengan San-ha.


San-ha dan Soo-ho tiba di
rumah bertemu dengan Kakek Park dan Pak Park. Kakek Park memberikan dokumen
kepada Soo-ho yang berisikan penyerahan saham 10 ribu lembar saham kepadanya.
Soo-ho merasa tidak enak hati menerimanya. Tidak lama Ibu Jo datang dan mengatakan
dia tidak setuju dengan hal ini. Kakek Park mengatakan kepada Ibu Jo untuk tidak
ikut campur. Pak Park mencela dengan mengatakan dia juga akan menyerahkan lahan
hutan dan rumah atas namanya kepada San-ha dengan alasan mengompensasi
penderitaannya selama 5 tahun .


Ibu Jo berpikir bahwa yang
bisa menghentikan Soo-ho adalah Nam-joon. Segera dia menghubungi kepala jaksa
Cha Dong-min. Ketika Nam-joon sedang diinterogasi, Dong-min masuk mengatakan
bahwa kasus ini sekarang ditangani olehnya. Nam-joon menyadari Cha Dong-min
adalah jaksa dari Ibu Jo. Sementara di lokasi lain, Ibu Baek ditemani San-ha
mengajak Tiffany makan di kedai Young-Sook.


Namun Sayangnya Young-sook
tidak mengenali Tiffany. Tiffany kemudian pergi. Sementara itu San-ha menerima
telepon dari Soo-ho. Soo-ho menjelaskan bahwa Jaksa yang menangani Nam-joon
digantikan dan meyakinkan ini merupakan siasat mereka. Di saat itu San-ha
menyebut nama Jang-Esther. Ini di dengar oleh Young-sook. Young-sook meyakini
Esther yang telah mengambil Gun saat masih kecil.


Ketika San-ha dan Ibu Baek
hendak naik taxi dia dihentikan oleh Young-sok. Young-sok mengatakan Jang
Esther yang telah mengambil bayi tersebut. Segera San-ha pergi menemui Soo-ho
di kantor menjelaskan bahwa anak mereka Lee Gun  masih hidup dan Jang
Esther yang telah mengambilnya. (Baca
juga: Left-Handed Episode 61)

1 komentar.

Tinggalkan Balasan