Sinopsis Lengkap Vidya Episode 1

Diposting pada

Vidya datang menuju kuil untuk berdoa. Pandit memintanya
melantunkan mantra yang tepat dan juga melakukan Pariknama, apabila terjadi
kesalahan dia tidak akan bertanggung Jawab. Vidya setuju, dia memintanya
mengucapkan mantra usai dia. Dia melantunkan mantra dan melakukan Pariknama.
Dia datang menuju dalam kuil berdoa ke Maiyya. Dia menjelaskan dirinya telah
menjaga chadaya dan berdoa pada saat Pandit menjelaskan padanya “maafkan
aku apabila ada yang salah, Kamu tahu hatiku dengan baik”.

Dia berdoa berharap keinginannya terpenuhi. Dia mengatakan
“aku sudah menuliskan keinginanku di surat tersebut”. Dia perig
keluar, beberapa orang di dalam prosesi. Bhajan bermain, orang-orang menari
melempar warna. Tukang pos datang dimana Vidya berpikir mungkin surat datang untuknya.
Keluarga Vidya berusaha mendapatkan posting. AR tukang pos menyambut Dharma dan
juga duduk.
Dia menjelaskan itu surat kerja Vidya. Dharma setuju, wanita
tersebut mendapati Chana dan air untuk tukang pos. Dharma menjelaskan dapatkan
biskuit glukosa untuk tukang pos. Dia memintanya membawa teh. Pria tersebut
memarahi tukang pos memintanya membaca surat tersebut. Tukang pos marah
menjelaskan Vidya harus mengambil surat dari kantor pos sekarang.

Dharma menegur putranya yaitu Bablu. Dia meminta Munni memanggil
Vidya memberitahunya bahwa tukang pos mendapati surat resmi untuknya. Munni
berlari menuju Vidya. Vidya menarik bajak bekerja di lapangan. Munni datang
memanggilnya untuk pulang. Vidya dan Munni pergi, Ibu Munni melihat mereka. Dia
berteriak terhadap munni dan memintanya menjauhi Vidya. Vidya pulang, tukang
pos menjelaskan suratnya datang. Dharma memintanya pergi untuk membuat teh.

Tukang pos membaca “negara tidak akan melupakan
pengorbanan suamimu Ram Singh untuk negara tersebut, dia seorang martir”. Dia
menangis dan melihat foto suaminya dengan berupa karangan bunga. Vidya ingat
pernikahannya bersama Ram. Ram segera pergi untuk bertugas usai menikah. Dia
melihat Vidya dan juga tersenyum. Vidya menangis, dia pergi. Dia menjadi janda.
Para wanita mematahkan gelangnya. Dia pun menangis.

Tukang Pos mengatakan “kamu ditunjuk sebagai guru bahasa
Inggris di Sekolah, Kamu akan ditunggu di sekolah”. Dharma memintanya
pergi, teh jatuh. Dharma menegur Bablu. Vidya mengatakan “nasib diriku
kesal kepadaku”. Dia duduk berbicara bersama sapi Gauri. Dia mengatakan
“aku berdoa agar aku tidak mendapati pekerjaan apapun, saya berpuasa namun
aku tetap mendapati pekerjaan tersebut”.

Vidya mengingat masa kecilnya. Ayahnya membawa buku baru
untuk saudaranya. Dia bilang aku tidak akan kesekolah, guru akan memarahiku.
Dia menjelaskan baik-baik saja meminta Vidya ke dapur untuk membantu ibunya.
Vidya setuju melepas tas sekolahnya dimana ayahnya meminta melakukan pekerjaan
rumah tangga. Dia dengan senang hati melakukan pekerjaan membantu ibunya. Vidya
menangis dan berkata “Aku buta huruf”.

Bablu menghubungi Dev dan berdebat. Dia bertanya
“mengapa kamu memberinya pekerjaan guru bahasa Inggris”. Dev
memintanya untuk pergi dan berbicara di ruang kantor. Bablu menjelaskan Vidya
harus pergi untuk mengajar bahasa Inggris. Dharma mengatakan “kamu
membuang banyak uang, itu semua disebabkan kamu”. Bablu menjelaskan
“kamu rakus dan menyetujui rencana investasiku.” Mereka berdebat
Bablu mengatakan “aku akan mendapati Vidya dan memintanya pergi bekerja,
dia akan ada, dimana dia akan pergi.”

Dia memintannya datang untuk berbicara, Vidya pun datang. AR
wanita tersebut memintanya segera selesai memasak dan bersiap pergi ke sekolah.
Dharma meminta Bablu mengatur siklus terhadap Vidya. Bablu menjelaskan hanya 3
km jauhnya, dia akan pergi dan juga mengajar. Dharma menjelaskan dia benar.
Vidya bilang “Aku tidak akan pergi ke sekolah” mereka pun terkejut. (Baca juga; Vidya Episode 2)

Tinggalkan Balasan