Minggu, 17 November 2019

Sinopsis Lengkap Film At Eternity’s Gate (2018)


At Eternity’s Gate (2018)

Rilis
3 September 2018
Negara
Amerika Serikat
Bahasa
Inggris
Sutradara
Julian Schnabel
Produser
Jon Kilik
Pemeran
Willem Defoe, Mads Mikkelsen, Rupert Friend, Mathieu Amalric, Oscar Isaac, Emmanuelle Seigner
Sinematografi
Benoit Delhomme
Music
Tatiana Lisovskaya
Distributor
Netflix, CBS Films, Curzon Artificial Eye.

Plot At Eternity's Gate

At Eternity’s Gate (2018)

Vincent van Goh berjalan kaki ketika dalam perjalanan ke Pari di tahun 1888. Dia mendapati wanita muda mengembalakan dombanya usai membiarkan mereka merumput. Dia terpikat olehnya meminta membuat sketsa singkat padanya. Dia terkejut bertanya mengapai dia harus repot menggambarnya. Dia melanjutkan ke Pari dimana dia bertemu Paul Gauguin, mereka berbagi pemikiran mengenai estetika dan kehidupan artistik di komunitas seni Paris. Usai mengunjungi Theo di Paris, Vincent melanjutkan berjalan kaki ke Prancis Selatan di Arles.

Vincent tampaknya hampir selalu dalam kondisi kelelahan artistik dan juga emosional. Dia terkadang terhenti dalam langkahnya dan respons estetisnya pada lanskap negara disekitar Arles yang sering kali menyebabkan penyebaran kanvas dan paletnya membuat Lanskap seperti tersebut baik dalam minyak atau dalam sketsa kerta seniman besar.

Saat dia tiba di Arles sendiri dia mendapati kamar kosong. Vinsensiue secara artistik merenungkan sifat singkat dari banyak bentuk kehidupan yang diam. Dia berpikir mengenai lukisan berurusan bunga musiman, berpikir membuat pembelaan pada proses artistik yang menjadikan kualitas permanen dan abadi terhadap representasi bunga di kanvas tidak layu dan layu seiring berjalannya waktu.

Sementara waktu, media yang disukai Vincent menjadi buku sketsa besar kosong ukuran 11 x 14 yang diberikan kepadanya seorang wanita setempat. Vincent merenungkan berbagai pertanyaan filosofis dan eksistensial seperti keinginannya. Vincent ingin mencurahkan lebih banyak waktu memberikan pemandangan yang mengelilinginya di Arles.

Kehidupan pribadinya ketika berada di Arles, Vincent menciptakan perasaan tidak enak terhadap siswa yang ditemuinya di project lapangan sekolah tempat dia melukis dan siswa mulai mengejeknya serta kanvas yang sedang dikerjakannya di waktu tersebut. Dia menimbulkan kesan buruk terhadap guru sekolah dengan muridnya yang melaporkan perilaku eksentriknya terhadap orang tua yang marah dan pejabat kota.

Theo dipanggil ke Arles dari Paris, entah bagaimana Theo berhasil membuat Gauguin setuju mengunjungi saudaranya Di Arles. Gauguin tiba di Arles. Vincent awalnya gembira terhadap kehadiran temannya Gauguin walaupun segalanya dengan cepat suram. Gauguin cepat mengumumkan dia akan segera pergi, berita tersebut secara emosional menghancurkan Vincent. Dia memotong sepotong telinganya untuk menunjukkan terhadap Gauguin kesetiaan artistiknya terhadap Gauguin, namun Gauguin pergi dan pergi dari Arles.

Vincent tidak jelas berbalik untuk memberikan potongan telinganya terhadap pelacur lokal yang ngeri dengan menerima artefak berdarah, melaporkan Vincent pada pihak berwenang. Vincent dikirim menuju rumah sakit jiwa di Saint-Remy-de-Provence terdekat guna pemulihan. Beberapa waktu dalam pemulihan, dia dilepaskan pendeta pengawas yang simpatik di rumah sakit jiwa, pergi ke Auvers-sur-Oise sebab otoritas kota di Arles akan menolaknya kembali ke Arles.

Bulan-bulan terakhir hidupnya, Vincent kembali menuju kebiasannya menggambar dan melukis pemandangan lokal dan juga lanskap, kini di Auvers. Ketika melukis suatu hari di halaman perkebunan sepi, 2 remaja dengan peralatan berburu mereka termasuk senapan dan pistol melihat Vincent dan mulai bermain untuk mengalihkan perhatian Vincent. Selama berkeliaran mengganggu lukisan Vincent, tembakan berbunyi. Vincent tertembak peluru dan anak-anak memohon padanya tidak memberi tahu siapapun mengenai kerusakan mereka.

Anak-anak tersebut melemparkan senapan dan pistol mereka menuju sungai setempat sementara Vincent kembali menuju kamarnya di Auvers. Dia kembali dengan cederanya, bantuan medis diperlukan dan polisi setempat kemudian membuat laporan. Vincent tidak memberi tahu mereka mengenai bocah-bocah tersebut dan menyatakan luka tersebut disebabkan dirinya sendiri.

Teo dipanggil dari Paris namun tidak datang tepat waktu. Tiba di Auvers, Theo mendapati saudaranya tersebut telah meninggal sebab luka tembak yang diterimanya kurang dari 30 jam yang lalu saat dia sedang melukis pemandangan terakhirnya di pinggiran Auvers. Di usia 38 tahun, Vincent pada ahirnya melewati gerbang keabadian.

Loading...