Senin, 02 Desember 2019

Sinopsis Lengkap Film Nerkonda Paarvai (2019)


Nerkonda Paarvai (2019)

Rilis
8 Agustus 2019
Negara
India
Bahasa
Tamil
Sutradara
H. Vinoth
Produser
Boney Kapoor
Pemeran
Ajith Kumar, Andrea Tariang, Shraddha Srinath, Abirami Venkatachalam
Sinematografi
Nirav Shah
Music
Yuvan Shankar Raja
Distributor
S Pictures, Kandhasamy Arts.

Plot Nerkonda Paarvai


Meera, Andrea Taring, Famitha Banu tiga wanita muda yang tinggal di Chennai. Suatu malam mereka kebetulan menghadiri pesta. Di sisi lain, anak kaya Vishva dan Venkatesh membawa teman mereka, Adhik Ramajayam yang terluka menuju rumah sakit. Adhik dipukul dikepala mengalami pendarahan deras. anak laki-laki memutuskan tidak mengajukan keluhan polisi. Sementara para wanita buru-buru pulang dari pesta, mereka berusaha melupakannya untuk melanjutkan hidup mereka.

Meera diamati Bharath Subramaniam, lelaki suram yang tinggal di lingkungan mereka yang merupakan pengacara yang sukses dan juga suami yang pengasih untuk istrinya Kalyani bertahun-tahun lalu. Kalyani meninggal sebab komplikasi kehamilan saat Bharath harus meninggalkannya sendirian di rumah sebab kasus pentin. Hal ini tersebut mengakibatkan Bharath memecah mental dan juga pensiun dari profesinya, mengatasi depresi dengan penggunaan obat-obatan.

Bharath merasakan dari raut wajah Meera sesuatu yang tidak menyenangkan dalam hidupnya. Meera mengajukan keluhan pada Adhik dan temannya seab mereka mengakibatkan kesengsaraan dalam kehidupan teman-temannya. Adhik mengatur geng menculik Meera dan menganiaya dirinya sambil mengancamnya menarik pengaduan. Dia dijatuhkan kembali ke rumah, namun ditangkap di hari selanjutnya dengan tuduhan pelacuran dan juga percobaan pembunuhan pada Adhik.

Bharath memahami nasib Meera dari teman-temannya dan juga melawan geng yang membantu teman Adhik, menangkap orang jahat utama menyerahkannya ke polisi. Dia kembali menuju profesinya dengan menawarkan membantu para wanita dengan mewakili mereka dalam kasus mereka. Segera kasus diajukan. Sisi Adhik diwakili Sathyamoorthy. Sathyamoorthy menyajikan peristiwa tuduhan Adhik bahwa Meera dan temannya ditemui Adhik dan teman-temannya yang selanjutnya tidur bersama mereka usai minum.

Adhik dipukuli di kepala oleh Meera akibat dari tidak membayar dianggapnya sebagai pelacur. Dia mendasarkan tersebut pada fakta Meera mempunyai keluarga namun hidup sendiri, Famitha mempunyai hubungan dengna pria lebih tua, dan Andrea pindah menuju Chennai dari India Utara. Meera dan temannya membantu tuduhan tersebut menyatakan para lelaki tersebut berusaha melakukan kekerasan seksual pada mereka, mendorong Meera memukul kepala Adhik dengan botol membela diri.

Bharath mewakili para wanita mendasarkan pernyataan mereka terhadap fakta seorang wanita mempunyai hak mengatakan tidak. Bharath dan Sathyamoorthy mempertanyakan para saksi dan juga para wanita secara individu di hari-hari selanjutnya, dengan investigasi Bharath pun terbukti berhasil mendukung para wanita. Menjelang akhir persidangan, Bharath menanyai Adhik yang sombong mengatakan "gadis-gadis yang lahir di dalam kelaurga baik-baik saja tidak berpesta atau pun minum".

Tetapi Bharath memegang foto saudara perempuan Adhik menghadiri pesta dan minum di ruang sidang, mengakibatkan Adhik kehilangan ketenangannya mengutuk Meera dan teman-temannya menyatakan bahwa mereka menuai apa yang telah mereka tabut. Akibatnya dia menjelaskan dia berusaha memperkosa Meera, mengejutkan Sathyamoorthy.

Bharath menyimpulkan kasus tersebut terhadap mengkritik pandangan masyarakat mengalami kemunduran dimana perempuan di cap sebagai pelacur apabila mereka pulang terlambat, merindukan kemandirian, minum dan juga sebagainya namun para lelaki tidak terpengaruh dengan hal ini. Dia juga mengatakan fakta bahwa yang salah dilakukan merupakan salah, baik itu pria atau perempuan, tidak ada keberpihkana dalam hukum.

Kasus tersebut berakhir Meera dan teman-temannya dibebaskan pengadilan dan Adhik dan teman-temannya didakwa atas kekerasan seksual. Meera penuh air mata memegang tangan Bharath ketika dia pergi. Kehidupan mereka pun kembali normal.

Loading...