Sinopsis Lengkap Psychopath Diary Episode 8 part 2

Diposting pada

In-woo menemui Bo-kyung di
kafe keluargga Bo-kyung. In-woo menanyakan kepada Bo-kyung apa hubungan
Bo-kyung dengan Dong-sik. Bo-kyung mengatakan kepada In-woo bahwa pada tanggal
13 September dia menabrak Dong-sik yang membuatnya amnesia. In-woo segera
berpikir bahwa Dong-sik membaca diary miliknya saat kondisinya amnesia sehingga
Dong-sik menganggap dirinya adalah predator atau pembunuh berantai. 


Selama perjalanan mengendarai
mobil, In-woo terus tertawa mengetahui mengenai Dong-sik hingga dia menabrak mobil
orang lain dari belakang. In-woo turun dari mobil dan terus tertawa dihadapan
pria yang marah terhadapnya sebab mobilnya telah ditabrak oleh In-woo. In-woo
kemudian mengeluarkan cek memberikan kepada pria tersebut untuk mengambilnya.
Malam harinya, In-woo menemui anteknya Mu-seok memberikannya uang agar tidak
bertemu lagi sebab In-woo sudah mengetahui mengenai Dong-sik.


Di rumah sakit, Pak Shim
mengamuk dimana perawat dan dokter berusaha menenangkannya namun Pak Shim
sanggup meloloskan diri dari mereka. Ketika Dong-sik berbicara dengan Bo-kyung,
Bo-kyung menerima kabar dari rumah sakit bahwa ayahnya telah kabur. Segera
Dong-sik menemani Bo-kyung mencari ayahnya dan berhasil menemukannya. Segera
Dokter datang dan memberikan suntikan kepada Pak Shim ketika Pak Shim berusaha
untuk menolak kembali.


Di rumah sakit, Dong-sik
berusaha menghibur Bo-kyung dan mengatakan kepada Bo-kyung apakah membiarkan
Pak Shim dirawat disini merupakan pilihan yang terbaik?. Bo-kyung menyalahkan
dirinya sendiri mengenai kondisi ayahnya. Seketika Dong-sik mengatakan bahwa
ini bukan salah Bo-kyung. Dong-sik kemudian mengatakan untung saja mereka
berhasil menemukan Pak Shim sebelum naik bus. Seandainya dia naik bus pergi ke
Gwangju di provinsi Gyeonggi.. mungkin mereka tidak bisa mendapatinya. Seketika
Bo-kyung teringat bahwa Pak Shim 8 tahun lalu ditemukan di rumah sakit tidak
beroperasi di Gwangju. Dong-sik lalu mengatakan mungkin saja Pak Shim hendak ke
rumah sakit tersebut.


Segera mereka berdua menuju
rumah sakit yang tidak beroperasi tersebut. Bo-kyung menunjukkan Dong-sik tempat
dimana ayahnya di temukan 8 tahun lalu dalam kondisi pingsan dan berdarah. Dong-sik
mengatakan mungkin ayahnya didorong oleh orang lain. Di saat itu Dong-sik tanpa
sengaja menemukan pena dan diary milik Pak Shim.


Ketika mereka bergegas pulang,
di dalam mobil Bo-kyung membaca diary pak Shim mengenai proses pembunuhan
tersebut. Dalam diary Pak Shim, Si pembunuh (dimaksudkan In-woo) menaruh sidik
jari di seprei putih dan ini menjadi pembunuhan pertama dirinya. Segera Dong-sik
yang masih menganggap dirinya si predator, mulai gugup ketika Bo-kyung
membacakan ciri dari si pembunuh yaitu cap sidik jari yang selalu ditinggalkan
si pembunuh yang merupakan ciri khas si predator. Sementara itu, In-woo yang
mengikuti mereka dari tempat rumah sakit menjadi kesal sebab menjadi ancaman
baginya.


Tiba di rumah, In-woo membaca
diary mengenai pembunuhan 8 tahun lalu. Esok harinya In-woo menemui Bo-kyung. Di
dalam mobil Bo-kyung mengatakan bahwa si predator adalah pembunuh professional.
Dong-sik menyinggung apakah dia Chil-sung. Bo-kyung mengatakan bahwa itu bukan
Chil-sung sebab dia berada di luar negeri 8 tahun lalu dan Chil-sung hanya
peniru. Bo-kyung lalu mengatakan bahwa dia akan kembali ke awal untuk
menyelidiki kasus ini dan akan meminta bantuan Dong-sik. Dong-sik pun kembali
gugup.


Bo-kyung dan Dong-sik bergegas
ke rumah sakit untuk menemui ayahnya bermaksud menunjukkan diary ayahnya yang
ditemui olehnya. Namun mereka tidak menemukannya di kamar. Segera mereka berdua
mencarinya, dan mendapati ayahnya berada di kursi roda dalam kondisi tidak
sadar yang sedang bersama dengan In-woo. Segera Dong-sik dan Bo-kyung
menghampiri mereka. Bo-kyung menunjukkan ayahnya diary miliknya. Bo-kyung
kemudian berjanji akan menangkap orang yang berusaha ayah tangkap 8 tahun lalu.


Dong-sik dan Bo-kyung bergegas
pergi. Sementara itu In-woo tetap bersama dengan Pak Shim. Ketika Dong-sik dan
Bo-kyung pergi, In-woo berkata kepada Pak Shim “Pak, putrimu terus membahayakan
dirinya. Dia bahkan tidak tahu dengan siapa dia bergaul. Pria itu membunuh enam
orang. Sebenarnya kurasa tujuh. Putrimu mungkin juga akan dibunuh apabila dia
tidak berhati-hati. Jadi, minta dia berhati-hati. Ah.. aku lupa kamu tidak bisa
berbicara”. In-woo tersenyum mengerikan. (Baca
juga: Sinopsis Psychopath Diary Episode 9 part 1)

Tinggalkan Balasan