Sinopsis Lengkap Film Eye in the Sky (2015)

Diposting pada

Eye in the Sky (2015)

Rilis
11
September 2015
Negara
Amerika
Serikat
Bahasa
Inggris
Sutradara
Gavin
Hood
Produser
Colin
Firth, Ged Doherty, David Lancaster
Pemeran
Helen
Mirren, Barkhad Abdi, Aaron Paul, Iain Glen, Alan Rickman, Jeremy Northam
Sinematografi
Haris
Zambarloukos
Music
Paul
Hepker
Distributor
Entertainment
One Films.

Plot Eye in the Sky


Di Nairobi, Kenya tempat gadis
muda Alia Mo’Allim memutar hula hoop
di halaman belakang rumah. Kolonel Katherine
Powell
dari Angkatan Darat Inggris mendengar agent Inggris-Kenya menyamar
telah dibunuh kelompok Al-Shabaab.
Dari markas Northwood, dia mengambil komando misi menangkap 3 dari 10 pemimpin
Al Shabaab yang bertemu di tempat persembunyian di Nairobi. Tim multinasional
bekerja di misi penangkapan, dihubungkan bersama sistem video dan suara.

Aerial Surveillance disediakan
drone USAF MQ-9 Reaper yang dikendalikan Creech Air Force Base di Nevada oleh Letnan Steve Watts. Agent lapangan
Kenya yang menyamar termasuk Jama Farah memanfaatkan ornithopter jarak pendek
dan kamera insectothopter menghubungkan intelijen.

Pasukan khusus Kenya
diposisikan di dekatnya guna melakukan penangkapan. Pengenalan wajah
mengidentifikasi target manusia dilakukan di Joint Intelligence Center Pacific
di Pearl Harbor misi itu diawasi di Inggris oleh pertemuan COBRA mencakup Letnan
Jenderal Frank Benson, 2 menteri dan
seorang menteri sekretaris.

Farah mendapati 3 target kini
mempersenjatai  pembom bunuh diri untuk apa
yang dianggap sebagai serangan pada target sipil. Powell memutuskan pengemboman
yang akan terjadi mengubah tujuan misi dari penangkapan menjadi membunuh.
Powell meminta Watts menyiapkan serangan rudal Hellfire presisi di gedung
tersebut. Dia frustrasi, penasihatnya menyarankannya meminta persetujuan dari
atasan.

Benson meminta izin dari
anggota COBRA, yang gagal mencapai keputusan merujuk pertanyaan tersebut kepada
Menteri Luar Negeri Inggris  yang kini
dalam misi perdagangan menuju Singapura. Dia tidak menawarkan jawaban pasti dan
juga membela Sekretaris Negara AS, yang segera menyatakan pembom bunuh diri AS
sebagai musuh. Menteri Luar Negeri selanjutnya menegaskan COBRA melakukan uji
tuntas guna meminimalkan collateral damage.

Alia Mo’Allim tinggal di
sebelah, berada dekat bangunan target yang menjual roti ibunya. Politisi dan
pengacara terlibat dalam rantai komando memperdebatkan manfaat, pembenaran
pribadi, hukum dan politik untuk melancarkan serangan rudal di negara tersebut
yang tidak berperang dengan Amerika atau Inggris, dengan risiko kerusakan
kolateral signifikan. Watt mampu melihat resiko langsung lebih kecil Alia
menjual roti di luar gedung ditargetkan.

Mereka berusaha menunda
menembakkan rudal hingga Alia pindah. Farah diarahkan untuk berusaha dan
membeli semua roti Alia bermaksud agar Alia pergi dari target, namun usai
membayarnya sampulnya hancur dan dia terpaksa kabur tanpa mengambilnya. Mencari
otorisasi melakukan pemogokan, Powell memerintahkan petugas penaksiran
risikonya guna menemukan parameter yang akan membuattnya mengutip 45 % resiko
kematian warga sipil lebih rendah.

Dia mengevaluasi titik
pemogokan dan menilai probabilitas kematian Alia dengan presentase 45-65%. Selanjutnya
Watts menembakkan rudal dan ledakan tersebut menghancurkan bangunan dan juga
melukai Alia, namun satu konspirator selamat. Watts diperintahkan menembakkan
rudal kedua yang menyerang situs tersebut tepat saat orang tua Alia mencapai
Alia.

Mereka buru-buru membawa Alia
ke rumah sakit dimana Alia meninggal. Di ruang situasi London, Sekretaris
dengan air mata mencaci maki Benson sebab membunuh dari keselamatan kursinya.
Benson membantah dengan mengatakan dia telah berada di tanah 5 pembom bunuh
diri dan menambahkan dengan mengatakan “jangan pernah memberi tahu
prajurit bahwa dia tidak tahu biaya perang”.

Tinggalkan Balasan