Sinopsis Psychopath Diary Episode 10 part 2

Diposting pada

Di gudang, Mu-seok dalam kondisi terikat dengan mengatakan
Dong-sik bahwa pembunuh berantai itu adalah In-woo bukan dia (Dong-sik). Tetap
saja Dong-sik yang amnesia tidak mempercayai itu dan mengeluarkan pisau dari
tasnya bersiap untuk membunuh Mu-seok. Namun Dong-sik yang memang jiwanya bukan
pembunuh merasa ragu dan ketakutan. Sementara In-woo yang melihat di CCTV
kembali kesal dengan Dong-sik. Dimana In-woo menginginkan Dong-sik membunuhnya
dan menjebak Dong-sik sebagai pembunuh berantai.

Tidak lama Dong-sik dihubungi In-woo untuk bertemu di bar.
Dong-sik menemui In-woo dimana In-woo memberikan uang satu cover kepada
Dong-sik untuk diberikan kepada informan. Dong-sik tidak mengetahui bahwa
dalang dari semua ini adalah In-woo. Setelah Dong-sik pergi, In-woo mengaku
informan mengirim pesan kepada Bo-kyung bahwa dia telah melakukan pemerasan
kepada “predator”.

Dong-sik kembali ke gudang dengan membawa koper berisikan
uang. Di saat yang sama Bo-kyung dan polisi lainnya berada di luar gedung
dimana detektif Jae-joon menemukan mobil dan mendapati dompet yang merupakan
dompet milik Mu-seok. Sementara di dalam gedung, Dong-sik bertarung dengan
Mu-seok hingga mereka tergelincir jatuh dari tangga yang membuat Mu-seok dan
Dong-sik jatuh tidak sadarkan diri. Saat Dong-sik bangun dia mendapati lumuran
darah.  Dong-sik ketakutan dan menganggap
dirinya telah membunuh Mu-seok.

Bo-kyung dan Jae-joon tiba mendapati tubuh Mu-seok tidak
sadarkan diri. Jae-joon melaporkan bahwa Mu-seok yang dianggap oleh mereka
adalah Informan telah tewas. Sementara pembunuhnya telah kabur. Di dalam mobil,
Dong-sik menangis dan tangannya gemetar melihat nodah darah di tangannya.
Bo-kyung dan Jae-joon melaporkan kepada atasannya mengenai kejadian ini.

Di lorong, Jae-jun menghubungi Pak Seo ayah dari In-woo
mengatakan “sudah lama, aku detektif Jae-jun yang menangani kasus 8 tahun
lalu di Gwangju 8 tahun lalu”. Jae-jun kemudian meminta kepada Pak Seo
untuk dapat memlakukan pertemuan. Sementara itu, Bo-kyung mengirim pesan kepada
Dong-sik untuk bertemu. Namun Dong-sik tidak membalasnya sebab dia merasa
ketakutan.

Di kantor, para pekerja merasa khawatir dengan Dong-sik yang
tidak ada kabar. Bo-kyung kemudian berkunjung ke kantor Dong-sik untuk
berbicara dengan karyawan lain mengenai keberadaan Dong-sik namun dia tidak
mendapati kabar dari Dong-sik. In-woo melihat Bo-kyung dan berbicara dengannya.
In-woo memberi tahu Bo-kyung bahwa Dong-sik nampak gugup saat dia bertemu
dengannya sepertinya Dong-sik sedang diperas. Bo-kyung bergegas pergi sementara
In-woo tertawa jahat.

Bo-kyung menuju apartemen Dong-sik dia meminta Dong-sik untuk
keluar. Dong-sik kemudian keluar dengan wajah pucat. Bo-kyung kemudian merawat
Dong-sik yang nampak lemas. Dong-sik pergi ke kamar mandi dan Bo-kyung melihat
koper berisikan uang begitu banyak. Bo-kyung mulai berpikir, seketika Dong-sik
keluar dari kamar mandi menatap Bo-kyung.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan