Sinopsis Lengkap Film Bala (2019)

Diposting pada

Bala (2019)

Rilis
7
November 2019
Negara
India
Bahasa
Hindi
Sutradara
Amar
Kaushik
Produser
Dinesh
Vijan
Pemeran
Ayushmann
Khurrana, Yami Gautam, Bhumi Pednekar, Javed Jaffrey
Sinematografi
Anuj
Rakesh Dhawan
Music
Sachin-Jigar
Jaani
Distributor
AA
Films.

Plot Bala


Di tahun 2005, Pria yang
bernama Balmukund Shukla aka “Bala” (Sachin Chaudhary) merupakan
seorang anak di Kanpur yang bangga terhadap penampilan dan rambutnya. Bala
sangat populer di sekolah dan juga mempunyai banyak pengagum wanita. Bala begitu
terobsesi terhadap penampilannya sehingga Bala bahkan mengolok olok teman
sekelasnya dan juga tetangganya yang bernama Latika (Saniya Touqeer) sebab
kulitnya yang gelap.

Kisahnya kemudian bergerak 11
tahun kemudian tepatnya di tahun 2016, Bala (Ayushmann Khurrana) mengalami
kebotakan prematur yang begitu ekstream. Bala bekerja di tim pemasaran produk.
Latika (Bhumi Pednekar) kini telah menjadi seorang pengacara. Latika dan Bala
masih tidak bisa saling berhadapan. Bala berusaha banyak teknik untuk dapat
menumbuhkan rambutnya akan tetapi tidak ada yang berhasil. Transplantasi rambut
merupakan suatu pilihan namun dia tidak mampu memilihnya sebab dia penderita
diabetes.

Tanpa ada pilihan lainnya,
Bala menerima saran dari ayahnya yang bernama Hari (Saurabh Shukla) untuk menggunakan
wig. Dia selanjutnya dikirim menuju daerah Lucknow dimana perusahaannya sedang
shooting untuk sebuah iklan dengan wanita yang bernama Pari Mishra (Yami
Gautam). Pari merupakan bintang TikTok yang populer, Bala jatuh hati
terhadapnya. Bala bertemu dengan Pari selama shooting dan merayunya. Dalam
waktu singkat keduanya pun saling jatuh hati dan memulai hubungan yang
romantis.

Menyadari ada hal-hal yang
semakin serius diantara mereka, Bala merasa di harus memberi tahu Pari, dia
sebenarnya botak dan memakai wig selama ini. Akan tetapi Bala tidak mampu
terutama pada saat dia menyadari bahwa bagi Pari kecantikan eksternal yang
paling penting. Dia pun takut jika dia mengaku kepada Pari, takut akan
dicampakkan. Keluarga masing-masing kemudian bertemu dan mengatur pernikahan
mereka. 



Pari mendapati kebotakan Bala dan meninggalkan dirinya. Bala
pun sedih. Dia selanjutnya menerima pemberitahuan pengadilan dimana Pari ingin
pernikahan dibatalkan. Bala mengunjunginya membicarakannya. pari menjelaskan
dia diberkati dengan ketampanan namun tidak banyak yang lain. Dia tahu Pari merupakan siswa dibawah rata-rata dan juga dengan demikian tidak bisa memasuki
profesi lain selain hanya menjadi model. 
Penampilannya merupakan semua yang dimilikinya: itu merupakan
sumber perhatian yang dia terima sepanjang hidupnya dan juga sumber
penghidupannya. 

Latika lalu meminta maaf terhadap Bala, sebab ledakannya telah
menghancurkan pernikahan Bala. Bala melibatkan Latika sebagai pengacaranya dan
kasus pengadilan pun dimulai. Latika memeriksa Pari yang menerima Bala sebab
akalnya dan juga daya tariknya. 
Dia juga menerima bahwa Bala tidak menyesatkan atau pun
menipunya namun menunjukkan Bala tidak mengungkapkan kebotakannya. Jiak dia
tidak nyaman terhadap dirinya sendiri, maka dia tidak bisa menopang orang lain.
Pengacara dari Pari bergerak mengatakan Pari mempunyai hak untuk membatalkan
pernikahan. Bala menyela dan setuju bahwa Pari mempunyai hak itu dan hakim pun
memerintahkan seperti itu.

Latika menanyainya nanti, Bala menjelaskan hukum tidak dapat
memaksa siapapun untuk mencintai orang lain, dan juga pernikahan setengah hati
tidak akan berhasil. Selanjutnya salah satu acara penjualan krimnya, Bala
menyadari kecantikan hanyalah sedalam kulit. Dia secara terbuka membuka wignya
menunjukkan bahwa cinta diri sendiri itu penting terlepas dengan apa
penampilan.

Dia juga menyadari dia telah jatuh hati terhadap Latika dan
berlari melamarnya namun melihat bahwa Rohan dan keluarganya telah datang
menyelesaikan pernikahan dengan Latika. Dia tetap mengusulkan namun Latika
menolak dengan lembut, dia sebenarnya telah menyukai Rohan. Bala pun kecewa,
namun sanggungp melanjutkan persahabatannya terhadap Latika. Film pun berakhir
dimana Bala kini damai dengan kebotakannya melakukan rutinitas.

Tinggalkan Balasan