Sinopsis Lengkap Film Nerkonda Paarvai (2019)

Diposting pada

Nerkonda Paarvai (2019)

Rilis
8
Agustus 2019
Negara
India
Bahasa
Tamil
Sutradara
H.
Vinoth
Produser
Boney
Kapoor
Pemeran
Ajith
Kumar, Andrea Tariang, Shraddha Srinath, Abirami Venkatachalam
Sinematografi
Nirav
Shah
Music
Yuvan
Shankar Raja
Distributor
S
Pictures, Kandhasamy Arts.

Plot Nerkonda Paarvai


Meera, Andrea Taring, Famitha
Banu tiga wanita muda yang tinggal di Chennai. Suatu malam mereka kebetulan
menghadiri pesta. Di sisi lain, anak kaya Vishva dan Venkatesh membawa teman
mereka, Adhik Ramajayam yang terluka menuju rumah sakit. Adhik dipukul dikepala
mengalami pendarahan deras. anak laki-laki memutuskan tidak mengajukan keluhan
polisi. Sementara para wanita buru-buru pulang dari pesta, mereka berusaha
melupakannya untuk melanjutkan hidup mereka.

Meera diamati Bharath
Subramaniam, lelaki suram yang tinggal di lingkungan mereka yang merupakan
pengacara yang sukses dan juga suami yang pengasih untuk istrinya Kalyani
bertahun-tahun lalu. Kalyani meninggal sebab komplikasi kehamilan saat Bharath
harus meninggalkannya sendirian di rumah sebab kasus pentin. Hal ini tersebut
mengakibatkan Bharath memecah mental dan juga pensiun dari profesinya,
mengatasi depresi dengan penggunaan obat-obatan.

Bharath merasakan dari raut
wajah Meera sesuatu yang tidak menyenangkan dalam hidupnya. Meera mengajukan
keluhan pada Adhik dan temannya seab mereka mengakibatkan kesengsaraan dalam
kehidupan teman-temannya. Adhik mengatur geng menculik Meera dan menganiaya
dirinya sambil mengancamnya menarik pengaduan. Dia dijatuhkan kembali ke rumah,
namun ditangkap di hari selanjutnya dengan tuduhan pelacuran dan juga percobaan
pembunuhan pada Adhik.

Bharath memahami nasib Meera
dari teman-temannya dan juga melawan geng yang membantu teman Adhik, menangkap
orang jahat utama menyerahkannya ke polisi. Dia kembali menuju profesinya
dengan menawarkan membantu para wanita dengan mewakili mereka dalam kasus
mereka. Segera kasus diajukan. Sisi Adhik diwakili Sathyamoorthy. Sathyamoorthy
menyajikan peristiwa tuduhan Adhik bahwa Meera dan temannya ditemui Adhik dan
teman-temannya yang selanjutnya tidur bersama mereka usai minum.

Adhik dipukuli di kepala oleh
Meera akibat dari tidak membayar dianggapnya sebagai pelacur. Dia mendasarkan
tersebut pada fakta Meera mempunyai keluarga namun hidup sendiri, Famitha
mempunyai hubungan dengna pria lebih tua, dan Andrea pindah menuju Chennai dari
India Utara. Meera dan temannya membantu tuduhan tersebut menyatakan para
lelaki tersebut berusaha melakukan kekerasan seksual pada mereka, mendorong Meera
memukul kepala Adhik dengan botol membela diri.

Bharath mewakili para wanita
mendasarkan pernyataan mereka terhadap fakta seorang wanita mempunyai hak
mengatakan tidak. Bharath dan Sathyamoorthy mempertanyakan para saksi dan juga
para wanita secara individu di hari-hari selanjutnya, dengan investigasi
Bharath pun terbukti berhasil mendukung para wanita. Menjelang akhir
persidangan, Bharath menanyai Adhik yang sombong mengatakan “gadis-gadis
yang lahir di dalam kelaurga baik-baik saja tidak berpesta atau pun
minum”.

Tetapi Bharath memegang foto
saudara perempuan Adhik menghadiri pesta dan minum di ruang sidang,
mengakibatkan Adhik kehilangan ketenangannya mengutuk Meera dan teman-temannya
menyatakan bahwa mereka menuai apa yang telah mereka tabut. Akibatnya dia
menjelaskan dia berusaha memperkosa Meera, mengejutkan Sathyamoorthy.

Bharath menyimpulkan kasus
tersebut terhadap mengkritik pandangan masyarakat mengalami kemunduran dimana
perempuan di cap sebagai pelacur apabila mereka pulang terlambat, merindukan
kemandirian, minum dan juga sebagainya namun para lelaki tidak terpengaruh
dengan hal ini. Dia juga mengatakan fakta bahwa yang salah dilakukan merupakan
salah, baik itu pria atau perempuan, tidak ada keberpihkana dalam hukum.

Kasus tersebut berakhir Meera
dan teman-temannya dibebaskan pengadilan dan Adhik dan teman-temannya didakwa
atas kekerasan seksual. Meera penuh air mata memegang tangan Bharath ketika dia
pergi. Kehidupan mereka pun kembali normal.

Tinggalkan Balasan