Jumat, 11 Oktober 2019

Sinopsis Lengkap Film Eye in the Sky (2015)

Eye in the Sky (2015)

Rilis
11 September 2015
Negara
Amerika Serikat
Bahasa
Inggris
Sutradara
Gavin Hood
Produser
Colin Firth, Ged Doherty, David Lancaster
Pemeran
Helen Mirren, Barkhad Abdi, Aaron Paul, Iain Glen, Alan Rickman, Jeremy Northam
Sinematografi
Haris Zambarloukos
Music
Paul Hepker
Distributor
Entertainment One Films.

Plot Eye in the Sky


Di Nairobi, Kenya tempat gadis muda Alia Mo'Allim memutar hula hoop di halaman belakang rumah. Kolonel Katherine Powell dari Angkatan Darat Inggris mendengar agent Inggris-Kenya menyamar telah dibunuh kelompok Al-Shabaab. Dari markas Northwood, dia mengambil komando misi menangkap 3 dari 10 pemimpin Al Shabaab yang bertemu di tempat persembunyian di Nairobi. Tim multinasional bekerja di misi penangkapan, dihubungkan bersama sistem video dan suara.

Aerial Surveillance disediakan drone USAF MQ-9 Reaper yang dikendalikan Creech Air Force Base di Nevada oleh Letnan Steve Watts. Agent lapangan Kenya yang menyamar termasuk Jama Farah memanfaatkan ornithopter jarak pendek dan kamera insectothopter menghubungkan intelijen.

Pasukan khusus Kenya diposisikan di dekatnya guna melakukan penangkapan. Pengenalan wajah mengidentifikasi target manusia dilakukan di Joint Intelligence Center Pacific di Pearl Harbor misi itu diawasi di Inggris oleh pertemuan COBRA mencakup Letnan Jenderal Frank Benson, 2 menteri dan seorang menteri sekretaris.

Farah mendapati 3 target kini mempersenjatai  pembom bunuh diri untuk apa yang dianggap sebagai serangan pada target sipil. Powell memutuskan pengemboman yang akan terjadi mengubah tujuan misi dari penangkapan menjadi membunuh. Powell meminta Watts menyiapkan serangan rudal Hellfire presisi di gedung tersebut. Dia frustrasi, penasihatnya menyarankannya meminta persetujuan dari atasan.

Benson meminta izin dari anggota COBRA, yang gagal mencapai keputusan merujuk pertanyaan tersebut kepada Menteri Luar Negeri Inggris  yang kini dalam misi perdagangan menuju Singapura. Dia tidak menawarkan jawaban pasti dan juga membela Sekretaris Negara AS, yang segera menyatakan pembom bunuh diri AS sebagai musuh. Menteri Luar Negeri selanjutnya menegaskan COBRA melakukan uji tuntas guna meminimalkan collateral damage.

Alia Mo'Allim tinggal di sebelah, berada dekat bangunan target yang menjual roti ibunya. Politisi dan pengacara terlibat dalam rantai komando memperdebatkan manfaat, pembenaran pribadi, hukum dan politik untuk melancarkan serangan rudal di negara tersebut yang tidak berperang dengan Amerika atau Inggris, dengan risiko kerusakan kolateral signifikan. Watt mampu melihat resiko langsung lebih kecil Alia menjual roti di luar gedung ditargetkan.

Mereka berusaha menunda menembakkan rudal hingga Alia pindah. Farah diarahkan untuk berusaha dan membeli semua roti Alia bermaksud agar Alia pergi dari target, namun usai membayarnya sampulnya hancur dan dia terpaksa kabur tanpa mengambilnya. Mencari otorisasi melakukan pemogokan, Powell memerintahkan petugas penaksiran risikonya guna menemukan parameter yang akan membuattnya mengutip 45 % resiko kematian warga sipil lebih rendah.

Dia mengevaluasi titik pemogokan dan menilai probabilitas kematian Alia dengan presentase 45-65%. Selanjutnya Watts menembakkan rudal dan ledakan tersebut menghancurkan bangunan dan juga melukai Alia, namun satu konspirator selamat. Watts diperintahkan menembakkan rudal kedua yang menyerang situs tersebut tepat saat orang tua Alia mencapai Alia.

Mereka buru-buru membawa Alia ke rumah sakit dimana Alia meninggal. Di ruang situasi London, Sekretaris dengan air mata mencaci maki Benson sebab membunuh dari keselamatan kursinya. Benson membantah dengan mengatakan dia telah berada di tanah 5 pembom bunuh diri dan menambahkan dengan mengatakan "jangan pernah memberi tahu prajurit bahwa dia tidak tahu biaya perang".

Loading...